Friday, September 29, 2017

Utsman dan Mushaf

Hari itu, Utsman bin ‘Affan ra sedang shaum. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan isnad hasan dari ‘Utsman ra yang berkata: “Aku bertemu Rasul saw dalam tidurku semalam dan aku melihat Abu Bakar dan ‘Umar. Mereka berkata kepadaku: ‘Bersabarlah, karena kamu akan berbuka bersama kami nanti’”, kemudian Rasulullah saw mengambil mushaf Al-Quran dan membukanya di depan ‘Utsman.
Diriwayatkan oleh Abdullah bin Salam, ia berkata: Aku datang kepada Utsman untuk menyalaminya, sedangkan ia dalam keadaan dikepung. Aku masuk menemuinya, maka ia berkata, “Selamat datang wahai saudaraku. Aku melihat Rasulullah saw tadi malam di pintu kecil ini. Ia berkata, ‘Pintu kecil itu ada di dalam rumah.’ Maka beliau (nabi) berkata, ‘Wahai Utsman, apakah mereka telah mengepungmu?’ Aku menjawab, ‘Ya.’ Beliau bertanya lagi, ‘Apakah mereka telah membuatmu haus?’ Aku menjawab, ‘Ya.’ Maka beliau menuangkan cawan besar yang berisi air, kemudian aku meminumnya sampai kenyang, sampai-sampai aku merasakan dinginnya di antara dada dan pundakku. Dan beliau saw berkata, ‘Jika kamu mau, berbukalah di rumah kami. Maka aku memilih berbuka di rumah beliau saw. Maka kata Abdullah bin Salam, Utsman dibunuh pada hari itu.
Utsman terkenal tekun beribadah serta banyak membaca Al-Qur‘an. Utsman pernah berkata: “Al-Qur‘an adalah kitab Tuhanku. Seorang hamba, seandainya dia kedatangan kitab tuannya, tidak boleh tidak, dia harus melihatnya setiap hari untuk diamalkannya apa-apa yang terkandung di dalamnya.”
Utsman bin ‘Affan terbunuh sewaktu membaca Al-Qur‘an. Dan bagi para sufi, peristiwa pembunuhannya memiliki makna yang dalam, salah satunya Al-Thusi, dalam kitab karyanya yang berjudul Al-Luma‘ menuliskan: “Di antara berbagai hal yang menunjukkan keistimewaannya dalam kemapanan, keteguhan dan kelurusannya ialah kisah bahwa pada hari ketika dia terbunuh. Dia sama sekali tidak beranjak dari tempatnya. Bahkan dia tidak mengizinkan seorang pun berperang. Dan dia tidak melepaskan mushaf dari pangkuannya sampai dia menghembuskan nafas terakhir, sementara darah mengalir ke atas mushaf itu serta membuatnya bersimbah darah. Ternyata darah itu menetes pada ayat: ‘Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.’ (QS Al-Baqarah [2]: 137)”
Tatkala pedang memotong tangan kanannya, Utsman berkata: “Allahu Akbar! Sesungguhnya, kamu tahu bahwa tangan ini telah menuliskan wahyu untuk Rasulullah saw.” Menjelang wafatnya, Utsman berkata, “Ya, Allah segala puji bagi-Mu.” Utsman kemudian menutup Mushaf Al-Quran yang terlumuri dengan darahnya. Utsman kemudian berkata lagi, “Ya Allah, Wahai Dzat yang memiliki kemuliaan, Aku bersaksi kepada-Mu bahwa aku telah bersikap sabar sebagaimana Nabi-Mu telah berwasiat kepadaku.”
Mushaf yang kita baca sampai hari ini adalah Mushaf Utsmani yang 'disegel' oleh darah Utsman bin ‘Affan ra pada hari Jumat tanggal 18 Dzulhijjah 35 (atau bertepatan dengan tanggal 17 Juli 656 M).

Alam Kubur

Sayyidina Utsman bin Affan kerap menangis ketika berada di pemakaman. Lalu salah seorang Sahabat bertanya,"Mengapa Anda menangis?"

Sayyidina Utsman ra mrnjawab, "Aku mendengar Rasulullah SAW pernah bersabda, "Sesungguhnya alam kubur adalah persinggahan pertama dari beberapa persinggahan di alam akhirat. Apabila seseorang selamat di alam kubur, maka alam sesudahnya akan lebih mudah; dan apabila seseorang tidak selamat di alam kubur, maka alam setelahnya akan lebih buruk dari alam sebelumnya."

Sayyidina Utsman pun selalu teringat perkataan Nabi SAW,“Aku tidak pernah melihat pemandangan yang lebih menakutkan melebihi alam kubur."

