Saturday, June 4, 2016

Liburan di Bandung

Panitia silaturahmi nasional mahasiswa mengabarkan bahwa tiket kereta jam 05.00 dari Jakarta ke Bandung sudah dipesan dan tinggal di cetak di stasiun terdekat. Ia mengucapkan terimakasih untuk kesediaan menghadiri acara dimaksud
Jadinya Sabtu libur panjang ini saiya ke Bandung dengan rencana makan bubur atau batagor di depan stasiun serta lumpia basah jika beruntung menemukannya di pagi hari nanti. Mengingat belakangan agak sulit karena tukang lumpia basah rupanya tergusur penjual seblak atau goreng kentang, jamur yang menjadi trend baru makanan di Bandung.
Saiya bertanya pada supir grab-bike yang sedang mengasoh di depan warung mie rebus apakah mereka bersedia mengantar ke Gambir. Ia berkata apakah saiya akan memesan terlebih dahulu dengan via applikasi dimana kemudian ia meminta saiya mendownloadnya.
Saiya katakan padanya bahwa saiya menyewanya sebagai ojeg biasa, karena saiya tidak akan pernah mau naik gojeg atau grab-bike selama mereka belum punya aturan bisnis yang benar. Si pria tadi agak sedikit bingung, kemudian meminta temannya mengantar saiya dengan alasan mengantuk.
Sepanjang jalan si temannya bercerita dengan berteriak-teriak tetapi suaranya tidak terlalu jelas. Suaranya itu beradu kuat dengan angin subuh yang meriuh tetapi cukup dapat ditangkap bahwa itu tentang penghasilannya yang tidak terlalu bagus malam ini.
"Orang-orang pada kemana ya pak! Jakarta kayak sepi bangeeeet!" Dia berteriak agar suaranya terdengar sampai ke belakang tetapi itu tidak perlu.
Setiba di Gambir ia menerima uang kontan dan mengucapkan terimakasih sambil berkata bahwa akan pulang saja ke rumahnya.
Kereta menyisakan dua tiga bangku kosong dan perempuan yang duduk sebangku dengan saiya ternyata sedang shalat subuh. Saiya berdiri dua bangku di belakang menunggunya selesai. Ia berdoa lama sekali dengan cara yang khusu sambil menangis. Dua anaknya yang masih kecil-kecil tertidur di bangku sebelahnya. Saiya terharu pada diri sendiri, ini karena sejak kapan terakhir kita berdoa dengan cara memohon sambil menangis kepada Tuhan. Meminta sesuatu dengan cara yang sungguh-sungguh dan mesti.
Si perempuan menyeka mukanya, berdiri dan mengangkat satu yang lebih besar untuk pindah ke bangku saiya. Ia sendiri merapatkan diri kepada yang lebih kecil di bangku sebelah, membenahi jubah si kecil dan kemudian membenamkan dirinya sepanjang jalan kepada handphone pintar.
Sebetulnya saiya iri dengan kekhusuan baru seperti itu, tetapi menggantikan peristiwa cahaya fajar yang muncul dalam gradasi panjang melalui jendela kereta, untuk kemudian menghapuskan gelap dengan embun pagi yang transparan dipucuk-pucuk rumput dan telapak daun tentu saiya tidak mau. Berita-berita yang muncul di pesan-pesan singkat berbagi tidak akan pernah mengganti kejadian bagaimana halimun membuka lembaran hari dengan episode perempuan dan lelaki petani meniti pematang sawah dalam siluet-siluet. Membawa bersama mereka bayangan-bayangan dari masa lampau yang anggun dan masa depan yang dijelang.
Pria plontos di kursi restorasi duduk menemani anak muda dan gadis pramusaji kereta. Ia bercerita dalam bahasa Inggris bahwa "wheat" gandum dibagi menjadi tiga, tepung untuk roti, tepung aneka kue, dan tepung meida.
"The best one is only for roti ya, roti, bread. The others two are bad for your health ya. They mix with chemical ehmm something. I don't know, eeh bleaching. I mean whitening or else ya."
Si anak muda menjawab yes-yes saja dan berkata bahwa ia tidak suka makan roti sambil dibuatkannya kopi hitam yang saiya pesan. Sementara si gadis pramusaji bertanya pada si kawannya tadi kira-kira apa bahasa Inggrisnya; kita suka makan nasi.
"we only eat Beas," Jawab si anak muda semaunya.
Namanya Prabu usianya antara 30 atau 40 tahun dan ia keturunan India-amerika. Katanya ia pilot jet pribadi yang akan bekerja di Indonesia karena kontraknya diperpanjang menjadi lima tahun. Seorang pengusaha Bugis yang dia sebut very very damn richman dengan senang hati menjadikannya pilot pribadi keluarga.
"Hari ini saia ke Maribaya, this is my first train trip to Bandung. Usually it only takes 15 minutes by plane but puuuh, nearly four hours now."
Dia katakan bahwa Indonesia masih menggunakan a meter, lebar rel kereta yang hampir satu meter saja. Sementara kereta-kereta cepat bahkan di negara bapaknya, India, sudah menggunakan rel broader yang lebih lebar dan kokoh.
"Anda tahu, kawan kami yang satu ini beruntung sekali. Ia pramugari dan hari ini ia menikah di Maribaya. Entah kenapa hari ini tidak ada penerbangan seperti biasa. Jadi semua orang akan berkumpul di perkawinannya dan kami akan senang-senang bersama."
"Ini pekerjaan yang berat dan egois ya." Prabu berkata
"Saiya baru saja diputusin pacar saya di Brazil karena perpanjangan kontrak tiga tahun di Indonesia, puuuh."
"Saiya suka Indonesia, dan saiya suka ada banyak agama di sini." Ia mengeluarkan dari sakunya dan berkata bahwa ia tidak main-main bahwa selama ini dia mencari Tuhan dari semua agama.
"See, I have already three gods in my wallet. Saya menyimpan semua ini sejak masih muda."
Ia menunjukkan satu foto bunda maria yang dikatakannya wajib diciumi murid kolase waktu ia SD di AS. Kemudian satu foto shiwa yang diberikan ayahnya untuk menjaga dirinya dari kesusahan. Serta satu potongan ayat kursi yang dia bilang diberikan bosnya sebagai mantra pelindung ketika menjadi novis pilot di Dubai.
"Sekarang, saiya mau mencari matra Tuhan Hindu Bali and Konfucu ya. Then I have completed all Gods in my wallet." Ia tertawa dan berkata kenapa Tuhan-tuhan bisa bersahabat tetapi manusia senang bermusuhan.
Saiya tertawa saja pada proposisi seperti itu dan mengucapkan selamat jalan ketika kereta perlahan berhenti di peron stasiun Bandung.

0 comments:

Post a Comment