Saturday, July 22, 2017

Disruptive Enterpreneur

Disruptive Enterpreneur
Bisnis Hotel Kardus (Andi Hakim)
Tuan Ben, pria subur pemilik saham Box Hotel Goettingen yang ramah berkata ia masih mengantuk.
"Aha anda datang pagi sekali. Check in mu di sini jam 3 sore ya." Ia menguap sambil memandang layar thinkpad yang dijinjingnya.
Saiya katakan bahwa itu bukan masalah, karena sampai sore saiya ada urusan di universitas.
"Ach so, jadi mau titip barang ya. " Tuan Ben berkata bahwa hotelnya tidak menyiapkan tempat penitipan. Ia lalu membawa koper saiya ke kamar yang penghuninya baru keluar.
"Nah di sini saja ha ha"
"Seperti anda tau, ini hotel konsep. Baru ada satu di Jerman sini. Tapi nanti dalam enam bulan akan buka di Frankfur, Hamburg, Koln atau Munchen....jadi kami betul betul menghitung biaya setiap centimeter. Ha ha iya ya ya"
Ben berkata ide ini datang dari kawannya yang mantan agen penjualan obat.
"...nah dia pikir apa bedanya menyusun kotak2 obat di mobil boks dengan membuat boks seperti kotak karoeke menjadi kamar2 hotel...ha ja'. Ia kembali tertawa senang waktu saiya katakan bahwa ini asyik meskipun mirip toilet umum.
"Nah, karena bisnis adalah bisnis maka kami tetap meyebutnya hotel dan ada aturan Jerman tentang hotel yang harus dipenuhi. Standar keamanan, material tidak mudah terbakar, alamat, pegawai dan termos kopi ha ha ha."
Ia kembali tertawa sambil menunjuk dua ceret kopi dan meja kecil tempat dia duduk sebagai kantor resepsionis.
"Begini saja sudah jadi omongan orang se eropa. Pong Ma, Ma Yong atau siapa itu....orang cina pemilik situs belanja online yang kaya mau datang melihat model bisnis kami...."
"Kalau dia datang saiya khawatir saiya tidak bisa menerima dengan baik dan merapikan kamar tamu. Kami punya 50 kotak kamar dan hanya 3 orang pegawai termasuk saiya ha ha ha."
Menurut Tuan Ben ia tidak mau berurusan dengan bank soal modal investasi.
"Biaya semuanya kira2 12 milyar (dirupiahkan) dengan BEP 3-4 tahun..ini mungkin karena semua transaksi via booking online, restoran buat sarapan kami kerjasama dengan restoran sebelah, dan pembangunan hanya menyusun modul modul kamar yang kami sewa dari perusahaan modul pameran. Hanya butuh 6 bulan sampai siap operasi dibanding waktu tahunan bila membuat hotel regular."
Yang menarik dari konsep hotel kotak ini menurut Ben adalah fenomena middle class baru Jerman dalam menentukan cara wisata dan perjalanan bisnis mereka.
"Sekarang orang2 tua dan pebisnis adalah mayoritas pengguna hotel kami. Sangka kami dulu ini akan menarik pasar anak mudanya saja."
"... Rupanya mereka malas mengorder kamar bila harus menggunakan kartu kredit dengan nilai lebih dari 50 euro semalam. Jadi hotel atau hostel yang bermain diorderan di atas 50 100 euro permalam cukup terganggu. Ha.ha ha ha ini aneh juga tapi menarik. Teman saiya bilang kita sudah menjadi disruptive enterpreneur entahlah apa maksudnya dia ha ha ha"
"Ya semua serba diperhitungkan sekarang ini. Ekonomi melambat, semua tahu itu. Ini alasan kami menyedikitkan jumlah pegawai dan menolak kerjasama dengan bank."
"Bank itu banyak omong dan suka mengatur. Bila bisnis ini sukses mereka yang paling sibuk mengklaim sebagai suporternya. Bila kami rugi mereka nantinya yang paling cepat menyalahkan dan ngotot untuk minta pelunasan ha ha ha kita mau bisnis yang jelas jelas saja."

0 comments:

Post a Comment