Wednesday, January 20, 2016

Oleh-oleh Haji

Biasanya setiap jamaah tidak lupa membeli oleh-oleh dari KSA sebagai buah tangan. Ada juga pilihan beli di Indonesia seperti di toko peralatan haji. Tapi pilihan beli di Indonesia harus disesuaikan harganya. Harga bisa naik 3 kali lipat atau lebih.
Misalnya saja harga coklat kerikil 250gr di KSA hanya SAR 8 tetapi di Indonesia dijual dengan harga 95rb. Kurma Ajwa bisa didapat dengan harga 100 rb/kg sedangkan di Indonesia bisa sampai 350rb/kg.
Di mana membeli oleh-oleh? Sebaiknya membeli oleh-oleh di kedai-kedai dekat hotel saja. Harganya bisa lebih murah dibandingkan dengan di zam zam tower. Sebagai contoh di zamzam tower kopiah haji bisa SAR 5 satu buah sedangkan di kedai dekat hotel dapat 3 buah. Di Indonesia harganya sekitar 25rb satuannya, 140rb satu kodi. Lebih murah di sana sih, tapi lebih praktis beli di Indonesia kalau yang seperti ini asal belinya kodian.
Kopiah Harmein

Kurma kalau beli di zam zam tower harganya hampir mirip dengan di Indonesia. Jadi lebih baik beli di Indonesia. Kecuali kalau dari rombongan mengajak ke pasar kurma maka bisa dapat dengan harga jauh lebih murah. Kurma sukari dijual dengan harga SAR 20/ 3 kg. Jauh lebih murah dari pada harga di Indonesia yang bisa di atas 100rb / kg nya. Berikut ini penampakannya.
Kurma Sukari 3kg ada juga di Indonesia
Selain kurma yang sering dijadikan oleh-oleh adalah sajadah. Tentu saja harga di KSA jauh lebih murah. Beberapa bisa didapat dengan harga hanya SAR 10 per buah. Di Indonesia benda yang sama bisa berharga ratusan ribu rupiah. Karpet juga begitu. Karpet buatan Belgia yang tipis hanya berharga SAR 200 saja, sedangkan di Indonesia bisa 3 juta rupiah satunya.
Pertanyaannya: Bagaimana cara bawanya? Kami kirimkan baju-baju yang dibawa dari Indonesia lewat kargo. Jadi koper dan tas tenteng kosong dan siap diisi dengan barang-barang hasil pembelian di KSA. Koper besar bisa diisi sampai 32 kg sedangkan tas tenteng bebas saja.


Tuesday, January 19, 2016

Paket Haji dari Kemenag

Bila jamaah sudah membayar lunas ongkos naik haji, dia akan mendapatkan paket haji dari kemenag. Paket haji ini berupa:

