Thursday, August 3, 2017

Supergrid sebagai solusi energi masa depan

Semua pasti setuju bahwa jumlah sumber energi fosil terbatas dan suatu saat akan habis sehingga peralihan ke energi terbarukan adalah keharusan, bukan pilihan. Sayangnya, lokasi sumber energi terbarukan sering sekali jauh dari bebannya. Sumber energi terbarukan yang berlimpah di Indonesia adalah energi air, panas bumi, biomasa, matahari, dan angin. Selain jauh lokasinya, keberadaan sumber energi terbarukan sering berubah-ubah dan tidak pasti. Karena berubah-ubah dan tidak pasti, kekurangan energi di suatu daerah harus dipasok dari daerah lain yang sedang berlebih. Artinya, antar daerah harus bisa sharing resources. Tanpa sharing resources, kita akan membutuhkan batere yang sangat besar untuk menjamin pasokan energi di suatu daerah.
Cara paling efektif untuk bisa melakukan sharing resources adalah dengan membangun supergrid, yaitu jaringan listrik bebas hambatan yang memungkinkan daya listrik mengalir dari satu daerah ke daerah lain. Kekurangan listrik di suatu daerah dipasok oleh daerah lain yang sedang berlebih. Daerah yang kehilangan sumber energi matahari karena mendung atau gelap bisa dipasok oleh daerah lain yang kelebihan energi matahari atau oleh daerah yang kelebihan energi angin. PLTA dan PLTPB bisa dibangun di tempat jauh yang harga tanahnya masih murah atau yang sedikit penduduknya. Karena antar daerah bisa saling membantu, kebutuhan akan penyimpan energi dan spining reserve menjadi minimum.
Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat luas. Terlalu mahal jika semua harus disambung ke supergrid. Karena harus melewati laut, satu-satunya teknologi supergrid yang cocok adalah berbasis transmisi daya arus searah tegangan ekstra tinggi (HVDC). Dengan HVDC, aliran daya listrik dari satu daerah ke daerah lain bisa diatur dengan cepat. Dengan HVDC, gangguan di suatu daerah tidak akan berpengaruh ke daerah lain. Teknologi HVDC telah berkembang pesat sehingga dimungkinkan aliran daya ribuan megawatt lewat jarak ribuan kilometer. Daya listrik bisa mengalir dari Sabang sampai Merauke dengan kecepatan sangat tinggi. Orang Sumatera bisa saja membeli listrik dari Maluku atau Papua yang sedang murah, demikian pula sebaliknya. Adanya supergrid memungkinkan terjadinya kompetisi harga antar pembangkit sehingga didapat energi listrik yang murah dengan kualitas baik.
Masalahnya adalah biaya pembangunan supergrid yang sangat mahal. Idealnya supergrid dibangun oleh negara seperti halnya jalan raya. Akan tetapi kita semua tahu bahwa keuangan negara sangat terbatas. Solusinya adalah mengikuti teman2 telekomunikasi yang membangun palapa ring dengan uang rakyat. Setiap pembangkit dipungut sekian persen penghasilannya oleh suatu badan independen. Dana yang terkumpul selanjutnya dipakai untuk membiayai pembangunan seperti halnya pembangunan palapa ring. Tahapan ini harus segera dimulai sebelum semuanya terlambat. Tanpa adanya infrastruktur telekomunikasi dan energi yang merata dari Sabang sampai Merauke, pembangunan yang merata hanyalah impian.(Pekik AD)

0 comments:

Post a Comment