Entries RSS Comments RSS

Archive for June, 2009

Jalan-jalan ke Petaling Street dan Petronas Twin Tower III

Monday, June 29th, 2009

Kali ini jalan ke Petronas Twin Towernya. Petronas Twin Tower dikelilingi oleh mall-mall seperti Suria KLCC, Ampang Mall, dan P Ramlee Mall. Sebenarnya sih dalam satu gedung juga.

Bagian depan KLCC adalah Jalan Ampang. Di sini tempat naik turun penumpang bis. Stasiun LRT juga bisa diakses dari Jalan Ampang, selain bisa diakses dari dalam Mall. Bagian belakangnya adalah taman KLCC, yang saya sebutkan dalam tulisan sebelumnya berdekatan dengan hotel The Zon. Sebenarnya bukan The Zon yang paling dekat ke KLCC, masih ada Traders Hotel,  hotel nomor 1 di KL menurut pengunjung tripadvisor, mandarin oriental, dan impiana KLCC. Hotel Corus juga dekat, tapi yang paling murah memang The Zon (Nomor 70 an menurut pengunjung tripadvisor).

Dalam taman, ada tempat bermain anak yang sangat luas. Mungkin seluas setengah lapangan sepak bola. Terus ada kolam berenang anak. Semuanya gratis.

KLCC Park dari Sky Bridge

Turis paling suka lari pagi di taman ini, karena tempatnya bersih, segar, dan aman. Selalu ada polisi yang berjaga di sudut-sudut taman, jadi lihat bule atau orang arab jalan di dalam taman ini juga ngga aneh.

Masih di taman, ada kolam air mancur yang katanya kalo malam ada pertunjukan lasernya. Sebenarnya seperti air mancur di monas gitu deh, ngga ada yang anehnya. Tapi lumayan lah, untuk hiburan. Kolamnya bersih karena dibersihkan entah berapa kali sehari. Mungkin 3 sampai 4 kali, karena selalu saya lihat ada yang membersihkannya.

Untuk berfoto-foto, bisa dari taman KLCC ini atau dari Jalan Ampang. Pemandangan yang lebih seru memang dari Jalan Ampang, karena ngga terhalang oleh mall nya. Mungkin kalau malam lebih seru, karena cahaya lampu menambah eksotis fotonya. Apalagi kalau kita ngga pakai blitz. Biasanya sih, kita ambil posisi di seberang kolam depan Jalan Ampang. Yang di foto di atas tangga, sedangkan yang memfoto di bawah tangga. Maksudnya biar kelihatan twin towernya dari bawah ke atas.

Sky bridge adalah jembatan yang menghubungkan dua twin tower. Naik ke sini gratis, tapi harus dapatkan tiket yang mulai diberikan dari jam 8.30. Saya berangkat dari hotel jam 8 pagi dengan harapan bisa dapatkan tiket sesuai rencana saya.  Kalau mengira datang jam 8 pagi adalah tindakan cerdas, anda betul. Tapi banyak orang lain yang lebih cerdas, hehehe.

Ketika saya datang, mungkin sudah ada 300 orang yang antri. Ngga tau tuh pada datang jam berapa. Pokoknya counter tiket belum buka deh pas saya datang. Jam 8.30 pas, counter dibuka dan mulai memberikan tiket untuk jam 9.00. Waktu kunjungan adalah setiap setengah jam, dengan sekali naik itu ada ga lebih dari 20 orang. Akhirnya saya dapatkan juga tiket untuk jam 4 petang.

Bayangkan, datang jam 8 pagi dapat tiket untuk jam 4 sore. Apalagi yang datang jam 10, udah ga dapat tiket kali ya. Untung dapatnya yang jam 4, soalnya kereta api saya dijadwalkan berangkat jam 5.50 sore, mepet banget dengan waktu kunjungan.

Oh iya, setiap pengantri boleh minta tiket untuk 5 orang. Jadi kalau datang lebih dari 5 orang, harus mengantri lebih dari satu orang. Semua harus pakai tiket, orang dewasa, anak-anak, sampai bayi pun harus bertiket.

Dalaman Sky Bridge

Dalaman Sky Bridge

Sebelum naik ke sky bridge, kita disuguhi film tiga dimensi dulu tentang sejarah sky bridge. Selain itu di ruang tunggu juga ada attraksi menarik seperti wahana di petrosains.

