Thursday, August 10, 2017

Perencanaan Saluran Transmisi

Perencanaan Saluran Transmisi
Di masa lalu, perencanaan saluran transmisi selalu hanya berkutat pada besarnya biaya langsung yang keluar untuk membangunnya. Keekonomisannya dihitung hanya dengan menghitung berapa daya yang bisa disalurkan melalui saluran transmisi tersebut, daya yang mengalir dari pembangkit ke pusat beban. Padahal pada saat ini, pembangunan saluran transmisi sering tidak hanya ditujukan untuk menyalurkan daya pada satu arah saja. Saluran transmisi sering dibangun untuk menyambungkan dua sistem besar sehingga arah aliran daya bisa berubah-ubah setiap saat. Adanya saluran transmisi yang menghubungkan dua sistem menyebabkan ke dua sistem bisa sharing resources sehingga spinning reserve di kedua sistem bisa dikurangi.
Saluran transmisi yang kuat juga sangat penting dalam era distributed generation dan pembangkit berbasis energi terbarukan seperti halnya angin dan matahari. Untuk mengurangi pengaruh berubah-ubahnya energi angin dan matahari, sistem transmisi yang kuat diperlukan supaya kekurangan di suatu tempat bisa dikompensasi oleh kelebihan di tempat lain. Antar sistem bisa saling membantu dalam menjaga stabilitas. Jadi, saluran transmisi tidak lagi hanya untuk menyalurkan daya ke satu arah. Tidak hanya dari pembangkit ke pusat beban.
Memang semua ini menyebabkan perencanaan saluran transmisi tidak semudah perencanaan di masa lalu. Semua dipenuhi ketidakpastian dan beberapa bahkan belum diatur, misal ancillary services. Belum diatur berapa nilai atau biaya kompensasi yang didapat jika kita ikut memperbaiki stabilitas, keandalan, dan kwalitas daya. Tapi itu semua adalah tantangan yang menarik kalau ingin belajar sistem tenaga listrik.

0 comments:

Post a Comment