Entries RSS Comments RSS

Sistem Pertahanan Indonesia

Sebagai negara kepulauan yang luas dan juga banyak warga negaranya tentu sistem pertahanan yang baik sangat diperlukan. Menjaga kedaulatan bangsa dan juga melindungi bangsa Indonesia dari ancaman dalam dan luar negri adalah beberapa tujuan dari sistem pertahanan yang baik.

Sedihnya memang, banyak peralatan sistem pertahanan belum bisa diproduksi sendiri di dalam negeri. Perangkat militer seperti radar, pesawat tempur, roket, satelit, dan juga berbagai macam senjata masih harus diimpor dari luar negeri. Susahnya lagi kalau terkena embargo peralatan tempur, maka kita akan kesulitan bahkan untuk sekedar memperbaiki peralatan.

Beberapa waktu lalu juga ramai diberitakan tentang banyaknya korban dari pihak militer Indonesia akibat kegagalan fungsi peralatan seperti pesawat latih dan helikopter. Ngga cuma Indonesia sih yang seperti itu, Malaysia juga mengalami hal yang sama. Tapi karena banyak uangnya, tentu Malaysia mampu beli pesawat dan heli yang baru. Malah sekarang Malaysia sudah punya kapal selam yang dibeli dari Perancis.

Untungnya, Indonesia masih punya sumber daya manusia yang hebat. Meskipun sekarang uangnya belum banyak, tetapi dengan berjalannya waktu insya Allah kemampuan untuk menyediakan sendiri sistem pertahanan di Indonesia akan semakin baik. Berikut ini beberapa contoh produksi alat yang berpeluang besar menjadi pendukung sistem pertahanan.

Panser

Beberapa saat setelah pemilu, PT Pindad yang ada di Bandung menyerahkan sebagian panser buatan sendiri untuk militer Indonesia. Ini adalah panser pertama yang berhasil dibuat di dalam negeri. Memang kehandalannya belum teruji di medan perang sungguhan, tapi saya yakin produk ini sudah mengalami pengujian ketat dalam waktu yang lama sehingga bisa diluncurkan sebagai kendaraan perang resmi. Berita agak lengkap bisa dibaca di Kaltim Post.

Roket

Akhirnya Indonesia mampu meluncurkan roket medium. Memang diameternya ga lebih dari setengah meter, tapi jarak jangkauannya lumayan jauh. Kalau benar bisa dikendalikan maka bisa dipakai menembak sasaran dari jarak 100 km.

Roket ini dibuat oleh LAPAN oleh bangsa Indonesia sendiri. Selain berpotensi untuk peluru kendali, roket juga bisa dipakai untuk keperluan eksplorasi antariksa. Menurut rencana, tahun 2014 atau lima tahun setelah tulisan ini dibuat Indonesia sudah bisa meluncurkan satelitnya sendiri dengan roket buatan sendiri.

Satelit

Satelit terutama dibutuhkan dalam telekomunikasi tapi bukan tidak mungkin bisa dimodifikasi untuk kebutuhan sistem pertahanan. Sistem pertahanan Amerika yang menggantungkan informasi dari GPS juga bukan tidak mungkin suatu saat nanti bisa dibuat oleh bangsa Indonesia.

Selain itu, satelit juga bisa dipakai untuk kegiatan mata-mata, melakukan pengintaian ke tempat-tempat yang dicurigai sebagai pengancam kedaulatan negara. Contohnya adalah program google earth yang kadang dipakai juga untuk merencanakan penyerangan ke tempat-tempat tertentu.

Indonesia rasanya sudah punya kemampuan untuk bikin satelit. Beberapa anak bangsa yang sedang sekolah di luar negeri juga sudah dikenal mampu membuat satelit sendiri. Misalnya yang ditunjukkan mahasiswa Indonesia di Belanda yang merancang nano satelit yang akan diluncurkan tahun 2010 untuk keperluan telekomunikasi.

Radar

Radar biasanya digunakan untuk mendeteksi adanya kendaraan-kendaraan asing di laut dan udara. Penting juga untuk sistem pertahanan misalnya seperti yang dilihat di film pearl harbour. Padahal sudah jelas ada pesawat musuh yang masuk dalam wilayah radar, tapi akibat kecuaian akhirnya pearl harbour hancur lebur diserang Jepang.

Mungkin radar buatan Indonesia seperti yang diberikan di kompas, belum bisa mendeteksi pesawat siluman. Tapi tetap ini adalah suatu perkembangan yang baik bagi sistem pertahanan Indonesia. Dengan kemampuan memproduksi radar sendiri maka diharapkan Indonesia mampu menjaga batas-batas terluar negara dari masuknya ancaman-ancaman luar negri. Ancaman ga selalu dalam bentuk ancaman militer. Nelayan asing atau penyelundup juga ancaman, yang mungkin dengan adanya radar bisa dideteksi dengan lebih baik.

  • Share/Bookmark

Tags:

6 Responses to “Sistem Pertahanan Indonesia”

  1. jack says:

    Mantap ya kalau Indonesia jadi negara kuat di Asteng. Yang jelas, negara tetangga gak bakalan mancing di perairan kita.

  2. saya sedih ketika mendengar alutsista negeri kita sedang dalam keadaan ndak berse, pak iawan., padahal, altsista yang baik akan mampu membuat pertahanan negara kita jadi lebih mulia dan bermartabat. semoga ke depan makin baik.

  3. ada hal yang lebih mendasar untuk dituntaskan terlebih dulu sebelum bicara alutsista. yaitu tentang filosofi dasar kebijakan pertahanan nasional terkait pada politik luar negeri Indonesia.

    hal ini menjadi penting, mengingat selama ini kebijakan pertahanan nasional seolah-olah terlepas dari kebijakan luar negeri Indonesia. padahal kebijakan pertahanan nasional sangat ditentukn oleh kebijakan luar negeri.

    ambil contoh mialnya negara AS, kebijakan luar negeri AS yang sangat ekspansif untuk menguasai dunia membuat mereka membangun kebijakan pertahanan yang berifat pre-emptive strike defense. semua hal yang “dianggap” membahayakan kepentingan Amerika akan dihancurkan sedini mungkin bahkan sebelum menyerang AS.

    lalau bagaimana dengan kita yang menganut kebijakan luar negeri bebas aktif? apa rumusan derivasinya untuk kemudian bisa diterjemahkan dalam kebijakan pertahanan kita? dua pertanyaan tersebut perlu untuk dijawab guna menentukan sistem pertahanan dimana di dalamnya diatur pula tentang alutsista, komponen utama, cadangan dan pendukung.

    belum lagi pertimbangan geografis dimana Indonesia adalah negara kepulauan yang tentu berbeda dengan AS yang continent.

  4. edratna says:

    Hayoo…hayoo…..Indonesia pasti bisa menjadi negara yang kuat…
    Bukankah putra putri Indonesia banyak yang pintar?

Leave a Reply