Entries RSS Comments RSS

Rejeki Mbah Surip

Nasib manusia memang (kebanyakan) seperti roda yang berputar, kadang di bawah kadang di atas dan juga kadang di samping. Begitu pula nasib seorang manusia bernama Mbah Surip.

Datang ke Jakarta memakai sepeda dari Jawa Timur dan harus kehilangan sepedanya akibat terbakar bersama tempat penitipannya, Mbah Surip tidak aneh dengan kehidupan kelas bawah Jakarta.

Hidup dari rumah kardus ke rumah kardus, luntang lantung ngga karuan sampai akhirnya pertemuan dengan seorang pemusik merubah jalan hidupnya seperti sekarang.

Baru saja beberapa bulan lalu, Mbah Surip menjadi fenomena dengan lagu-lagu sederhana yang banyak dijadikan ringtone oleh selebritis Indonesia macam Maia dkk. Yang tadinya hidup di rumah kardus, sekarang hidup di rumah bagus. Bahkan yang namanya hotel mewah pun sudah tidak aneh lagi.

Baru menikmati nasib mujur selama beberapa bulan, Mbah Surip sudah habis waktunya di dunia. Seperti kata orang, yang namanya nasib, jodoh, dan rejeki itu rahasia Tuhan, dan setiap manusia sudah punya takarannya masing-masing.

Mungkin, Rejekinya Mbah Surip cukup sampai di sini. Uang banyak, rumah bagus, dan yang lainnya sekarang sudah menjadi rejeki orang lain. Mbah Surip menjadi jalan rejeki.

Mudah-mudahan, hidup Mbah Surip bukan hidup yang sia-sia. Mudah-mudahan, kehidupan di alam lainnya setenang akhri hidupnya. Cukup penderitaan di dunia saja, saat muda dulu. Mudah-mudahan ahli warisnya ngga sibuk memperebutkan harta, tapi sibuk mendo’akan Mbah Surip. Amal Mbah Surip sudah selesai, tinggal do’a dari keluarga saja yang bisa menenangkan hidup Mbah Surip di sana.

Selamat jalan Mbah Surip. Selamat, Mbah sudah berhasil menikmati perjuangan hidup Mbah walaupun cuma sebentar. Alhamdulillah masih bisa menikmati disaat yang lain masih berjuang untuk mendapatkan apa yang Mbah dapatkan.

Allohummaghfirlahum war hamhum wa ‘afihi wa’ fu ‘anhum.

  • Share/Bookmark

3 Responses to “Rejeki Mbah Surip”

  1. pertama yang saya pelajari dari mbah surip, adalah sebaiknya sebagai manusia memilih hidup dengan hati( Passion ) daripada diatur otak untuk mengejar materi. Hal ini dilihat dari ia yang memilih jadi pemusik dibanding sebgai pegawai di tempat minyaknya dulu.

    dua, kekuatan social media kembali menguatkan brandnya walaupun dengan lagu sederhana, dan tidak mampu ‘bersaing’ ..alhasil dia justru lebih besar dari musisi lokal lain . Walaupun dalam waktu singkat

    • Perusahaan minyak? Kalau di koran republika, ada kilasan balik sekolah dan pekerjaan Mbah Surip dulu, yang ga cerita tentang perusahaan minyak. Memang, lain ladang lain belalang, lain sumber lain ceritanya.
      Anyway, perjuangan musik mbah Surip ga singkat, karena ternyata lagu tak gendong itu adalah album ke empat (katanya lho ya), dan sudah keluar sejak tahun 2003. Tapi baru sekarang terkenalnya.
      Yah, namanya juga nasib manusia.

  2. dav says:

    Selamat jalan MBAH SURIP . . .
    http://wwwvideoindonesia.blogspot.com
    I LOVE U pull ! ! !

Leave a Reply