Sunday, August 27, 2017

Wali Allah

"Barang siapa memusuhi seorang Wali-Ku, maka sungguh Aku telah menyatakan perang terhadapnya!
Tidak ada cara bertaqarrub seorang hamba kepada-Ku yang lebih Aku cintai selain dari melaksanakan kewajiban-kewajiban yang telah Aku fardhukan kepadanya. Namun senantiasa hamba-Ku itu berusaha mendekatkan diri kepada-Ku dengan melakukan hal-hal yang sunah (nawaafil), sehingga Aku pun menjadi mencintainya.
Apabila ia telah Aku cintai, maka Aku menjadi telinganya yang dengannya ia mendengar, Aku menjadi matanya yang dengannya ia melihat, Aku menjadi tangannya yang dengannya ia memukul keras, dan Aku menjadi kakinya yang dengannya ia berjalan.
Jika ia meminta kepada-Ku, sungguh ia akan Aku karuniai, dan jika ia meminta perlindungan kepada-Ku maka sungguh Aku akan melindunginya.
Dan tidak pernah Aku ragu-ragu pada sesuatu di saat Aku akan melakukannya, seperti ragu-ragu-Ku ketika akan mengambil jiwa seorang Mu'min dengan kematian, namun ia enggan untuk mati, sedang Aku tidak suka memaksakan sesuatu kepadanya".
-Firman Allah SWT dalam Hadits Qudsi-
Sabtu, 26 Agustus 2017.
Catatan: Di dalam beberapa Hadits Qudsi yang lain ada kalimat tambahan: "Aku menjadi lisannya yang dengannya ia bertutur kata, dan Aku menjadi hatinya (qalba-hu) yang dengannya ia berfikir (ya'qilu)". Zamzam AT

0 comments:

Post a Comment