Koper Haji dan Tas Tenteng (gambar dari kemenag nunukan)
Tas Pasport

Bahan Batik Haji

Warna dari koper, tas tenteng, dan tas passport biasanya dalam satu paket satu warna. Warna tergantung dari maskapai penerbangan yang akan membawa jamaah dari Indonesia ke KSA dan sebaliknya. Jadi satu kloter akan sama semua warnanya. Nanti akan muncul kesulitan saat akan mengambil koper/tentengan di hotel. Karena itu kalau yang ikut KBIH biasanya akan dibekali tali rambang yang memiliki warna tertentu. Contohnya di gambar koper besar itu kopernya sudah dibungkus oleh tali rambang. Biasanya per regu yang sama, jadi satu KBIH pun kalau regunya beda rambangnya juga beda. Kalau yang tidak pakai KBIH bisa beli sendiri rambangnya di toko penyedia peralatan haji.
Manfaat dari rambang adalah selain mengamankan koper juga akan mempermudah saat menaikkan atau menurunkan koper. Pokoknya saat memindahkan koper jadi lebih mudah kalau ada rambang. Apalagi kalau ditambahkan roda. Pengalaman saya saat tiba di hotel koper-koper diturunkan di hotel yang lain sehingga harus memindahkan antar hotel yang jaraknya sekitar 200 m. Lumayan jauh apalagi harus jalan kaki dan membawa koper seberat lebih dari 20 kg. Tali rambang dan roda akan mempermudah pemindahan.
Kemudian tas passport juga talinya tipis. Kadang khawatir juga talinya cepat putus. Jangan khawatir ada tawaran penggantian tali di asrama haji. Harganya standar tidak bisa ditawar. Tas passport ada tali selempang dan tali melingkar pinggang. Saya dulu dua-duanya diganti dengan yang lebih besar dan kuat, jadi saat desak-desakan thawaf tidak takut putus.
Bahan batik harus dijahit sendiri. Boleh jadi lengan panjang, lengan pendek, atau rompi. Wajib digunakan hanya saat pemberangkatan saja. Kalau mau dipakai saat di Mekkah atau Madinah sih boleh-boleh saja.
Tas pasport hanya diisi passport saat di imigrasi. Selebihnya setelah keluar dari imigrasi passport akan disimpan oleh petugas transportasi dan akomodasi. Jadi selama berhaji kita tidak membawa passport sama sekali. Ada isi lain yaitu catatan kesehatan. Catatan ini juga hanya dipakai saat di bandara, itupun acak. Tidak semua orang diperiksa catatan kesehatannya selama berhaji. Bahkan daftar obat yang harus dicap pun diperiksa secara acak satu atau dua orang saja setiap kloter. Selebihnya tas passport digunakan untuk membawa HP, powerbank, atau kamera saja. Uang juga boleh lah sedikit-sedikit untuk jajan.
Tas tenteng banyak digunakan saat kita ke Mina. Semua perbekalan dibawa dengan tas tenteng ini seperti pakaian ganti, kabel listrik, pemanas air, gunting rambut, abon, dll. Tetapi saat pergi ke arafah tidak begitu praktis bawa tas tenteng. Biasanya yang dari KBIH menyarankan membawa tas ransel. Tas ransel ini saat kita berangkat dan pergi di pesawat harus ada dalam tas koper besar karena maskapai hanya akan membawa koper besar dan tas tenteng. Tidak ada perbekalan lain yang boleh disertakan. Jadi nanti saat mau ke mina dan arafah barulah tas ransel ini dikeluarkan. Setelah selesai mina dan arafah, tas ransel bisa kita gunakan untuk mengirimkan barang-barang melalui kargo.
Tas koper disarankan tidak diisi dengan barang-barang berharga. Dikhawatirkan kalau menyimpan uang atau barang yang terlihat berharga mahal tas koper ini dibongkar. Bahkan kalau ada yang bawa rokok di koper biasanya sampai di bandara sudah hilang semua. Teman-teman saya juga ada yang tas kopernya terbuka dan beberapa barang seperti pakaian mahal, jam tangan, dan perhiasan sudah hilang. Barang berharga bawa terus di tas passport atau tas tenteng. Di beberapa kasus ada petugas yang menawarkan tas tenteng masuk bersama koper. Lebih baik tas tenteng di bawa sendiri saja ke kabin.











Friday, January 8, 2016

Peralatan yang Perlu Dibawa Saat Haji

Untuk memudahkan perjalanan haji dengan tidak berlebihan ada beberapa peralatan penting yang perlu dibawa. Peralatan ini akan memudahkan perjalanan haji atau membantu jamaah mengirit pengeluaran selama di sana.
Untuk keperluan internet dari Indonesia ada beberapa operator yang menyediakan paket internet. Misalnya saja telkomsel dan indosat sudah menyediakan paket haji ada yang berlaku selama 20 hari dan ada yang 40 hari. Harganya bervariasi dari 400rb sampai mendekati 1 juta rupiah. Kartu yang dibawa dari Indonesia akan langsung terkoneksi dengan operator yang ada di KSA. Enak sih karena tidak perlu pusing gonta-ganti operator, apa yang tersedia di sekitar bisa langsung dihubungkan. Tapi kadang pertimbangan harganya itu jadi penghalang karena cukup mahal. Selain itu di KSA juga tetap memerlukan operator lokal untuk melakukan komunikasi misalnya untuk koordinasi dengan keluarga atau anggota kelompok lainnya.
Untuk keperluan sehari-hari diperlukan tas kecil untuk membawa sendal, botol minum, dan quran saat pergi ke masjid. Jangan tas yang terlalu besar karena biasanya diperiksa di pintu masuk. Kalau tas yang besar kadang diharuskan menyimpan tas di loker yang ada di luar masjid. Contohnya seperti gambar di bawah yang biasanya jadi paket yang diberi oleh bank.
sumber gambar alibaba

Alat semprot air. Jangan yang terlalu kecil, tidak terasa semprotannya. Pilih yang ukurannya sebesar pembersih kaca. Diperlukan saat ada di luar masjid misalnya kalau ngga dapat tempat  karena terlambat datang. Atau sedang dalam perjalanan ke jamarot untuk lempar jumroh.
semprotan yang cukup besar
Sajadah kecil. Kepake di dalam masjid atau luar masjid kalau terlambat. Ini mah kepake setiap hari setiap saat. Bisa sih beli di KSA juga karena harganya jauh lebih murah. Jauh. Di Indonesia harga 450rb, di sana paling 120 rban.


Sendal seperti sendal gunung eiger, murah cuma 100rban. Handuk juga perlu kalau hotelnya tidak menyediakannya. Hotel tempat saya sih menyediakan handuk ganti dan seprei. Ga tau yang lain.
Senter tidak perlu dibawa karena hanya dipakai sebentar saja.



