Alkisah, ada seorang santri yang belajar di sebuah pesantren. Santri tersebut sudah lama belajar tapi herannya kiyai di pesantren itu ga pernah menaikkan levelnya untuk belajar ilmu yang lebih tinggi. Bertahun-tahun dia hanya belajar surat Al Fatihah saja sedangkan teman-teman seangkatannya sudah diajar surat-surat yang lain bahkan belajar bahasa Arab dan juga ilmu hadist.
Akhirnya si santri itu merasa jenuh belajar hal yang sama dan memutuskan untuk berhenti, pulang ke kampung halamannya. Di perjalanan pulang dia beristirahat dan kebetulan di dekatnya ada tetesan air yang jatuh di atas sebuah batu keras.
Santri itu memperhatikan, air hanya menetes sedikit saja di atas batu. Tapi di tempat tetesan air itu sudah terbentuk lubang yang cukup dalam. Melihat hal tersebut si santri sadar, bahwa sesuatu yang sederhana bila dilakukan terus menerus akan bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Setetes air yang lembut bisa melubangi batu yang keras.
Akhirnya si santri itu kembali lagi ke pesantrennya untuk meneruskan pelajarannya. Dia percaya, meskipun hanya belajar hal yang sederhana kalau dilakukan terus menerus insya Allah akan memberikan hasil yang luar biasa.
Amma Ba’du or by the way.
Melihat berita dari Indonesia saat ini, rasanya sangat miris. Dari hari ke hari, dipenuhi oleh berita-berita yang merusak hati. Mulai dari bencana alam, penyunatan bantuan, cicak buaya, sampai ke perilaku menyebalkan lainnya. Ga cuma berita, filmnya juga banyak yang rada-rada gitu deh (maklum, di Malaysia juga masih bisa nonton sinetron Indonesia)
Berita-berita yang sedikit demi sedikit akan merubah hati. Dulu bangsa Indonesia terkenal peramah, baik hati, suka menolong akan berubah juga.
Rindu juga dengan berita-berita atau materi yang bisa mengedukasi. Atau mungkin edukasi ngga laku untuk jadi berita ya? Sensasi yang lebih laku.
Ada ga ya, situs yang khusus membawa tajuk “Berita Baik dari Indonesia” ? Meskipun ada situs goodnewsfromindonesia, tapi rasanya kita butuh lebih banyak lagi.
Biar bisa seperti air yang membasuhi jiwa kering.