Petrosains terletak di lantai 4 KLCC. Tiket perorangan dan keluarga juga tersedia. Bahkan kalau mau langganan juga boleh, RM 100 sekeluarga unlimited visit dan juga bisa dipakai untuk mengunjungi Science Center di negara lain secara gratis. Contohnya, bisa dipakai untuk mengunjungin Science Center di Singapura dengan gratis.

Wahananya bukan cuma petrosains, di sana juga ada dino trek. Ada tiket terusan yang dijual bersamaan. Saran saya, berkunjunglah di waktu makan siang, jam 1 dan jam 2 siang biar ngga ngantri. Kalau pagi, banyak anak sekolah. Kalau siang, banyak keluarga. Ngantrinya lumayan juga, karena untuk masuk wahananya kita harus naik semacam mobil listrik yang hanya bisa dimasuki 4 orang.

Kebetulan saya dapat waktu kunjungan Dino Trek jam 1 siang dan Petrosain jam 2 siang. Saat itu ngga terlalu rame jadi bisa menikmati wahana.

Petrosains lumayan enak dinikmati karena wahana di dalamnya dikunjungi secara serial. Semua wahana dilalui, jadi ngga ada yang terlewatkan. Agak beda dengan Science Center Singapore yang wahananya dikunjungi paralel, jadi kadang ada juga yang ngga terkunjungi gara-gara ngga tau dimana pintu masuknya.

Di Dino Trek, ada fasilitas foto yang gambar latarnya diambil dari gambar dinosaurus. Foto digital ini dikirimkan otomatis ke e-mail kita. Contohnya adalah seperti gambar di bawah ini

Foto yang dikirimkan gratis ke e-mail

Foto yang dikirimkan gratis ke e-mail

Gitu dulu ceritanya. Mudah-mudahan bermanfaat

  • Share/Bookmark

Jalan-jalan ke Petaling Street dan Petronas Twin Tower II

Monday, June 29th, 2009

Petaling Street adalah tempat jualan souvenir murah meriah. Letaknya dekat dengan stasiun bis puduraya. Untuk ke tempat ini dari KLCC saya sarankan naik bis atau taksi saja. Eh dari tempat yang lain juga ding, soalnya LRT nya jauh banget. Atau kalau mau sambung gitu lah, naik LRT terus naik bis/taksi.

Dari KLCC bisnya nomor 103, sedangkan dari KL Sentral lumayan banyak. Rasanya setiap bis yang pake B di depannya, lewat sini. Lokasi di dekat Petaling Street dikenal dengan nama kotaraya karena ada gedung pertokoan bernama kotaraya. Waktu tempuh dari KLCC sekitar 30 menit sedangkan dari KL Sentral lebih cepat, karena lebih dekat.

Pasar souvenir hanya buka jam 6 sore sampai 10 malam. Kalau pagi dan siang, tempat ini ya jalan biasa saja yang dilalui oleh kendaraan umum. Jangan pikir kios yang di dalam lebih murah daripada yang di mulut jalan. Soalnya yang dalam malah pasang harga mengambang, yang harus ditawar, dan kadang lebih mahal. Di mulut jalan ada kios-kios yang pasang label harga mati. Murah meriah dari mulai 1 ringgit sampai paling mahal ngga lebih dari 50 ringgit.

Di sekitar jalan ini juga banyak penginapan murah, dari mulai RM 80 sampai RM 150. Tentu saja, harga week end lebih mahal daripada week day. Kalo yang pakai online, biasanya sudah jelas berapa yang harus dibayar karena otomatis menghitungkan surchargenya.

Selain petaling street, sebenarnya tempat ini juga dekat dengan Masjid Jamek, Pasar Seni, dan Medan Merdeka. Tapi tujuan saya ke sini cuma untuk beli souvenir saja, kalau tempat lainnya ya standar gitu aja deh. Kurang menarik.

Bule punya pojokan sendiri, buat minum-minum bir dan makan-makan. Biasanya yang beredar di kios-kiosnya adalah turis dari negeri Arab sana, buat beli tas-tas imitasi, jam imitasi, dan perhiasan imitasi hehehe.

