Kanker adalah salah satu penyakit yang membunuh. Kadang disamakan dengan HIV AIDS yang belum ada obatnya. Paling banter, bagian tubuh yang kena kanker diangkat, setelah itu dikemoterapi supaya bagian-bagian kanker mati.
Tapi terapi seperti itu juga tidak menjamin. Kalau tanya dokter, berapa peluang sembuh setelah operasi pengangkatan dan kemoterapi, dokter akan kasih angka, tetapi tidak ada jaminan. Akhirnya banyak orang yang beralih ke terapi alternatif seperti herba atau obat tradisional.
Tidak semua obat tradisional akan manjur. Jodoh-jodohan. Salah satu alternatif yang sering dicari orang adalah yang ada di Malaysia. Koq ke Malaysia? Ya habis kalau cari di Jawa, orang dari Sumatra lebih berat ongkosnya daripada ke Malaysia. Salah satunya adalah yang terdapat di Pulau Penang. Websitenya boleh dilayari di cacare.
Dulu sewaktu mertua sakit kanker, pernah juga mau datang ke sana. Tapi cari informasinya susah sekali. Ga ketemu cari di internet. Saya baru tau kemudian dari kawan yang mengobati orangtuanya ke sana, tapi sudah terlambat.
Ternyata ada juga kesempatan saya ke sana yaitu saat istri perlu mengobati benjolan di leher. Menurut dokter sih, bukan sesuatu yang berbahaya tetapi perlu dioperasi kecil untuk menganalisa apa penyebab benjolan itu karena diberi obat berminggu-minggu ga juga sembuh. Resiko berobat, operasi, apalagi di negeri orang cukup besar akhirnya kami putuskan untuk mencoba pengobatan alternatif itu, meskipun penyakit yang ada di istri bukan kanker.
Dua kali saya pergi ke sana, pertama pakai kendaraan pribadi dan yang kedua pakai kendaraan umum. Tempatnya ada di Pulau Penang, sebelah Utara Malaysia. Pemilik tempatnya adalah seorang Doktor ahli tanaman beneran, bukan Dr. Humoris Causa seperti kebanyakan ahli pengobatan alternatif di Indonesia.
Pakai kendaraan pribadi cukup mudah. Setelah melewati jembatan Pulau Pinang., ambil jalan ke kanan menuju Georgetown. Di jalan itu akan dijumpai Tesco di sebelah kiri jalan. Belok ke kiri saat lihat Tesco. Ga lama akan ada pembagian jalan, ke terowongan dan ke kiri. Ambil yang ke kiri. Lepas itu ada bulatan tepat di bawah jembatan. Putar mengikut arah jembatan yang ke kanan. Jembatan itu adalah Jalan Sultan Azlan Shah yang akan menuju Jalan Gelugor tempat cacare berada.
Jalan Sultan Azlan Shan akan bertemu dengan pertigaan. Pertigaan pertama itulah yang akan kita lalui. Belok ke kiri di pertigaan, dan rumah ke dua yang anda temui di sebelah kiri adalah tempat praktek cacare.
Kalau naik kendaraan umum, saya pergi ke terminal Sungai Nibong, tempat bus express antar kota antar propinsi. Keluar ikut jalan keluar bus dari terminal dan menyeberang jalan untuk naik bis. Pilih bis nomr 301 atau 302, karena kedua bis itu yang lewat persis di depan cacare. Begitu lewat jembatan Sultan Azlan Shah siap-siap tekan tombol berhenti. Bis akan berhenti di perhentian bis, kira-kira dua rumah dari cacare.
Untuk kembali ke terminal bus express, saya harus menyeberangi jalan Sultan Azlan Shah lagi. Di seberang ada tempat perhentian bis dan tunggu bis nomor 303 yang akan mengantar langsung ke terminal. Bis akan masuk ke terminal, jadi ga usah khawatir nyasar.
Di klinik yang sebenarnya rumah biasa ini, ternyata cukup ramai kalau pas jam praktek. Jam prakteknya hanya Jumat jam 3 – 5 sore dan Minggu 7 – 9 malam. Di luar jam itu, ngga dijamin ada.
Sebenarnya sih bukan praktek, tetapi jam konsultasi saja. Kayaknya sih ahli botani ini punya pekerjaan utama yang lain. Katanya sih, dosen di Universiti Sains Malaysia. Jadi ga bisa setiap saat stand by di tempat itu. Untuk pembelian obat sih, bisa setiap saat yang diperlukan. Call dulu sih untuk memastikan ada yang stand by atau tidak.
OK, proses konsultasi ga pake penerawangan seperti pengobatan alternatif di Indonesia. Cuma ditanya ini itu, dan dilihat hasil pemeriksaan dokter dan laboratorium. Banyak hal yang dibicarakan, bukan ke masalah penyakit tetapi ke masalah bagaimana fikiran orang yang divonis penyakit ini dalam menghadapi kanker.
Orang kebanyakan jadi kalut setelah divonis sakit kanker. Siapa yang tidak akan kalut divonis penyakit membunuh? Seperti diberi vonis mati saja layaknya. Inti dari konsultasi adalah untuk mencerahkan fikiran bahwa kita masih bisa hidup dengan baik meskipun sudah menderita kanker. Kita bukan mati karena kanker, tapi mati karena memang sudah waktunya mati. Kita juga bukan sembuh karna obat, tapi sembuh karena disembuhkan oleh Allah.
Gitu aja sih konsultasinya. Gratis. Kalau mau ikut saran si ahli ini, kita akan dipersilahkan membeli paket herbal. Perkiraan saya sih, satu kotaknya seharga RM 50. Setiap jenis penyakit kanker punya herbal berbeda. Ada yang cukup 2 kotak, ada yang harus 5 kotak seperti istri saya. Satu kotak bisa dipakai selama satu minggu. Kalau herbalnya satu paket ada 3 kotak, artinya satu minggu habis 3 kotak. 2 Minggu, bisa 5 kotak. Makanya yang datang dari Indonesia belinya sekaligus banyak, sampai untuk 1 – 2 bulan.
Harga segitu hampir sama dengan obat herbal di Indonesia. Cuma beda di ongkos aja. Kalau yang dari Sumatra sih, lebih mudah ke Pinang daripada ke Jawa. Dari Jakarta juga cukup mudah dengan pesawat Air Asia.
Begitu aja dulu ceritanya. Nanti disambung lagi kalau mood. Wassalam.

Ternyata di Malaysia juga ada pengobatan alternatif ya
Ada bu, di belakang kontrakan saya sekarang juga ada yang buka pengobatan penyakit akibat makhluk halus. Tapi kalau kata teman saya, restoran di sini jauh lebih bersih dari jampi-jampi dibandingkan dengan yang ada di Indonesia bu.
Ada cabang Dr. Chris Teo yang di jakarta lho pak, untuk ramual herbalnya.
Dulu sy pernah diberi name-cardnya, tapi ketlisut …