Saturday, June 4, 2016

Orang Arab Gembira

Ketika pagi ini saiya mendapatkan footage baru dari perang Yaman dimana beberapa milisi Houti mendekat tank-tank Abrams milik Saudi dengan berjalan santai sambil membawa rudal anti-tank jinjing dan melepaskan tembakan mematikan. Saiya lalu teringat percakapan di kedai Die Blume Gottingen. Nona Marwa menjelaskan bahwa ia lahir di Oman meski bertahun-tahun tinggal di Kamerun untuk meneliti Black Soldier Fly (BSF) sebagai bahan utama protein.
"Sepenuhnya kami di Kesultanan Oman sedang kesulitan keuangan. Negara tidak lagi membayar gaji-gaji pekerja sosial seperti guru atau dokter seperti kakak tertua saiya lain Ibu."
Ia bercerita tentang krisis harga minyak yang memukul banyak negara teluk, ketika saiya bertanya apakah ada pengaruhnya kepada layanan sosial di negerinya.
"...ini saya pikir salah satu alasan mengapa Oman tidak mau terlibat dengan perang koalisi teluk pimpinan Saudi Arabia di Yaman."
"Ya, itu masuk akal. Mengurus kepentingan dalam negeri lebih diutamakan tentunya." Kata saiya.
"Ya, masuk akal. Tetapi saiya rasa itu bukan alasan utamanya."
"Bagi kami di Oman, kami menyebut khair arab bagi orang Yaman. The happy Arab." Nona Marwa tertawa kecil.
Menurutnya yang dipercaya penduduk Yaman itu hanyalah syech-syech mereka. Ketika syech mengatakan bahwa si A, B, C harus melakukan ini dan itu, maka mereka melakukannya tanpa harus bertanya banyak hal.
"Para Syech ini adalah tempat mereka mengembalikan persoalan apa saja."
"Berbeda dengan pemuka agama, syech punya kedudukan lebih tinggi dan mereka adalah individu yang memilih hidup dengan caranya sendiri. Mereka senang sekali hidup bebas dengan aturannya. Meski terlihat seperti hidup susah pada kenyataannya orang Yaman selalu bahagia dengan caranya." Ia tertawa.
"Di Oman sudah menjadi bahan lawakan saja, ketika Saudi meminta kami bergabung dengan koalisi anti Houtis. Orang Yaman itu satu-satunya orang arab yang mengusir kolonialisme Inggris dengan menikam. Bagi mereka hidup menjadi bohemian itu satu kesenangan dan kadang-kadang ada benarnya juga."
"Ya, arab yang gembira."

0 comments:

Post a Comment