Turis Indonesia kayak saya, beli souvenir gantungan kunci, kaos, hiasan meja, dan hiasan dinding aja deh. Kalo barang imitasi mah, di Indonesia juga banyak dan lebih murah.

Petronas Twin Towernya, di tulisan yang lain aja ya.

  • Share/Bookmark

Jalan-jalan ke Petaling Street dan Petronas Twin Tower I

Monday, June 29th, 2009

Dua hari lalu saya pergi ke KL untuk menjemput mertua dan adik ipar yang berlibur ke Malaysia. Dengan dana terbatas, inginnya sih dapat tempat menginap yang cukup menyenangkan dan bisa jalan-jalan ke beberapa tempat penting di Kuala Lumpur. Targetnya adalah Jalan Petaling, Petronas Twin Tower Sky Bridge, dan Petrosains.

Jalan Petaling adalah jalan berkumpulnya pedagang kaki lima souvenir. Harganya sangat miring dibandingkan tempat lain. Contoh gantungan kunci yang harganya RM 5 di tempat lain, di jalan ini bisa didapatkan dengan harga RM 1 saja sebuahnya. Selain itu kaos, tas imitasi, jam imitasi, juga banyak dijual di sini. Sayangnya hanya buka dari jam 6 sore sampai jam 10 malam.

Petronas Twin Tower Sky Bridge adalah jembatan yang menghubungkan kedua menara kembar Petronas. Tiketnya diberikan percuma alias gratis. Tempat masuknya masih di dalam KLCC yang merupakan tempat bagi petrosains juga. Selain petrosains, juga ada Dino trek dan wahana lainnya.

Oke, perjalanan standar kalau dari semua daerah di Malaysia atau yang dari luar negeri, pergi saja ke KL Sentral yaitu stasiun kereta api terbesar di Malaysia. Kalau dari Bandara naik Aerobus atau Sky bus dengan ongkos hanya RM 8 – 9. Dari KL Sentral kami harus menuju hotel The Zon on The Park yang terletak dekat Kuala Lumpur City Center (KLCC).

Naik bis adalah pilihan yang murah karena tiket bis yang dibeli bisa dipakai lagi untuk bepergian ke tempat lain pada hari yang sama. Harga tiket bis per orang adalah RM 2. Sayangnya bis menuju ke KLCC datangnya tidak dapat ditebak. Kadang harus menunggu lebih dari setengah jam untuk mendapatkannya. Kasus saya, sudah menunggu lama tidak datang juga jadi harus memikirkan alternatif angkutan lain.

Dari KL Sentral ke KLCC juga bisa ditempuh dengan LRT Kelana Jaya. Tiketnya berharga RM 1.6. LRT adalah pilihan transportasi ke KLCC yang paling cepat. Perjalanan ditempuh dalam waktu yang kurang dari 15 menit. Menunggunya pun ga lama, cuma sekitar 5 menitan saja. Tapi kalau bawa barang banyak ke hotel, tentu lebih gampang pakai taksi. Apalagi The Zon ini letaknya agak jauh dari terminal bis ataupun LRT. Taksi dari KL Sentral ke hotel The Zon hanya RM 10 saja, tapi kalau ada tas yang ditaruh di bagasi perlu tambahkan RM 1 setiap tas.

The Zon adalah hotel termurah di dekat KLCC. Bisa pilih yang satu kamar atau dua kamar. Biasanya yang dua kamar dilengkapi dengan dapur, ruang makan, dan ruang keluarga. Saran saya, booking kamarnya melalu sistem reservasi online dari situs hotel the Zon, harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan agen perjalanan atau bahkan datang langsung ke hotel.

Kenapa pilih hotel ini? Pertama tadi, hotel termurah di sekitar KLCC. Terus ada dapur yang bisa dipakai untuk masak sendiri, terutama kalau anda mau tinggal lama. Dapur dengan kompor gas, rice cooker, pemasak air listrik, microwave, kulkas, dan peralatan makan yang lengkap. Sarapan diberikan gratis. Ada kolam renang yang lumayan buat anak-anak. Dekat Masjid Asy Syakirin. Pemandangannya juga langsung ke taman KLCC dan bisa melihat menara petronas langsung dari kamar.

