Tuesday, January 5, 2016

Memilih Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH)

Setelah menunggu hampir 5 tahun alhamdulillah kesempatan untuk mengerjakan rukun Islam ke-5 yaitu berhaji datang juga. Dulu waktu daftar awal Desember 2010 kami diberi tahu kalau keberangkatan kami diperkirakan tahun 2012. Tetapi karena ada pengurangan kuota sebanyak 20% akhirnya keberangkatan tertunda. Tahun 2014 sempat berharap dapat terangkut. Tapi ternyata yang dapat kuota ada 26 nomor di atas kami.
Tahun 2010 itu sempat mendaftar di KBIH Daarut Tauhiid Bandung. Biasanya kalau sekedar daftar saja sih cukup bayar 100rb. Nanti kalau nomor porsinya sudah punya kepastian berangkat si KBIH akan menelepon kita. Kalau yang tidak daftar KBIH ya harus aktif cari informasi apakah nomor porsi kita sudah waktunya berangkat atau belum. Soalnya kadang-kadang pihak bank atau Depag tidak selalu update tentang keberangkatan porsi kita. Buktinya saat saya mau melunasi ONH saja pihak bank masih tanya apa saya sudah pasti berangkat atau belum.
Sekitar 6 bulan sebelum berangkat berdasarkan kesepakatan akhirnya kami mendaftar ke KBIH Masjid Salman ITB. Sebelumnya saya sempat mencari informasi ke KBIH Persis, Muhammadiyah, DT, dan beberapa KBIH lainnya. Secara harga ya hampir mirip-mirip lah. Tinggal menentukan KBIH mana yang sreg di hati.
Pertimbangan apa yang perlu diperhatikan saat memilih KBIH? Waktu pertama kali memilih KBIH Salman kami merasa punya kedekatan hati dengan Salman. Maklum saya dan istri dulu aktivis di unit kegiatan Salman. Bahkan kami berdua bertemu pertama kali di unit itu.
Ternyata setelah mendaftar banyak juga keuntungan yang kami dapat. Diantara keuntungan itu adalah:

  • Tidak boleh merokok. Wah senang sekali pembimbingnya sejak awal sudah mengingatkan bahwa rokok itu dilarang. Jadi saat ada anggota kafilah haji yang merokok biasanya mereka hanya melakukannya kalau berada jauh dari kafilah. Ngga ada cerita jemaah yang merokok di dalam kamar hotel atau dalam tenda.
  • Santai. Ya santai banget. Hanya mengerjakan yang memang dicontohkan tanpa memaksakan. Misalnya saja ikut tarwiyah tapi saat lain tidak memaksakan harus ke jamarot saat dhuha. Jadi kami merasa aman selama melakukan ibadah haji. Bagi orang-orang yang suka melakukan hal-hal lebih, kayaknya kurang cocok. Misalnya saja ada orang yang ingin melakukan umroh berkali-kali, ngga akan didapatkan di KBIH Salman.
  • Pembayaran bisa dicicil, sampai akan berangkat. Hi hi hi.
Biaya yang harus dibayar untuk ikut KBIH biasanya terdiri atas:

  • Biaya manasik haji. Bervariasi ada yang mulai 1 juta sampai 3,5 juta untuk KBIH program reguler.
  • Biaya selama di Saudi. Biasanya biaya untuk hari tarwiyah (buat yang ikut ke Mina tanggal 8 Dzulhijjah), biaya kurban, dan biaya rihlah. Biaya kurban berkisar 500 Riyal. Biaya Tarwiyah sekitar 200 Riyal. Biaya rihlah bervariasi tergantung tempat yang dikunjungi. Biasanya total biaya yang harus dikeluarkan sekitar 1000 Riyal sampai 1400 Riyal per orang.

Cerita lain disambung ya.

1 comments:

  1. Bagus sekali tulisannya, terima kasih ya :)
    Mampir ke blog aku ya
    Bimbel PKN STAN
    Sukses buat kamu..

    ReplyDelete