Entries RSS Comments RSS

Sudah Tua

Home

Ketika membaca berita cacian seorang pendemo kepada wakil presiden saya tersentak kaget. Kagetnya karena pencaci itu berumur 35 tahun dan dibilang sebagai orang muda. Muda? Perasaan umur 35 itu di mata saya sudah tua. Eh ternyata melihat umur saya juga ya hampir segitu juga. Berarti saya sudah tua ya?

Serasa baru kemarin menikah. Saat ini pun hubungan dengan istri masih seperti pengantin baru. Tapi setiap hari sekarang saya mengantarkan dua anak saya ke SD. Sudah dua yang SD. Ga terasa.

Waktu terus berjalan, badan semakin ringkih. Dulu sewaktu kuliah, masih tahan bersepeda motor dari Bandung ke Garut jam 12 malam. Setelah itu tidurnya pun hanya sebentar dan dilanjutkan kembali lagi ke Bandung pagi harinya.

Sekarang, tidur siang kena kipas anginpun sudah langsung masuk angin. Hidung meler kepala berat dan perut mual. Tambah lagi, uban putih sudah mulai bermunculan, ga cuma di kepala kiri, yang kanan juga. Pantesan sekolahnya belum selesai juga.

Semakin hari, umur makin bertambah sedangkan jatah hidup makin berkurang. Seperti yang digambarkan dalam lagu dari The Panasdalam, intropeksi. Hidup seperti menghabiskan waktu yang tersisa.

Dihabiskan buat apa lagi ya, waktu tersisa untuk orangtua ini? Rasanya hidup masih monoton saja, belum cukup warna warni yang menghiasi umur. Mudah-mudahan ngga menyesal dengan apapun yang saya lakukan untuk menghabiskan umur saya.

  • Share/Bookmark

8 Responses to “Sudah Tua”

  1. edratna says:

    Benar…sekarang zaman reformasi…
    Benar…semua orang berhak memberi pendapat….
    Tapi, apakah cacian itu tak bisa diucapkan dengan nada santun, walau keras?
    Dan apakah pencaci itu merasa bahwa memang dia hebat?
    Saya sedih juga setiap kali ada anggota dewan yang ngomongnya kurang etika…padahal ada juga yang bisa menyampaikan pertanyaan dengan santun tapi tetap keras? Kalau sudah begitu, TV langsung saya pindah…

    • Kesantunan sudah mulai hilang dari panutan. Setiap hari yang terlihat di TV dan di lingkungan, cacian dan reformasi kebablasan. Semakin lama, semakin terintegrasi dengan moral bangsa, mengerikan juga ya.

      • indra bodout says:

        ya sangat sepakat ya mungkin para anggota legislatip harus belajar sopan santun kali ya dalam berucap…..
        pa karena terkikisnya moral bangsa juga yang akhir2 ini sangat ironis sekali….

  2. kalau 35 dah tergolong tua, saya yang 45 tahun berarti sudah tua pakai banget, pak. berapa pun usia kita, semoga bisa mremberikan yang terbaik buat keluarga dan orang2 terdekat kita, pak, syukur2 bisa bermanfaat buat kemajuan bangsa dan negara. *doh, kok jadi sok tahu saya, hehe … *

  3. dhodie says:

    Saia tentu masih mudah dong pak.. lah wong masih kepala 2 *meski ujungnya udah angka maksimal* :lol:

  4. @semua, tua muda bukan ukuran siapa yang akan meninggal duluan dan siapa yang paling banyak berbuat kebaikan. Mari tua dan muda berlomba berbuat baik.

  5. Ya saya sudah tua … hanya saja, semangat masih mudah he he

  6. cedrid says:

    terkadang konteks tua itu seperti apa sich?????
    dan memang benar adanya orang tua yang masih bersemangat jiwanya, dia mengaku walau umurnya sudah tua akan tetapi semangat jiwa mudanya masih membara…………..
    ha….he…..

Leave a Reply