Entries RSS Comments RSS

Toyota Motor

Home

Setelah membaca kegigihan Soichiro Honda dalam mendirikan perusahaan mobilnya, saya membuat suatu keputusan bahwa mobil impian saya adalah Honda. Honda, adalah simbol dari keberanian, kegigihan, keuletan untuk mencapai impian bagi saya.

Merek mobil yang lain ngga mampir ke benak saya. Bahkan mobil mahal seperti Ferrari atau Mercy tidak menarik buat saya. Ngga ada simbol apa-apa, selain kemewahan. Padahal mungkin para pendirinya juga punya perjuangan yang sama seperti Honda ya.

Hari ini, ketika read walking di perpustakaan saya menemukan buku How Toyota became #1. Toyota? Nomor 1? Siapa yang tidak tau mobil dengan merek Toyota. Dia dikenal sebagai mobil dengan purna jual terbaik dan kualitas yang cukup terjaga. Ngga cuma di Indonesia, di seluruh dunia Toyota akan (atau sudah ya?) menjadi penghasil mobil terbesar sedunia.

Toyota ngga pernah masuk dalam hitungan saya. Soalnya sempat baca sekilas, kalau Toyota corporation dimulai dari perusahaan pemintalan yang sudah cukup mapan di Jepang. Jadi bukan dimulai dari orang-orang yang berusaha sekeras Soichiro Honda. Ternyata saya salah.

Membaca lagi sejarah Toyota, dimulai dari Sakichi Toyoda yang berasal dari keluarga pemintal. Bukan pemintal yang banyak pekerjanya begitu, karena ibu dan kakak perempuan Sakichi juga jadi pemintal.

Melihat ibu dan kakaknya yang harus bekerja keras dengan mesin pemintal tradisional, Sakichi berusaha membuat alat pintal yang lebih baik. Pemintal yang bekerja membantu pekerjaan manusia, bukan mempersulit.

Dengan kerja kerasnya, jadi juga mesin pintal yang lumayan laku. Inilah yang membuat perusahaannya maju pesat. Bahkan dengan penghasilan perusahaan itu, Sikichi bisa bepergian ke Eropa terutama untuk melihat industri pemintalan di negara lain.

Dari hasil bepergian, Sikichi mampu memperbaiki mesin pintal buatannya. Bahkan dengan bantuan Engineer dari Amerika yang sedang mengajar di Jepang, Sikichi bisa membuat patent yang kemudian dibeli oleh perusahaan pemintalan dari Eropa.

Uang hasil penjualan patent ini yang kemudian dilabur untuk membuat perusahaan otomotif oleh generasi kedua, yaitu Kiichiro Toyoda. Dari hasil perjalanannya ke Amerika, Kiichiro melihat potensi mobil sebagai alat transportasi utama.

Banyak nilai-nilai penting dalam perusahaan Toyota yang membuatnya menjadi nomor satu di dunia. Salah satunya adalah sistem kebersamaan antara semua karyawan dari tingkatan yang berbeda.

Biasanya, eksekutif perusahaan memiliki mobil dinas mahal, supir, dan tempat parkir khusus. Kalau di perusahaan Toyota (di Jepang dan Amerika, ga tau kalo di Indonesia ya) semua karyawan menyupir sendiri kendaraannya. Selain itu, tidak ada tempat parkir khusus. Pokoknya first come first serve. Dan biasa saja melihat petinggi perusahaan makan bersama dan nonton bola bareng dengan satpamnya.

Masih banyak lagi nilai penting yang dituliskan dalam buku itu. Yang pasti, membuat saya berfikir ulang tentang mobil impian saya. Mungkin, bukan Honda lagi yang jadi target. Toyota, boleh juga.

Cuma, kapan ya bisa kebeli mobil sendiri? he he he.

  • Share/Bookmark

Tags: ,

Leave a Reply