Entries RSS Comments RSS

Kuliah di Malaysia

Melanjutkan sekolah ke Malaysia, ternyata jadi trend juga ya. Menurut data yang dipaparkan oleh antara.co.id, imigrasi Malaysia mencatat lebih dari 8000 pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di Malaysia dari jenjang D3 sampai S3. Sebagian dibiayai beasiswa dan sebagian lagi berbiaya sendiri. Perkiraan saya sih, kebanyakan biaya sendiri.

Kenapa koq orang Indonesia banyak yang rela mengeluarkan biaya sendiri untuk sekolah di Malaysia? Apakah mutu pendidikan di Malaysia jauh lebih baik daripada di Indonesia? Atau ada sebab-sebab yang lain? Berikut ini sedikit bahasan pribadi mengenai perbandingan pendidikan tinggi di Indonesia dan Malaysia.

Seperti biasa, perguruan tinggi milik negara akan lebih baik daripada perguruan tinggi swasta. Selain karena PTN sudah lebih dulu ada, biasanya orang yang bisa masuk ke PTN memang lebih terpilih. Apalagi PTN yang masuk jajaran 200 besar dunia yang ada di Malaysia seperti Universiti Malaya, Universiti Kebangsaan Malaysia, dan Universiti Sains Malaysia.

Jangan berharap bisa masuk PTN (IPTA) tersebut dengan mudah, karena warga negara Malaysia saja susah bisa masuk ke sana. Kalau melihat berita-berita tentang orang yang masuk PTN, kayaknya di Malaysia sini siapa masuk PT apa dan jurusan apa, ada yang ditentukan oleh pemerintah. Aplikasi permohonan supaya bisa diterima PTN, disatukan dalam di kementrian pendidikan tingginya. However, ini hanya duga-duga saja ya. Soalnya pernah baca di koran kalau ada lulusan sekolah menengah sini yang mengeluh mendapat jatah PTN yang jauh dari tempat tinggalnya dan jurusannya pun tidak sesuai dengan yang diinginkan. Agak beda dengan Indonesia yang menerapkan sistem seperti SPMB.

Karena itu, banyak siswa yang punya pilihan jurusan tertentu lebih memilih masuk PTS (IPTS) seperti Universiti Teknologi PETRONAS, Curtin, Taylor, UCSI, dan lain sebagainya. Orang asing yang mau masuk S1 (undergraduate) pun nampaknya hanya bisa di IPTS ini. Ada sih yang masih menerima orang Indonesia di program undergraduatenya, tapi sudah sangat jarang. Misalnya ada di USM dan UUM (Universiti Utara Malaysia). Bahkan katanya jatah penerimaan mahasiswa asing dari Indonesia sudah dikurangi.

Kalau ngga dapat beasiswa, biaya pendidikan di sini mungkin masih terjangkau oleh orang-orang tingkat menengah ke atas Indonesia. Percaya deh, orang kaya di Indonesia masih banyak. Bahkan lebih banyak daripada orang kaya di Malaysia. Karena itu ngga heran, banyak yang bersekolah di Malaysia sini dan tinggal di apartemen-apartemen yang cukup mahal.

Biaya sekolah undergraduate (S1) bervariasi antara 8juta sampai 60 juta per semesternya. Biasanya yang berkaitan dengan kedokteran akan jauh lebih mahal di bandingkan yang lainnya. Uang masuknya sendiri berkisar 2juta rupiah. Itu biasanya sudah termasuk biaya hostel alias asrama. Kalau dibandingkan biaya kuliah di PTS Indonesia, terutama yang berkelas macam Trisakti atau Unpar, mungkin sebanding ya.

Ga seperti di Indonesia, di sini sangat biasa kalau mahasiswa tinggal di dalam asrama dari tingkat awal sampai akhir. Setting kampus yang jauh dari perumahan, memang lebih mudah dan murah kalau tinggal dalam kampus apalagi kalau yang bujangan. Kelemahannya, interaksi dengan lingkungan mungkin jadi kurang. Kalau di Indonesia, biasanya mahasiswa juga aktif di kegiatan lingkungan seperti di Masjid atau RT, di sini agak jarang. Sayang juga sih, mahasiswa Indonesia yang sekolah di sini. Potensi kekurangan sentuhan jiwa sosial, cukup besar.

Biaya hidup bisa dibandingkan sama deh antara kota di Indonesia dengan Malaysia. Sekali makan berkisar Rp. 2500 sampai Rp. 20rb yang sudah dengan minumannya. Hampir sama kan dengan Indonesia?

Bagi orang dari pulau Sumatra, Kalimantan, atau Sulawesi mungkin pilihan sekolah di Malaysia jadi lebih murah dibandingkan dengan menyekolahkan anaknya ke Jakarta atau kota besar di Pulau Jawa. Waktu tempuh yang singkat juga membuat sekolah di sini jadi menarik. Bisa agak sering pulang dengan biaya yang murah. Airasia banyak lho frekuensi penerbangannya ke kota-kota di Sumatra. Dibandingkan dengan sekolah di Jawa, mungkin lebih murah ongkos perjalanannya.

Beasiswa untuk S1 juga banyak diberikan oleh beberapa IPTS, misalnya dari PETRONAS, CIMB Niaga, dan pemerintah Malaysia sendiri melalui MTCP. Kalau beruntung, ya bisa gratisan deh sekolah di sini bahkan dapat uang saku yang lumayan. Bisa dipakai pulang ke Indonesia kalau sedang liburan.

