Saturday, June 4, 2016

Konflik di Natuna

Cina mengatakan bahwa manuver kapal perangnya di teritorial Natuna karena untuk melindungi nelayan mereka yang dikejar patroli air dan TNI AL.
Kasal Adi Supandi menyatakan jika kapal patroli bersenjata Cina telah melanggar kedaulatan teritorial Indonesia. Menteri Susi melanjutkan jika kapal-kapal ikan Cina, Taiwan jika menebar jala panjangnya hampir 400 KM.
Media sosial ramai menulis bahwa kapal-kapal perang Indonesia dipersiapkan untuk merespon aksi militer Cina di perairan ujung utara kalimantan barat tadi.
Belakangan Cina memang offensif dengan memperbanyak aktivitas militer mereka di wilayah laut Asia Tenggara yang sejak puluhan tahun lalu telah menimbulkan masalah dengan negara-negara ASEAN seperti Thailand, Brunei, Malaysia, Vietnam, Philipina, dan kini Indonesia.
Poin-poin yang perlu difahami dari kehadiran Cina antara lain;
1. Cina sejak dua tahun lalu melemparkan proposal ambisius untuk membuat Marine-Silk-Road, yaitu infrastruktur laut untuk membentuk sabuk ekonomi dunia yang nantinya akan mempermudah sirkulasi perdagangan dari ujung eropa ke ujung Asia.
Ide Xi Jinping -yang dicomot buat kampanye salah satu kandidat di pilpres kita kemarin- adalah membangun kembali Jalur Sutra yang legendaris melalui investasi besar-besaran di sektor infrastruktur aneka moda transportasi.
2. Ide Jinping mendapatkan respon posifit, ketika ekstensi jallur sutra darat dari Cina daratan menembus Kazahstan kini hanya menyisakan 200-an KM untuk dilanjutkan ke jalur transportasi logistik trans-eropa.
Pembangunan infrastruktur yang membentang dari China Tengah ke Eropa Timur tadi membuat Kazahstan melejit menjadi negara kaya dengan kemudahan mereka membuka akses pasar Asia bagi perdagangan migas dan mineral. Kemajuan yang menarik lebih banyak investasi dan barang-barang eropa masuk ke negara-negara bekas pecahan Sovyet.
3. Tahun 2015 Jinping melontarkan proyek ambisius, yaitu satu konsorsium raksasa kepada Uni Eropa untuk membiayai proyek Jalur Sutra Laut (Marine Silk Road).
EU dan lima negara lain tertarik untuk bergabung membiayai proyek-proyek Infrastruktur Cina.
4. Sebagai komitmen lebih jauh cina tahun lalu di Brussel menyepakati "connectiviy platform". Satu proyek besar menyatukan perdagangan dengan melibatkan lebih banyak pemain terutama dari central Asia dan Eropa Timur. Dengan kondisi infrastruktur rendah namun kekayaan SDA tinggi, kedua point (Asia Tengah, Eropa Timur) menarik minat investor Eropa untuk menggiatkan proyek-proyek.
5. ASEAN adalah faktor penting bagi suksesnya ambisi jalur sutra darat dan laut Cina. Dengan posisi strategis ada di wilayah dimana 3/4 perdanganan dunia melewati wilayah ini serta dengan total jumlah penduduk lebih dari 630 juta jiwa dan akan terus meningkat menjadi 730 jiwa hingga 2030, ASEAN is the key. ASEAN yang besar adalah syarat bagi terpenuhinya target pertumbuhan yang dikejar melalui proyek infrastruktur ambisius ini.
5. Persoalannya Cina tidak begitu yakin ASEAN akan mudah diajak bekerja sama terutama terkait isu-isu teritorial. Ini karena sifat politik ASEAN yang unik. Pada saat persekutuan negara seperti EU dapat bersepakat untuk satu hal dan menolak untuk hal lain, ASEAN menerapkan prinsip diplomasi: Musyawarah dan Mufakat. Asas voting tidak dikenal di ASEAN, ini karena satu suara tidak setuju bekerja sama atau menerima proposal dari pihak ketiga maka anggota lain harus menerima.
Beberapa propsal kerjasama seperti ASEAN+China, dan aneka plus lainnya sudah dijajaki dan berlangsung cukup baik. Tetapi mengingat ASEAN adalah pintu keluar tol bagi jalur sutra yang sangat penting maka keputusan nya akan bersifat regional.
Bila kita melihat bagaimana sulitnya hubungan Cina versus Vietnam, Cina versus Philipina tentu saja pemufakatan ASEAN untuk menerima proposal Jalur Sutera Maritime tidak akan mudah dikeluarkan bagi Cina. Pada saat yang sama Cina telah mengikat komitmen sebagai penggerak dari modal-modal pembangunan masa depan di sektor infrastruktur, Inovasi, Energi bagi eropa
6. Jadi ini bukan masalah ikan atau meledakkan kapal nelayan.

0 comments:

Post a Comment