Thursday, January 7, 2016

Ongkos Naik Haji

Naik haji memerlukan biaya yang cukup tinggi. Karena itu salah satu syarat naik haji adalah bila mampu, termasuk mampu secara ekonomi. Meskipun demikian ada banyak orang yang mungkin secara lahiriah terlihat tidak mampu tetap memaksakan diri mengumpulkan uangnya sedikit demi sedikit agar mampu juga naik haji. Termasuk saya.
Ketika mendaftar untuk mendapatkan porsi setiap calon haji wajib menyetorkan uang sebanyak 25 juta rupiah ke bank syariah. Dulu sewaktu saya mendaftar tahun 2010 pertama kali di bank konvensional. Setelah itu pemerintah Indonesia mewajibkan pembayaran uang itu dilakukan di bank syariah. Karenanya saat pelunasan saya harus memindahkan akun tabungan dari bank konvensional ke bank syariah.
Bank syariah yang dipilih mana saja sama. Yang membedakan adalah barang-barang yang diberikan bank saat pelunasan yang biasanya standar saja yaitu tas, mukena, dan bahan baju haji. Perbedaan paling ada di tas dan mukena saja. Misalnya bank bni syariah memberi tas selempang sedangkan bank lain biasanya memberi tas gemblok bertali. Mukena hampir sama dengan logo masing-masing bank di bagian kepala.
Tata caranya biasanya dengan mendaftar terlebih dahulu ke kantor departemen agama kota/kabupaten masing-masing untuk mendapatkan nomor porsi. Lalu dari sana menuju ke bank untuk mendapatkan surat keterangan pembayaran 25jt. Uang 25 jt ini akan diambil dari rekening yang sudah kita buka. Biasanya saat setoran pertama harus dilebihkan sedikit sebagai syarat pembukaan rekening aktif di bank. Jadi lebihan ini yang besarnya minimal 500rb rupiah akan menjadi sisa isi tabungan kita selama menunggu nomor porsi kita mendapat panggilan untuk pelunasan. Nanti setelah kita pulang haji sisa ini bisa kita ambil. Ada dua pilihan kalau di bank bni syariah apa uangnya mau diinvestasi atau sekedar disimpan saja. Kalau disimpan saja, tidak dapat bagi hasil dan tidak ada biaya bulanan. Sedangkan kalau diinvestasikan maka dapat bagi hasil dan ada biaya bulanan.
Saat nomor porsi haji sudah mendapat giliran untuk pergi kita akan ditelepon oleh departemen agama untuk melunasi ONH. Besar pelunasan ini biasanya ditentukan sekitar 3 bulan sebelum berangkat dan besarnya berubah-ubah. Alhamdulillah saat kami berangkat jumlah setoran dalam USD menurun dari yang tadinya sekitar 3200 menjadi 2700. Perubahan signifikan ini membuat biaya lumayan terjangkau buat pegawai seperti saya. Cukup menambah 10 juta lagi sudah terlunasi.
Biaya ini terhitung murah jika dibandingkan dengan jamaah dari negara jiran seperti Malaysia. Untuk pembayaran penuh setiap jamaah haji di Malaysia harus membayar 17000 ringgit atau sekitar 70 juta rupiah. Untuk jamaah yang baru pertama kali pergi cukup membayar 9800 ringgit saja tapi tetap lebih mahal dari ONH Indonesia. Memang sih fasilitas jamaah haji Malaysia lebih baik, misalnya hotel biasanya dekat dengan masjidil haram atau masjid nabawi, makan 3 kali sehari, dan 45 hari tinggal di Saudi. Tapi dengan fasilitas bis yang disediakan pemerintah Indonesia rasanya tidak banyak berbeda kemudahan mencapai masjidnya. Selain itu masalah makanan juga sama saja, kebanyakan jamaah mencari atau membuat makanan sendiri sesuai dengan selera makan masing-masing.
Bahkan jika dibandingkan dengan jamaah lokal juga masih lebih murah. Jamaah dari Saudi dibatasi hanya boleh berhaji sekali dalam 5 tahun. Selain itu mereka diwajibkan untuk mengikuti agen haji yang ditunjuk dengan biaya 5000 riyal untuk haji selama 5 hari. Jadi praktis hanya untuk wukuf, umroh, dan lempar jumroh saja.
Dengan uang 35 jt itu jamaah Indonesia tinggal di Saudi selama 39 hari dengan beberapa hari (18 hari) mendapatkan jatah konsumsi siang dan malam. Selain itu uang dikembalikan sebanyak 1500 riyal untuk keperluan hidup. Lumayan banyak karena jamaah Malaysia kalau tidak salah hanya mendapat 1000 riyal saja karena sudah ada konsumsi makan 3x sehari setiap hari.
Fasilitas selain makan, tentu saja tinggal di hotel yang cukup nyaman. Kami tinggal di daerah raudat yang berjarak sekitar 2,5 km dari masjidil haram. Tetapi ada fasilitas bis 24 jam yang siap mengantarkan ke dekat masjidil haram dalam waktu tempuh 5 menit saja jadinya seperti tinggal di dekat masjidil haram. Selain itu dalam hotel setiap kamar ada kamar mandi sendiri dan dapur kecil. Dapur ini berupa kompor listrik yang bisa dipakai memasak dan menggoreng seperti kompor biasa. Hotel juga menyediakan 2 mesin cuci di setiap lantai jadi kami mudah mencuci pakaian kotor. Seharusnya kalau tau ada fasilitas seperti ini sih kami ngga perlu banyak bawa baju dari Indonesia.