Pada saat kami datang, kamar belum siap. Memang sih waktu check in adalah jam 2 siang sedangkan kami datang jam 1 siang. Jadi kami pergi dulu ke taman bermain anak di Taman KLCC sambil saya pergi sholat jum’at. Selesai sholat kami ke hotel dan kamar sudah siap.

Tidak seperti hotel berbintang empat lainnya, lobby hotel kecil saja. Mungkin hanya sekitar 70 meter persegi. Masih kalah besar dengan ruang 2 kamarnya yang 145 meter persegi. Karena pengunjungnya banyak, maka kadang kita ngga terlalu diperhatikan juga. Setidaknya pas saya check in dan check out, selalu ada pelanggan yang menunggu taksi yang datangnya terlalu lama. Malah, ada pelanggan yang diminta berjalan saja ke jalan raya yang jaraknya sekitar 300  dari lobby. Bayangkan kalau tamunya bawa barang besar, banyak, dan berat.

Gang menuju lift atau kamar juga tidak besar. Mungkin hanya cukup untuk 2 orang berpapasan saja. Kalau dibandingkan dengan gang di replica inn, ngga beda jauh lebarnya. Kata orang sih kurang nyaman. Liftnya juga kecil, hanya ada dua di tiap bagian. Lift hanya cukup untuk 9 orang. Tapi kan kita ngga tinggal di lift hehehe.

Kamar cukup besar, ada ruang kosong yang lega untuk sekedar sholat dalam kamar. Atau kalau mau gelar kasur supaya bisa muat lebih banyak orang juga bisa. Kamar mandinya kecil, tapi masih lebih besar daripada hotel di jalan Petaling. Mungkin karena ada bath tubnya. Tapi bath tub terlihat tua karena warnanya sudah agak gelap. Secara kebersihan sudah bagus karena di bawah kasur ngga ada kotoran. Saya pernah menginap di hotel berbintang lima, terkaget-kaget karena di bawah kasurnya banyak debu, sampah, dan bekas makanan. Di The Zon ini lumayan bersih.

Kamar Utama The Zon

Kamar Utama The Zon

Oh iya, karena cukup luas, 145 meter persegi, maka dua kamar juga cukup besar. Ditambah lagi seperti yang saya sampaikan tadi, ada dapur, ruang makan, dan ruang tamu. Kalau mau bawa bahan mentah makanan juga bisa, atau beli bahan mentahnya di KLCC.

Ruang Tamu

Ruang Makan

Ruang Makan

Dapur

Dapur

Kolam renang ada 3, 2 yang rendah, dan 1 yang dalam. Satu buah kolam renang ada fasilitas seperti ombak, yang kalau dipakai anak-anak cukup menghibur. Kayaknya sih kolam renang ini buat orang dewasa berendam ya, biar ada sensasi semburan air dari bawah. Tapi karena sudah diokupasi oleh anak-anak, jadi ngga ada orang dewasa yang main ke sini hehehe.

Ada juga ruang bermain untuk anak-anak. Ada mainan tempel-tempelan, menggambar dan aktivitas lainnya. Seharusnya sih gratis untuk pengunjung, sayang saya belum sempat coba karena terpepet waktu.

Restoran lumayan lengkap. Ada makanan melayu dan barat. Kalau sarapan, lebih baik datang lebih pagi misalnya di bawah jam 8 karena hotel ini sering dipakai orang yang pelatihan. Jadi pas dekat jam 8 tuh, ramenya minta ampun.

Makanan utama versi melayu bisa berganti-ganti. Kadang nasi goreng, nasi putih, atau dari mi-mi an. Nasi lemak juga disediakan. Agak beda denga Puteri Pacific yang menyediakan Nasi lemak setiap hari saat saya menginap di sana. Jus buah standar dan susu segar juga disediakan. Buah-buahan cukup lengkap.

Apa lagi ya? Kayaknya sudah cukup banyak. Tulisan tentang jalan-jalannya akan saya sampaikan dalam tulisan yang lain. Terlalu banyak kalau semua dimasukkan dalam satu tulisan. Foto? He he he, bandwidth terbatas nih, kalau upload foto, habis deh. Untuk foto silahkan lihat di situsnya trip advisor.

