Entries RSS Comments RSS

Kem Jejak Kembara 2009

Knock knock knock, anybody home?

Sudah lama juga ngga nulis di blog ini. Lebih dari satu bulan tanpa satu tulisan pun. Alhamdulillah pengunjungnya masih tetap setia, dengan rata-rata 250 orang pengunjung per hari. Seperti biasa, topik yang masih dibaca orang adalah tentang komputer dan beasiswa.

Kali ini, topik tulisan berkaitan erat dengan pendidikan. Sekitar pertengahan Desember 2009 saya ikut menjadi fasilitator di acara kem jejak kerjaya 2009 (Career Explorer Camp), yang diselenggarakan atas kerjasama Petrosains dan UTP. Sponsor utama tentu saja PETRONAS.

Camp ini diselenggarakan sebagai salah satu program investasi sosial korporat dari PETRONAS. Target pesertanya adalah para pelajar setingkat SMA kelas 2 yang mengambil pendalaman di bidang sains. Yang agak beda, target peserta dinyatakan sebagai yang pertengahan, antara maju dan tidak maju. Harapannya peserta menjadi terinspirasi untuk maju, dan memilih bidang kerja yang berkaitan erat dengan sains dan teknologi, terutamanya yang berhubungan dengan dunia minyak dan gas sebagai lahan pendapatan PETRONAS.

Kenapa harus sains dan teknologi? Ternyata negara maju mengakui kalau kemajuan yang mereka dapatkan adalah hasil penemuan saintis dan engineer. Contohnya: listrik, lampu, mobil, obat, pesawat terbang, bom nuklir, dan lain sebagainya adalah produk yang menunjang pencapaian sebuah negara menjadi negara yang maju. Mungkin hampir ga ada sebuah negara jadi maju karena memiliki sastra tingkat tinggi.

Karena itulah, negara maju seperti Amerika merasa khawatir karena tingkat peminatan sains dan teknik di sana mulai berkurang. Padahal selama ini mereka sangat bergantung pada penemuan baru dibidang sains dan teknologi untuk bisa terus berkompetisi. Bisa dilihat juga negara China yang mampu menyusul perkembangan sains dan teknologi di negara maju lainnya, ditambah lagi dengan kemampuan menjual yang tinggi tentu tinggal tunggu waktu saja menjadi negara adikuasa tertinggi.

Kalau sebuah negara tidak mampu berproduksi dengan sains dan teknologi, paling banter akan jadi negara konsumen dan penjual saja. Misalnya, jangan heran kalau suatu saat nanti Indonesia cuma bisa jualan baju saja karena ngga mampu memproduksi sendiri bajunya. Kalah murah oleh produk China.

Malaysia sendiri menetapkan target, 60% siswa minat ke sains dan teknologi sedangkan sisanya ke jalur sastra, ekonomi, dan lainnya. Sebuah target yang berat karena seperti juga di negara lain, orang lebih tertarik menjadi penjual, atau pengacara karena penghasilannya lebih tinggi. Apalagi dengan banyaknya program menjadi selebriti secara instant. Tentu saja menggiurkan, menjadi kaya dan terkenal dalam waktu singkat dari program-program reality show seperti idol dan sejenisnya.

Nah, PETRONAS sebagai salah satu perusahaan milik negara Malaysia ikut serta dalam program pencapaian target itu melalui Petrosains. Ternyata banyak juga ya institusi pendidikan di bawah PETRONAS ini. Selain UTP, Petrosains, masih ada lagi ALAM dan INSTEP. Malah katanya, lulusan INSTEP yang mengkhususkan di program profesional seperti diploma dan sertifikasi bidang proses kimia banyak dicari sekarang ini.

Kembali lagi ke camp tadi, Petrosains dan UTP sebagai salah dua lembaga pendidikan di bawah PETRONAS bekerja sama untuk membuat camp yang merupakan edisi kedua pada tahun ini. Tujuannya untuk memperkenalkan dunia pekerjaan dibidang minyak dan gas (oil and gas) yang menjadi tumpuan PETRONAS untuk cari duit. UTP mengerahkan sekitar 14 orang mahasiswanya, dimana 7 orang mahasiswa undergraduate dari Malaysia dan 7 orang lagi mahasiswa Master dan PhD yang semuanya dari Indonesia, sebagai fasilitator.

Have fun, memperkenalkan konsep sains dan teknologi melalui “pekerjaan tangan”. Mengingatkan masa muda saya ketika dulu aktif di Pembinaan Anak-anak Salman. Wah, jadi terharu. Mudah-mudahan programnya juga berhasil mengaitkan peserta pada karir di bidang sains dan teknologi.

Di Indonesia, bukannya ngga ada sih program seperti ini. Program yang kayak begini sudah ada, tapi ngga terdengar. Orang-orangnya senang bekerja tanpa terlihat dan terdengar, tapi terasa hasilnya. Lagi-lagi, istri saya banyak kenal dengan orang-orang seperti itu. Program pemberdayaan masyarakat yang ngga harus lewat jalur pendidikan formal. Dilakukan oleh orang-orang berdedikasi tinggi seperti misalnya di Jawa Timur oleh salah seorang pengurus Nasyiatul Aisyiah dari Muhammadiyah.  Juga di Garut Jawa Barat yang digerakkan oleh banyak alumni dari ITB, Unpad, dan lainnya yang kalau mereka memikirkan karir tentu akan dapat karir baik. Ngga cuma dibidang oil and gas, bidang apapun mereka pasti terpakai. Tapi mereka memilih tinggal di desa, membantu anak desa menemukan dunia yang lebih luas, pemuda dan lelaki pencari nafkah di sana melihat peran sains, teknologi, dan ilmu-ilmu lainnya bisa meningkatkan taraf hidup mereka.

Wow wow, kebanyakan. Udah dulu ah. Selamat berjuang orang Indonesia, selamat berjuang orang Malaysia, semoga berhasil memajukan negara masing-masing.

  • Share/Bookmark

Tags:

3 Responses to “Kem Jejak Kembara 2009”

  1. edratna says:

    Sebetulnya di Indonesia lebih banyak orang bekerja untuk kepentingan orang banyak, kerjanya diam-diam…habis kalau udah ketauan bagus, dipublikasi, didatangi para pembesar…terus jadi komoditas politik..atau pemimpinnya juga jadi ikut senang berpikir yang lain-lain, tak fokus lagoi pada tujuan semula (cerita ini berdasar pengalama, walau ada juga yang sukses)

    Saya tahu Alumni S3 Monbusho-Jepang dan dari ITB yang kemudian lanjut ke Jepang juga membuat usaha, anak-anak elektro dan informatika banyak yang gabung ….mereka membuat program yang nanti akan menjadi chip, pasarnya luar negeri. Karena bekerja di perusahaan yang orientasinya pada riset dan teknologi, akhirnya anak-anak fresh graduate itu juga menginginkan melanjutkan kuliah ke LN…sudah banyak yang akhirnya melanjutkan ke Jerman, Belanda, Jepang…dan perusahaan yang dimiliki dosen ITB dan temannya tadi juga senang, mereka tetap menerima anak-anak baru lulus untuk merampungkan proyek2nya…dan anak-anak juga senang, mereka bekerja, belajar, sambil menunggu kuliah lanjutan.

  2. dhodie says:

    Mari berkarya, sob! :-)

Leave a Reply