Dalam setahun ini, keluarga kami menerima anggota baru tapi juga kehilangan beberapa anggota lama. Bahagia dan sedih, datang silih berganti. Wajar mungkin, karena juga namanya hidup.
Bulan Agustus tahun kemarin, kami kedatangan anggota keluarga baru. Adik saya menikah dengan wanita pilihannya. Kedatangan dipestakan di sebuah pantai di Anyer sana. Saya pun, menyempatkan diri datang untuk merayakannya. Maklum, kami cuma berdua kakak beradik. Kalo satu kelewat, ya sudah memang kelewat saja. Alhamdulillah sempat datang ke Indonesia meskipun cuma dua minggu saja.
Ini namanya bahagia. Menyatukan dua manusia dan juga dua keluarga. Kata orang, membuka pintu rejeki yang lain. Doa saya mudah-mudahan adik saya dan istrinya hidup bahagia dengan keluarga barunya.
Kejadian kedua, adalah kepergian Bapak Mertua saya. Memang sudah lama sakit, sejak saya belum menikah pun katanya memang sudah terasa. Saat kami baru menikah pun, sempat di rawat di rumah sakit selama seminggu dan menurut dokter kemungkinan hidup sudah sangat kecil.
Alhamdulillah, kami masih bisa bersama selama 7 tahun. Masih sempat bersama-sama menikmati indahnya kebersamaan, berhari raya, jalan-jalan, dan juga melihat cucu-cucunya lahir. Tapi memang takdir menentukan, Oktober 2008 adalah hari kepergian beliau.
Untungnya istri saya sempat pulang. Dalam beberapa hari menjelang kepergian beliau, memang sudah terasa aura yang kurang enak. Akhirnya disaat-saat terakhir kami memutuskan untuk memulangkan istri dan anak terkecil kami, mudah-mudahan masih sempat bertemu disaat terakhir kalau memang sudah waktunya berpulang. Alhamdulillah, masih bisa menemani sampai menghembuskan nafas yang terakhir disisi beliau. Saya sendiri tetap di Malaysia dengan 2 anak yang sudah bersekolah. Semoga diampuni dosa-dosanya dan diberikan tempat terbaik di kuburnya.
Kemudian, sepupu saya meninggal dunia juga. Umurnya masih mudah, di bawah saya. Mungkin belum sampai 30 tahun. Saat itu istrinya masih mengandung, hamil besar. Kasihan juga belum sempat melihat merasakan indahnya hidup bersama keluarga. Semoga diampuni dosanya dan diberikan kemudahan hidup bagi keluarga yang ditinggalkan. Hidup menjadi yatim sejak belum lahir, tentu bukan hal yang mudah.
Beberapa lama, ngga ada yang datang pergi. Akhirnya awal minggu ini saudara sepupu yang lain juga meninggal akibat sakit kanker. Sudah agak lama berobat, katanya sih sudah baikan. Tapi seminggu kemarin terasa kembali dan akhirnya tidak dapat bertahan lebih lama di dunia fana ini. Semoga diampuni dosanya.
Kemarin, ternyata keluarga kami kedatangan anggota baru. Adik saya yang menikah setahun yang lalu mendapatkan anak pertamanya. Seorang perempuan cantik yang menambah lagi keindahan sebuah keluarga. Semoga menjadi anak yang soleh, bermanfaat bagi agama, bangsa, dan keluarga. Membawa kebahagiaan untuk keluarga dan menjadi jalan ke surga bagi kedua orangtuanya.
Tags: keluarga