Monday, December 26, 2016

Allepo Jatuh dan Perkembangan Perang ke Depan

Allepo, titik tumpu kelompok milisi moderat anti pemerintahan Assad jatuh sepenuhnya dalam kontrol Tentara Arab Suriah.
Lewat program rekonsiliasi yang dicanangkan sejak awal, 4000 militan dan keluarganya dievakuasi menuju Idlib kota di dekat perbatasan Turki. Assad memenangkan lagi satu front penting dalam perang 5 tahun yang tidak mudah.
Tidak mudah karena bagi tentara Suriah membiarkan musuh yang menyerah di depan mata lewat begitu saja adalah pukulan psikologis. Namun pilihan kepada rekonsiliasi sosial adalah pilihan prioritas bagi pemerintah Assad dengan pertimbangan tiga hal:
Pertama, ia mengurangi resiko jatuhnya korban sipil, dan pasukan arab suriah. Assad masih membutuhkan mereka dalam pertempuran-pertempuran lainnya. Palmyra yang kembali dikuasai milisi ISIS, Raqqa yang diklaim sebagai ibukota ISIS, dan Deir Az Zhoir yang nantinya akan menjadi front tempur terakhir dan paling menentukan. Mengingat posisi kota ini yang merupakan jalan masuk bagi teroris yang dipersiapkan keluar dari kota Mosul di Irak.
Meski demikian yang akan menjadi front dalam waktu dekat adalah menggerakkan pasukannya ke utara ke arab kota Al Bab. Di kota ini ia akan menghadapi the so called Tentara Demokratik Suriah yang dibentuk dan dilatih AS, Jerman, dan Turki. Assad akan melakukannya pasca liburan musim dingin dengan membiarkan terlebih dahulu rakyatnya yang beragama Kristen melangsungkan untuk pertama kalinya sejak lima tahun natal bersama keluarga.
Kedua, dengan rekonsiliasi dan membuka koridor kemanusiaan bagi milisi untuk keluar dari kantong Allepo, Assad menghindari hancurnya infrastruktur kota lebih parah. Ia membutuhkannya untuk secepat mungkin mengembalikan ratusan ribu pengungsi kembali ke rumah-rumah mereka dan memulai pergerakan ekonomi masyarakatnya. Investasi Rusia, Cina dan tentu saja Iran akan mulai masuk membangun infrastruktur listrik, air minum, pemanas, dan jalan-jalan.
Ketiga, berbeda dengan milisi perlawanan lainnya, kebanyakan milisi yang ada di Allepo adalah orang Suriah. Tidak seperti sebagian yang merupakan mersenaries (tentara bayaran) atau jihadis yang umumnya warga negara asing, pilihan untuk kembali ke masyarakat dan hidup normal pada diri mereka jauh lebih tinggi. Ini artinya Assad dengan pilihan paling rasional berusaha merangkul semua pihak di Suriah yang bertikai untuk sama-sama membangun kembali kedaulatan negeri mereka.

0 comments:

Post a Comment