Tuesday, January 5, 2016

Memilih Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH)

Setelah menunggu hampir 5 tahun alhamdulillah kesempatan untuk mengerjakan rukun Islam ke-5 yaitu berhaji datang juga. Dulu waktu daftar awal Desember 2010 kami diberi tahu kalau keberangkatan kami diperkirakan tahun 2012. Tetapi karena ada pengurangan kuota sebanyak 20% akhirnya keberangkatan tertunda. Tahun 2014 sempat berharap dapat terangkut. Tapi ternyata yang dapat kuota ada 26 nomor di atas kami.
Tahun 2010 itu sempat mendaftar di KBIH Daarut Tauhiid Bandung. Biasanya kalau sekedar daftar saja sih cukup bayar 100rb. Nanti kalau nomor porsinya sudah punya kepastian berangkat si KBIH akan menelepon kita. Kalau yang tidak daftar KBIH ya harus aktif cari informasi apakah nomor porsi kita sudah waktunya berangkat atau belum. Soalnya kadang-kadang pihak bank atau Depag tidak selalu update tentang keberangkatan porsi kita. Buktinya saat saya mau melunasi ONH saja pihak bank masih tanya apa saya sudah pasti berangkat atau belum.
Sekitar 6 bulan sebelum berangkat berdasarkan kesepakatan akhirnya kami mendaftar ke KBIH Masjid Salman ITB. Sebelumnya saya sempat mencari informasi ke KBIH Persis, Muhammadiyah, DT, dan beberapa KBIH lainnya. Secara harga ya hampir mirip-mirip lah. Tinggal menentukan KBIH mana yang sreg di hati.
Pertimbangan apa yang perlu diperhatikan saat memilih KBIH? Waktu pertama kali memilih KBIH Salman kami merasa punya kedekatan hati dengan Salman. Maklum saya dan istri dulu aktivis di unit kegiatan Salman. Bahkan kami berdua bertemu pertama kali di unit itu.
Ternyata setelah mendaftar banyak juga keuntungan yang kami dapat. Diantara keuntungan itu adalah:

  • Tidak boleh merokok. Wah senang sekali pembimbingnya sejak awal sudah mengingatkan bahwa rokok itu dilarang. Jadi saat ada anggota kafilah haji yang merokok biasanya mereka hanya melakukannya kalau berada jauh dari kafilah. Ngga ada cerita jemaah yang merokok di dalam kamar hotel atau dalam tenda.
  • Santai. Ya santai banget. Hanya mengerjakan yang memang dicontohkan tanpa memaksakan. Misalnya saja ikut tarwiyah tapi saat lain tidak memaksakan harus ke jamarot saat dhuha. Jadi kami merasa aman selama melakukan ibadah haji. Bagi orang-orang yang suka melakukan hal-hal lebih, kayaknya kurang cocok. Misalnya saja ada orang yang ingin melakukan umroh berkali-kali, ngga akan didapatkan di KBIH Salman.
  • Pembayaran bisa dicicil, sampai akan berangkat. Hi hi hi.
Biaya yang harus dibayar untuk ikut KBIH biasanya terdiri atas:

  • Biaya manasik haji. Bervariasi ada yang mulai 1 juta sampai 3,5 juta untuk KBIH program reguler.
  • Biaya selama di Saudi. Biasanya biaya untuk hari tarwiyah (buat yang ikut ke Mina tanggal 8 Dzulhijjah), biaya kurban, dan biaya rihlah. Biaya kurban berkisar 500 Riyal. Biaya Tarwiyah sekitar 200 Riyal. Biaya rihlah bervariasi tergantung tempat yang dikunjungi. Biasanya total biaya yang harus dikeluarkan sekitar 1000 Riyal sampai 1400 Riyal per orang.

Cerita lain disambung ya.