Wednesday, September 27, 2017

Mitos

"Mitos adalah jalan paling efektif pelarangan yang berbau mendesak. Muncul di abad pertengahan Nusantara kala kerajaan-kerajaan masih menjadi pagar sosial masyarakat. Budaya lisan yang begitu kental terasa bahkan hingga kini diakali dengan sosialisasi via cerita. Dititipkanlah pesan-pesan untuk generasi ke depan melalui kisah-kisah legenda yang biasanya selalu hadir di tiap desa. Para begawan kala itu langsung turun ke pelosok diiringi murid-muridnya untuk menyebarkan ajaran kebajikan.
Beratus tahun kemudian tradisi tersebut masih berjalan hingga perusahaan-perusahaan bisnis negeri asing berdatangan. Benturan budaya pun terjadi. Dengan semangat yang dititipkan gereja, para misionaris yang menganggap negeri ini belum berbudaya dan tak bertuhan sebab menyembah benda-benda, meringsek hingga pedalaman. Jika para pedagang Gujarat, Tiongkok, sampai Samarkand sebelumnya damai hidup berdampingan dengan warga pesisir Nusantara, lain dengan manusia Eropa.
Apa yang dianggap sebagai tindakan tidak memiliki dasar nalar itu dicap terbelakang. Lewat pengaruh kuatnya di kerajaan secara perlahan propaganda tersebut berhasil. Apalagi setelah Snouck Hurgronge dan Vanderplas menggunakan dalil bid'ah untuk memecah belah persatuan-kesatuan umat Islam. Bak menemukan inang, penghancuran budaya yang ratusan tahun membatasi perilaku masyarakat dalam keteraturan mendapatkan angin segar. Kemudian opium pun masuk dengan menjadikan etnis Tionghoa sebagai penjual resmi. Sebuah taktik yang berhasil membubarkan perlawanan negeri Cina sampai Jepang.
Mata air, hutan, gunung, sungai, sampai laut dikeramatkan sampai tak ada yang berani mengusik keberadaannya. Tak lain dan tak bukan agar menjaganya tetap asri dan terlindungi. Tak heran mampu mencukupi kebutuhan masyarakat sekitar sampai beberapa generasi. Kesadaran para pembesar kerajaan dan pejabat lokal begitu tinggi tapi untuk mengakali sulitnya sosialisasi, dibuatlah mitos. Termasuk melalui berbagai legenda yang juga terdapat banyak pesan untuk menertibkan warga. Tak semata mengandalkan kekuatan militer.
Penggalakan rasionalisasi mitos perlu dilakukan dengan bantuan media sosial. Itu adalah jalan paling tepat untuk menjegal penghapusan tradisi dengan dalih 'sudah ketinggalan zaman' atau khurafat-bid'ah-tahayul. Bukankah ketika suatu bangsa dirampas sejarahnya akan dengan mudah disetir? Butuh dua minggu lamanya menguras perpustaan Kerajaan Yogyakarta untuk diboyong ke Leiden usai Perjanjian Giyanti ditandatangani. Tak heran ahli propaganda Nazi menyebutkan bahwa membumihanguskan budaya juga termasuk memadakan api pemberontakan di masa depan. Bar-bar seperti Kaum Mongol atau Viking, tapi demikianlah penjajahan." tukas Kang Sabar di pinggir sendang. Ihda HS