  • Share/Bookmark

Lowongan Pekerjaan di PT Inka

Thursday, June 25th, 2009

Inka adalah industri kereta api. Bagi yang senang berurusan dengan kereta api, PT Inka Madiun sedang membuka dua program perekrutan karyawan magang dan management trainee. Info lengkap bisa didapat dari web PT Inka, atau download pengumuman magang dan MT.

Informasi penting : jadwal pendaftaran sampai 3 Juli, lewat pos atau datang langsung ke PCD ITB dan SAC ITS.  Online juga bisa di SAC ITS.  Terbuka untuk lulusan S1 dan D3 berbagai macam jurusan.

Selamat berusaha.

  • Share/Bookmark

Sambungan Beasiswa ITB untuk Semua

Tuesday, June 23rd, 2009

Hari ini saya menerima kemas kini berita beasiswa ITB untuk semua. Untuk informasi, beasiswa ini menjamin biaya sekolah dan biaya hidup selama 4 tahun, artinya kalau baik-baik saja sampai lulus akan dibiayai. Enak juga ya.

Hasil seleksi masuk dan verifikasi tingkat ekonomi, maka sudah ditetapkan 27 orang penerima beasiswa seperti berikut ini:

NAMA FAKULTAS ASAL DAERAH
Fatimah Kusumaningrum FTTM TUBAN
Bibit Musnaini FMIPA TRENGGALEK
Umi Yuniati STEI SEMARANG
Eka Sri Waningsih SF SEMARANG
Ahmad  Haris Muhtar FMIPA KEDIRI
Leonard Hendrawan FTTM BANDUNG
Widi Arfianto FTMD PEMALANG
Nirmala Twinta Vidyarani STEI NGANJUK
Nurul Setia Pertiwi FTSL BALIKPAPAN
Azward Achmad Badawi FTSL SIDOARJO
Ardian Rizaldi FTMD BANYUWANGI
Antika Anggraeni FMIPA BANYUMAS
Topan Eko Raharjo FMIPA KLATEN
Mahdi Karim SAPPK CIBINONG
Azka Muji Burohman FMIPA BANYUMAS
Ikrar Eka Praya Gumilar SAPPK YOGYAKARTA
Verry Anggara Musriana FMIPA TANA TORAJA
Setyo Wardoyo STEI CILACAP
Teguh Wibowo SITH PURWOKERTO
Luki Subandi FTMD BANYUMAS
Susanto FMIPA LAMPUNG
Nur Chamidah SF NGANJUK
Surya Dewi Wahyuningrum FMIPA MOJOKERTO
Reycal Darson Mahmud FMIPA GORONTALO
Agnes Novita Sabatina FTTM BANYUMAS
Pomto Jaya FTTM JAMBI
Achmad Arbi STEI JAKARTA

Saya ucapkan selamat kepada para penerima beasiswa, semoga berhasil menyelesaikan sekolahnya di ITB dan bisa menyumbangkan ilmunya buat bangsa Indonesia.

By the way, jumlah dana yang terkumpul adalah sebesar Rp. 32 Milyar. Setiap satu orang penerima diperkirakan perlu Rp. 1 Milyar untuk menyelesaikan sekolahnya di ITB. Artinya, masih ada jatah 5 orang lagi yang akan dipilih melalui jalur SNMPTN tanggal 1 Juli nanti. Bagi yang masih berminat mendapatkan, masih ada kesempatan. Silahkan dipergunakan sebaik-baiknya.

  • Share/Bookmark

Tempat Menjemur Idaman

Tuesday, June 23rd, 2009

Jaman sebelum menikah dan awal-awal menikah dulu, salah satu rubrik yang saya sering lihat baik di media koran, majalah, televisi, atau internet adalah yang berkaitan dengan griya alias rumah. Seperti biasa, menikmati rancangan indah bagian-bagian rumah sangat menyenangkan mata dan hati. Melihatnya, bagaikan melihat rumah impian, rumah masa depan, rumahku surgaku.

Secara umumnya, bagian rumah yang sering dibahas adalah: taman, ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur, dapur, ruang makan, ruang belajar, perpustakaan pribadi, ruang ibadah, kamar mandi, dan tempat menyimpan kendaraan.

Bahasannya pun macam-macam. Dari mulai konsep tradisional, konsep modern, konsep minimalis, dan banyak konsep lainnya. Seolah seperti fashion, konsep-konsep rumah berkembang sedemikian rupa.

