Tuesday, February 9, 2016

Perjalanan Berhaji

Seperti halnya muslim yang lain, menjalankan ibadah haji adalah cita-cita karena dia termasuk salah satu rukun Islam. Begitu beratnya syarat haji, sehingga dia diwajibkan hanya bagi yang mampu. Mampu secara finansial, fisik, dan juga ilmu.
Sebelumnya tidak pernah terbayang bagaimana dan kapan kami akan berhaji. Dengan pendapatan pas-pasan sebagai pegawai negri sipil, entah kapan akan terkumpul uang untuk haji. Sampai satu saat ada panggilan untuk sekolah lagi. Pergilah saya ke Malaysia untuk menuntut ilmu. Tidak lama kemudian istri dan anak-anak menyusul ke sana sambil terbersit niat mengumpulkan uang untuk berhaji dari sekolah ini.
Akhirnya memang terjadi seperti itu. Sekolah tidak selesai, uang pun terkumpul meski hanya sedikit. Ketika sudah empat tahun belum ada kejelasan selesainya sekolah, kami pulang membawa sedikit uang tabungan. Uang tabungan yang hanya cukup untuk membayar uang muka haji.
Saat itu, Desember 2010 kami masih bimbang apakah langsung daftar atau tunggu nanti agak terkumpul uang sedikit lagi. Tapi keluarga cepat mengingatkan kalau sudah niat dan ada rezekinya jangan ditunda karena sering terjadi uang terpakai dan tidak bersisa kalau tidak segera ditunaikan.
Akhirnya kami mendaftar di akhir Desember 2010. Saat itu petugas pendaftarnya bilang kami diperkirakan berangkat 2012. Lumayan, hanya menunggu 2 tahun.
Tapi ternyata tidak seperti yang telah diperkirakan. Kebijakan pengurangan kuota oleh pemerintah Arab Saudi membuat kami harus menunggu lebih lama. Tadinya kami berharap tertunda tidak lama. Ternyata sampai tahun 2014 nomor porsi kami masih tertunda cuma 26 nomor di atas kami saja yang bisa berangkat.
Tahun yang ditunggu-tunggu telah tiba, 2015 menjelang dan kami pun bersiap-siap untuk haji. Sejak akhir tahun kami sudah mencari informasi tentang nomor porsi yang akan breangkat. Alhamdulillah jatah kami berangkat telah tiba.

0 comments:

Post a Comment