Tuesday, September 26, 2017

Catatan Timur Tengah

1. Kelompok Otonomi Kurdi di Irak mengklaim hasil referendum senin kemarin sebagai awal dari terbentuknya negara Kurdi.
Langkah ini akan sia-sia dan akan berakhir dengan konflik bersenjata. Irak tidak akan membiarkan skenario pecah-belah ala Barat terjadi di negaranya.
Bukan hanya pemerintahan Republik Irak di Baghdad yang akan menolak dan menganggap referendum sebagai aksi pemberontakan namun milisi mobilisasi popular yang didirikan berdasarkan Fatwa ulama Syiah Ali Sistani akan menjadikan kelompok Kurdi sebagai lawan langsung. Mengingat segregasi Irak di bagian utara menjadi negara baru akan memungkinkan kehadiran secara permanen tentara AS dan mempermudah Israel menyimpan amunisi konflik di masa depan.
2. Pemerintah Suriah setelah mengontrol kota Deir Az Zoir di Timur negara itu akan bergerak cepat ke Raqqa, ibu kota yang diklaim oleh ISIS Suriah. Assad membutuhkan kota ini untuk mengklaim Hasakah dan menguasai ladang minyak di utara sungai euphrates.
Meski menyadari kelompok Kurdistan di dukung oleh pasukan AS, namun nasionalisme Suriah untuk mengklaim seluruh tanah air mereka tidak dapat lagi dinegosiasikan. Assad telah membuktikan ia memiliki klaim lebih besar dengan dukungan mayoritas penduduk. Sementara di bagian utara sendiri etnis Kurdi bukanlah mayoritas. Mereka 7 persen populasi Suriah, dan 40 persen populasi suriah di utara.
3. Sama dengan kepentingan geopolitiknya, maka Iran akan mendukung Baghdad bila terjadi konflik terbuka dengan kelompok Kurdi yang memerdekakan diri dan di dukung AS ini.
4. Turki tidak akan membiarkan mimpi negara Kurdistan raya terbentuk. Mereka melihat referendum Kurdi adalah langkah pertama memerdekakan diri setelah menjadi pseudo federal atas Irak, untuk selanjutnya Barat akan memanfaatkan alasan yang sama pada etnis kurdi di Turki, Suriah, dan Iran.
5. Setelah perang Isis, maka memerangi kelompok Kurdi bersenjata akan menjadi agenda perang di kawasan selanjutnya.
6. Saudi Arabia memasuki tahun ketiga perang dengan milisi dan tentara Arab Yaman.
Sejauh ini ongkos perang di Yaman semakin membebani ekonomi negara, seperti disampaikan Pangeran Salman. Ia mengatakan bahwa proyek mega-infrastruktur di gurun Arab tidak dapat dibiayai karena investor mengundurkan diri dan uang minyak tidak mencukupi mendanainya.
Meski demikian perang Yaman sama sekali belum memberikan hasil bagi Saudi. Sebaliknya milisi Houti yang bermodal senjata rampasan dan senang bersarung dan bersendal jepit menguasai lebih banyak desa-desa Saudi.

Saringan Informasi

"Selera tiap manusia lumrahnya memang berbeda-beda. Sang Penciptanya saja memiliki nama tak terhingga, meski disepakati 99 nama untuk mempermudah penyebutan. Perbedaan yang luar biasa banyaknya itu menjadi salahsatu kekuasaan Tuhan juga. Boleh juga dianggap bahwa Gusti Allah tidak monoton. Ia terus dalam proses 'kun fayakun'. Dinamis, upgrade skenario dunia tanpa henti. Walaupun dalam Quran disebut 'pena telah diangkat dan tintanya pun telah mengering' toh tetap ada takdir yang tak bisa dirubah dan ada yang bisa.
Pertentangan akibat perbedaan itu pun tak terelakkan pasti hadir di tengah manusia. Pro-kontra selalu mengerucut ke konflik tertutup, bahkan terbuka. Dari adegan menusuk dari belakang sampai melempar kotoran di depan muka yang bersangkutan adalah titik puncaknya. Tanpa adanya resolusi konflik yang baik antara pihak yang berseteru, yang tadinya bara dalam sekam bisa berubah menjadi lahan gambut yang membakar tiba-tiba. 
Di sinilah silaturahim menjadi salahsatu jalan tengah yang apik. Menjadi dasar sila ke empat Pancasila dengan istilah musyawarah mufakat, 'srawung' menjelma menjadi saringan yang mampu memperhalus teh sampai kopi. Kerenggangan antar lubang saringan itu ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki kedua belah pihak. Walaupun keduanya berkeinginan yang sama yaitu mendapat hasil saringan yang halus, tetap saja harus ada upaya untuk menundukkan ego masing-masing.
Berlatih menyusun saringan informasi dan argumen semacam itu sangat diperlukan saat ini. Banjir bacaan tak terklarifikasi membuat kebohongan makin tersebar hingga ke pelosok desa dan kebingungan menyikapi kejadian yang sebenarnya tak begitu penting itupun bak tsunami. Keengganan bertabayun tak hanya menimpa kaum awam di negeri yang dicap terbelakang. Lihat saja di negara dengan kebebasan pers terliar di dunia, Amerika Serikat, di sana tiap isu diangkat sedemikian rupa agar menghasilkan laba. Bahkan berita duta sekalipun!
Jika penyebaran berita berisi keji dibiarkan, sama saja menyembelih generasi mendatang. Jika Ismail rela disembelih demi semangat mematuhi perintah Tuhan, dalam hati kecil Ibrahim masih ada secuil keraguan. Kita malah menyerahkan anak-anak laki-laki untuk disembelih Firaun sebab berpeluang mengganggu trahnya." potong Kang Kuat.

