Tuesday, January 19, 2016

Paket Haji dari Kemenag

Bila jamaah sudah membayar lunas ongkos naik haji, dia akan mendapatkan paket haji dari kemenag. Paket haji ini berupa:

Koper Haji dan Tas Tenteng (gambar dari kemenag nunukan)
Tas Pasport

Bahan Batik Haji

Warna dari koper, tas tenteng, dan tas passport biasanya dalam satu paket satu warna. Warna tergantung dari maskapai penerbangan yang akan membawa jamaah dari Indonesia ke KSA dan sebaliknya. Jadi satu kloter akan sama semua warnanya. Nanti akan muncul kesulitan saat akan mengambil koper/tentengan di hotel. Karena itu kalau yang ikut KBIH biasanya akan dibekali tali rambang yang memiliki warna tertentu. Contohnya di gambar koper besar itu kopernya sudah dibungkus oleh tali rambang. Biasanya per regu yang sama, jadi satu KBIH pun kalau regunya beda rambangnya juga beda. Kalau yang tidak pakai KBIH bisa beli sendiri rambangnya di toko penyedia peralatan haji.
Manfaat dari rambang adalah selain mengamankan koper juga akan mempermudah saat menaikkan atau menurunkan koper. Pokoknya saat memindahkan koper jadi lebih mudah kalau ada rambang. Apalagi kalau ditambahkan roda. Pengalaman saya saat tiba di hotel koper-koper diturunkan di hotel yang lain sehingga harus memindahkan antar hotel yang jaraknya sekitar 200 m. Lumayan jauh apalagi harus jalan kaki dan membawa koper seberat lebih dari 20 kg. Tali rambang dan roda akan mempermudah pemindahan.
Kemudian tas passport juga talinya tipis. Kadang khawatir juga talinya cepat putus. Jangan khawatir ada tawaran penggantian tali di asrama haji. Harganya standar tidak bisa ditawar. Tas passport ada tali selempang dan tali melingkar pinggang. Saya dulu dua-duanya diganti dengan yang lebih besar dan kuat, jadi saat desak-desakan thawaf tidak takut putus.
Bahan batik harus dijahit sendiri. Boleh jadi lengan panjang, lengan pendek, atau rompi. Wajib digunakan hanya saat pemberangkatan saja. Kalau mau dipakai saat di Mekkah atau Madinah sih boleh-boleh saja.
Tas pasport hanya diisi passport saat di imigrasi. Selebihnya setelah keluar dari imigrasi passport akan disimpan oleh petugas transportasi dan akomodasi. Jadi selama berhaji kita tidak membawa passport sama sekali. Ada isi lain yaitu catatan kesehatan. Catatan ini juga hanya dipakai saat di bandara, itupun acak. Tidak semua orang diperiksa catatan kesehatannya selama berhaji. Bahkan daftar obat yang harus dicap pun diperiksa secara acak satu atau dua orang saja setiap kloter. Selebihnya tas passport digunakan untuk membawa HP, powerbank, atau kamera saja. Uang juga boleh lah sedikit-sedikit untuk jajan.
Tas tenteng banyak digunakan saat kita ke Mina. Semua perbekalan dibawa dengan tas tenteng ini seperti pakaian ganti, kabel listrik, pemanas air, gunting rambut, abon, dll. Tetapi saat pergi ke arafah tidak begitu praktis bawa tas tenteng. Biasanya yang dari KBIH menyarankan membawa tas ransel. Tas ransel ini saat kita berangkat dan pergi di pesawat harus ada dalam tas koper besar karena maskapai hanya akan membawa koper besar dan tas tenteng. Tidak ada perbekalan lain yang boleh disertakan. Jadi nanti saat mau ke mina dan arafah barulah tas ransel ini dikeluarkan. Setelah selesai mina dan arafah, tas ransel bisa kita gunakan untuk mengirimkan barang-barang melalui kargo.
Tas koper disarankan tidak diisi dengan barang-barang berharga. Dikhawatirkan kalau menyimpan uang atau barang yang terlihat berharga mahal tas koper ini dibongkar. Bahkan kalau ada yang bawa rokok di koper biasanya sampai di bandara sudah hilang semua. Teman-teman saya juga ada yang tas kopernya terbuka dan beberapa barang seperti pakaian mahal, jam tangan, dan perhiasan sudah hilang. Barang berharga bawa terus di tas passport atau tas tenteng. Di beberapa kasus ada petugas yang menawarkan tas tenteng masuk bersama koper. Lebih baik tas tenteng di bawa sendiri saja ke kabin.











0 comments:

Post a Comment