Entries RSS Comments RSS

Rumah Kita Sendiri

Lebih baik di sini, rumah kita sendiri. Begitu kata Gito Rollies, eh Ahmad Albar ding. Lagu yang suka saya putarkan, kalo kira-kira lagi kangen sama Indonesia.

Memang enak tinggal di Malaysia sini. Harga makanan, bensin, dan listrik murah, ngga terlalu banyak orang, cenderung lebih aman dan ga banyak pemeriksaan. Tapi seenak-enaknya tinggal di negeri orang, masih lebih enak tinggal di negeri sendiri.

Sementara itu, ada juga sih yang merasa lebih nyaman tinggal di Malaysia. Meskipun masih punya tanah warisan dan rumah di Indonesia, semua diserahkan kepada saudaranya. Ada juga sih, yang emang ngga punya rumah di sana, jadi lebih rela dikejar-kejar RELA daripada balik ke Indonesia.

Saya merasa ga nyaman di sini, mungkin karena ga bisa bebas melakukan apa yang saya mau. Maksudnya, uangnya pas-pasan aja sih buat kehidupan sehari-hari hehehe. Kalo uangnya berlebih, mungkin mikir ulang kalo mo balik.

Lah, kalo uangnya pas-pasan, ya mending di Indonesia. Ada banyak kegiatan yang bisa diikuti. Setidaknya, bisa menghibur diri dari kecukupan uang. Di sini, entah apa lagi yang bisa dilakukan. Semua perlu ke tempat yang jauh dan bersama orang-orang jauh.

Enak di tempat asal sendiri. Bandung yang (dulu pernah) sejuk (sekarang panas juga bo). Mau ke Mall, tinggal jalan. Mau ke Masjid tinggal pergi. Mau ke sodara-sodara, tinggal angkat telepon. Hidup ngga pernah sepi. Pas banyak uang, banyak yang bisa dilakukan. Pas ngga ada uang, banyak yang menemani. Hi hi hi.

Rumah kita, kapan kita bertemu kembali?

  • Share/Bookmark

2 Responses to “Rumah Kita Sendiri”

  1. Bener banget mas, home sweet home, hehehehe.
    Tapi kayaknya nyaman tuh tinggal di malaysia mas?

  2. dhodie says:

    Hahaha hujan emas dinegeri orang, hujan batu di negeri sendiri… tetep milih hujan batu ya bro hihi…

    Setuju banget bahwa gak ada yang paling nyaman dibanding rumah kita sendiri!

Leave a Reply