Soal mutu, sekolah di Indonesia ga kalah koq. Meskipun hampir ga ada PT di Indonesia masuk jajaran 200 besar di dunia, tapi ya wajar dengan dana terbatas. Di sini tertolong dana yang agak besar untuk publikasi di konferensi internasional dan ikut kegiatan-kegiatan kompetisi tingkat dunia. Kalau dilihat kualitas tanpa publikasi, saya menjagokan PTN Indonesia lebih baik daripada Malaysia. Jadi, gimana? Mau sekolah di sini? Sekolah di Indonesia aja deh. He he he.

  • Share/Bookmark

Tags:

9 Responses to “Kuliah di Malaysia”

  1. Yusahrizal says:


    “Meskipun hampir ga ada PT di Indonesia masuk jajaran 200 besar di dunia, tapi ya wajar dengan dana terbatas. Di sini tertolong dana yang agak besar untuk publikasi di konferensi internasional dan ikut kegiatan-kegiatan kompetisi tingkat dunia. Kalau dilihat kualitas tanpa publikasi, saya menjagokan PTN Indonesia lebih baik daripada Malaysia.”

    Kata2 terakhir diatas benar tuh. Saya kuliah di Jepang dengan biaya sendiri (aseli sendiri, nggak dapat kiriman dari orang tua), kerja part-time untuk bantu biaya hidup sehari-hari sambil lintang pukang sana sini buat nyari beasiswa dan mohon pemotongan biaya kuliah. Alhamdulillah hingga sekarang, tiap semester selalu dapat potongan biaya kuliah yg cukup besar dan soal bea siswa lg diusahakan interview disana sini.

    Kebetulan diuniversitas tempat saya ngambil S2 ada beberapa mahasiswa malaysia (baik S1 maupun S2) dan dari interaksi dengan mereka saya mengetahui kalau seluruh biaya kuliah mereka ditanggung beasiswa dari negara. Sekali lagi DANA untuk pendidikan di Malaysia lebih banyak dialokasikan drpd di Indonesia. Bukan hanya untuk publikasi, tetapi jg untuk biaya sekolah anak2 malaysia ke luar negeri (baca: peningkatan kualitas sumber daya manusia).

    Kadang2 saya iri (dalam arti positif) dgn kondisi mereka yg tak perlu lintang pukang kerja part-time dan minta keringanan biaya plus nyari beasiswa lg. Saya belum pernah ketemu mahasiswa Indonesia yang kuliah di Jepang dgn beasiswa pemerintah Indonesia. Kalaupun ada, status mereka adalah pegawai negeri (dosen, peneliti dan sejenisnya) yang melanjutkan pendidikan ke strata graduate ataupun post grad. Sebagian besar (mungkin sekitar 90-an persen) kuliah dgn biaya sendiri dalam artian seperti kondisi yang saya jalani sekarang ini.

    • Justru itu yang jadi nilai lebihnya Mas. Mantan Perdana Mentri Malaysia, Dr. Mahathir Muhammad pernah bicara di kuliah umum dalam kampus saya. Dia bilang, kalau dibandingkan negara jiran (Indonesia maksudnya), bangsa Malaysia itu kalah dalam hal kegigihan atau kemampuan berjuang. Malaysia itu bisa lebih baik daripada Indonesia karena korupsi dan suap di Indonesia itu gila-gilaan.

  2. Yusahrizal says:

    Iya kang, mungkin yang kang iwan bilang itu benar adanya. Kehidupan survival saya justru menyisakan cerita tersendiri yang pengalamannya sulit tergantikan dgn materi.

    O iya, aku sendiri kurang tau kondisi di malaysia. Tapi teman2 non-indonesiaku (thailand, filipina, vietnam dan kamboja) yang riset di jepang dan pernah riset di malaysia atau sekedar ikut seminar bilang, kalau penduduk sana tidak ramah pada orang asing malah cenderung sinis, beda banget dengan orang2 malaysia yg ditemui diluar negeri seperti di jepang sendiri yg rata2 cukup ramah. Kalau disuruh memilih, mereka lbh suka riset di negara asia tenggara non malaysia. Malah Indonesia termasuk salah satu yg disukai (walaupun keluhan ttg macet, jam karet dan soal keamanan lumayan banyak).

  3. alfarais says:

    kalo lulusan D4 kira2 bisa lanjut magister di sana?

    emang kualitas PT di negeri jiran jauh lebih baik dibanding negri sendiri sekualitas ITS, UI, ITB..toh lulusan dalam negeri banyak berkiprah di Luar Negri

    mohon tanggapanya,,trims

  4. TIKA says:

    KIRA – KIRA ADA GAK YA PAK BESISWA DI MALAYSIA KALAU TIDAK AUSTRALIA UNTUK LULUSAN SMA SUPAYA BISA MELANJUTKAN PENDIDIKAN SAYA..
    ATAU SAYA MAU TAU KIRA-KIRA ADA DONATUR GAK YA UNTUK SPONSORIN KULIAH SAYA..BLS KE EMAIL SAYA YA PAK
    THANKS

  5. Zukarnaini says:

    Saya mau, tanya bisa gk saya lanjut kuliah di Malaysia dari D3 lanjut ke S1?mohon arahan, karena Bln Januari 2010 ni saya mau berangkat…

Leave a Reply