Sesampainya di tempat tinggal saya sekarang pun, kesenangan melihat rumah tetap berlanjut. Kebetulan di sekitar tempat saya adalah lingkungan perumahan yang baru dibangun. Ini kesempatan bagus, melihat-lihat rumah bukan cuma bentuk ruangnya saja tapi juga pengisinya.

Seperti biasa, di perumahan yang baru dibangun ada rumah contoh. Dari mulai rumah yang paling murah sampai yang paling mahal semua ada contohnya. Tidak cuma rumah yang kosong, rumah contoh yang sudah berisi pun juga tersedia. Misalnya rumah contoh yang foto-fotonya saya sertakan di sini.

Rumahnya bagus, besar, dan bertingkat. Kalau masih kosong sih biasa saja, tidak ada yang istimewa. Tapi begitu lihat rumah contoh yang berisi, waw, indahnya. Baru terlihat kalau berkelas. Memang pemilihan barang juga menentukan tingkat keindahan interior dan eksterior rumah.

Bandar Universiti Lake View

Bandar Universiti Lake View

Ruang Makan dan Ruang Tamu

Ruang Makan dan Ruang Tamu

Ruang Tidur

Ruang Tidur

Dapur

Dapur

Terlihat bagus kan? He he he.

Tapi dari sekian banyak bahasan rumah, belum ada yang membahas khusus tentang tempat menjemur idaman. Kecuali bagi orang yang mempercayakan pengurusan bajunya kepada laundry, saya percaya tempat menjemur adalah tempat yang penting bagi semua penghuni rumah. Bayangkan, kalau punya banyak koleksi baju bagus tapi ngga bisa dipake gara-gara bajunya kotor atau sudah dicuci tapi belum kering. Sedih kan?

Karena itu di sini saya ingin membahas tempat menjemur idaman. Biasanya, kalau orang tidak memperhatikan keindahan rumah jika dilihat dari luar, penghuninya sih cuek aja menjemur pakaian yang terlihat dari depan rumah. Ada yang di taman dan ada juga yang di tingkat atas. Ada yang pakai tempat menjemur permanen, ada juga yang pakai portable. Tapi menurut saya, tempat jemuran yang ditaruh di tempat yang dapat dilihat dari depan rumah itu mengganggu pemandangan bahkan merusak keindahan rumah. Coba bayangkan, rumah bertingkat, bagus, cat mahal, tapi ada kain yang berkibar-kibar warna warni. Dari mulai popok bayi sampai daleman orang dewasa. He he he, geli deh pasti lihatnya.

Tempat menjemur lainnya biasanya ditaruh di belakang rumah. Ini sih bisa menghindari pemandangan menggelikan terlihat dari luar. Tapi kadang-kadang, belakang rumah itu terhalang dinding, baik dinding rumah sendiri maupun dinding rumah tetangga. Akibatnya pemanasan dan pengeringan pakaian berlangsung kurang sempurna. Kadang pakaian yang seharusnya kering dalam tiga jam, tidak kering setelah dijemur seharian. Tidak menggelikan tapi menggemaskan. Apalagi kalau ruangannya tertutup, cenderung menjadi lembab dan akhirnya banyak tumbuh lumut deh.

Tempat menjemur idaman bagi saya, mungkin bisa diletakkan di lantai atas. Tempatnya memang di belakang rumah, terhalang dari pandangan orang yang lalu lalang di depan rumah, tapi cukup mendapatkan sinar matahari dan hembusan angin. Dengan demikian jemuran bisa cepat kering. Selain itu, tempat menjemur juga harus terlindung dari hujan. Kalau seandainya hujan, pakaian yang sudah hampir kering tidak menjadi basah kembali akibat terkena air hujan. Dindingnya pun harus tahan air, supaya tidak lembab akibat air yang menguap dari pakaian yang dijemur.

Coba bayangkan, ada sebuah ruangan yang berukuran 24 meter persegi, beratapkan fiber atau kaca, memiliki cukup jendela atau tempat mengalirnya udara, dan dindingnya dibuat dari beton beraerasi seperti buatan hebel. Wah tentu kegiatan menjemur jadi menyenangkan karena pakaian cepat kering dan aman. Apalagi kalau malam bisa dijadikan tempat kongkow menikmati keindahan langit malam. Setelah pakaian dimasukkan ke tempat setrika, bisa gelar kursi deh buat menikmati malam bersama pasangan. Itu baru namanya tempat menjemur idaman.

Sayangnya, di rubrik griya belum ada bahasan khusus untuk tempat menjemur ya. Kayaknya seru juga kalau ada bahasan tempat jemuran konsep minimalis, tradisional, atau tekno. He he he. Mimpi kali yee. Tapi siapa tau aja ada yang mau bikinin buat saya. 24 meter persegi saja, 30 juta rupiah. Hebel kali ya yang mau bikinin, kan dulu pabriknya yang di karawang juga saya bantuin. Aamiin.

  • Share/Bookmark

Ngajedog Di Larut Malam

Saturday, June 13th, 2009

Malam makin larut, sudah hampir jam 2 malam. Mata sudah memberat, tapi jemari masih mau menekan tuts keyboard. Lihat e-mail udah, lihat facebook udah, lihat detik.com juga udah. Mau lihat yang lain, ga tau mau cari apa. Akhirnya terdiam saja di depan laptop yang sudah menyala seharian.

Sebenarnya bisa saja sih, nerusin riset atau finishing touch paper simposium. Tapi hati ngga ngasih, berat rasanya. Seperti orang yang sudah jenuh mengerjakannya. Padahal katanya sudah deadline, tapi mudah-mudahan masih jadi liveline.

Akhirnya menemani istri saja, yang asyik menonton film tornado versi Jerman di TV RTM2. Dia asyik sendiri, aku juga asyik sendiri. Dia menghabiskan waktu, aku juga menghabiskan waktu. Dia asyik mantengin TV, aku asyik mantengin laptop.

Ingat-ingat belum sholat Isya, insya Allah nanti sholat dulu sebelum tidur. Tadi sekarang belum mau tidur. Belum tenang di hati dan belum tenang di jemari. Makanya jadi tulisan yang satu ini, walaupun isinya ga tau apa. Yang penting ketik, bahkan ngga sempat juga difikirkan.

Lagi pula pengunjung blog ini semakin lama sekain sedikit. Biasanya sehari paling ngga 300an orang yang datang. Kemarin cuma 260 an saja. Apa udah ngga ada yang menarik lagi ya di blog ini. Tap memang rasanya banyak yang datang kalau lagi ada tulisan tentang lowongan pekerjaan atau beasiswa. Tulisan kegiatan sehari-hari ga terlalu banyak yang mencari. Jaman sekarang ini memang lebih banyak orang yang cari kerja tau beasiswa dari pada yang mau tau urusan orang lain hehehe.

Asli, kalau lowongan kerja atau beasiswa paling banyak di posting di facebook, di page tempat aku mengajar. Biar alumni dan mahasiswa yang kuliah di sana bisa cepat kerja atau nerusin sekolah. Kalau di blog ini, banyaknya sih kegiatan sehari-hari aja.

Senangnya kalau ada yang merasa terbantu dengan kegiatan sehari-hari. Misalnya ada yang terbantu dengan tulisan jalan-jalan, tulisan tentang energi, atau tulisan tentang komputer. Rasanya seperti yang saya lakukan tidak sia-sia.

Bagaimana dengan blog anda?

  • Share/Bookmark

Berita Beasiswa Lagi

Friday, June 12th, 2009

Beasiswa untuk anak SMP, ke Singapura. Dibiayai dari kelas 3 sampai persiapan kuliah. Berita lengkap di http://www.moe.gov.sg/education/scholarships/asean/indonesia/

Syaratnya, lahir tahun 93 – 95, dan sudah ikut UAN. Pendaftaran terakhir sampai 15 Juli 2009.

Beasiswa untuk lulusan D3 informatika ke S1 di Multimedia University Malaysia dari XL. Berita lengkap di http://www.xl.co.id/tabid/274/newsId/407/Default.aspx

Syaratnya, pokoknya ga lebih dari 23 tahun umurnya dan yang akan lulus tahun ini pun boleh ikut daftar. Pendaftaran paling lambat 30 Juni 2009

  • Share/Bookmark