Silaturahim

"Silaturahim adalah istilah berat untuk nongkrong atau 'srawung'. Di dalam kegiatan tersebut ada banyak sekali kegiatan. Bisa saling membahagiakan maupun berbagi beban hidup. Bahkan akademisi barat menyebut kebutuhan berinteraksi antar manusia itu sebagai salahsatu hak hidup. Sangking begitu berartinya sampai diistilahkan sebagai 'hewan sosial'. Agak miris dengan penggunaan kata hewan, sebab makhluk ciptaan Tuhan tersebut juga hidup secara komunal.
Kanjeng Nabi menyebut ''srawung' membawa banyak kebaikan. Salahsatu yang paling mantap adalah memperpanjang usia. Bisa ditafsir dengan berbagai cara, tapi bagiku ada kaidah 'jangan seperti keledai jatuh ke lubang yang sama. Pengetahuan maupun pengalaman bisa dibagi antar manusia asal ada iktikad baik di antaranya. Misal kawan tengah menghadapi pengembang yang curang sedangkan kita pernah meloloskan diri dari jebakan serupa. Kita memberikan saran juga pencegahan agar kawan tak masuk ke perangkap yang sama. 
Ada lagi, suami Siti Khadijah itu menyebut bahwa ketika ada yang bertamu ke rumah, si tamu akan membawa semua bala bencana yang seharusnya menimpa kita. Maka anjuran manusia dengan perilaku terbaik di segala zaman itu adalah memuliakan tamu semaksimal mungkin. Tentu sesuai kemampuan serta tak diniatkan untuk gengsi atau dianggap kaum berada. Apa adanya dan diniatkan untuk melayani utusan Gusti Allah, bukan citra diri sendiri.
Ketika keakraban terjalin antar manusia, akan mudah saling bekerjasama. Seperti halnya semut yang berbagi feromon agar bisa sampai tujuan yang sama. Makhluk yang dipimpin seekor ratu itu seolah selalu berjabat tangan tiap bersua. Begitu juga dengan manusia yang dilambangkan dengan ucapan salam yang mengakhiri tiap ritual salat. Bahkan menjawab salam kecuali saat salat dihukumi wajib untuk menjawab. Bisa dihikmahi bahwa keselamatan yang menjadi arti dari salam adalah proses timbal balik dua arah.
Budaya menimba ilmu dan laku semacam itu sebenarnya sudah ada di berbagai daerah sejak dulu kala. Guru-guru di negeri tirai bambu seperti Lao Tse misalnya, selalu berpindah tempat untuk membagikan cara menempuh jalan kebajikan. Di Nusantara pun ada hal serupa, mulai dari santri kalong sampai mahasiswa seminari atau yang sering hadir saat seminar. Maka tak heran jika bangsa ini mampu tertawa terbahak-bahak saat bangsa lain stres menghadapi globalisasi. Laiknya sebuah koloni, hijrah tiap anggotanya akan membuahkan manfaat tanpa batas." sambung Kang Rukun. Ihda HS

Zaman Fitnah

"Zaman fitnah muncul di akhir zaman. Para nabi memperingatkan kaumnya dengan berbagai cara. Termasuk para budayawan yang tinggal di satu daerah, selalu memiliki cara meninggalkan peringatan itu ke generasi setelahnya. Sah-sah saja sesuai zaman. Bahkan tips dan trik cara menghadapinya pun bisa dikatakan sudah lengkap dari berbagai sisi. Tinggal bagaimana menjadikan ilmu-ilmu itu menjadi laku yang setia dilakoni.
Salahsatu ciri zaman fitnah atau yang oleh Ronggowarsito diistilahkan dengan 'zaman edan' adalah menyebarnya permusuhan. Apapun bisa dijadikan alasan pertengkaran. Mulai dari selera cat rumah antara suami-istri, 'rasan-rasan' antar tetangga yang berbuntut tumbuhnya saling curiga, sampai tingkat dunia di mana pemimpin negara saling pamerkan kekuasaannya. Pengetahuan bisa terus berkembang dengan kecepatan melampaui cahaya, tapi seringkali hanya sia-sia belaka.
Kini kemajuan teknologi yang seharusnya memperlancar arus komunikasi antar pihak justru ditunggangi untuk menebar benci. Kemampuan membaca yang terus merosot dari abad pertengahan membuat ruang untuk berbaik sangka menyempit. Kuantitas buku di abad di mana masa kegelapan Eropa menjadi puncak kebangkitannya kalah banyak dibanding era Zukerberg. Tapi rupanya hal tersebut tak menjadikan manusia akhir zaman ini makin bijak. Bahkan bisa dibilang lebih cepat menuju titik nadirnya sendiri.
Hal yang sama juga berlaku pada kegiatan mendengar. Kedua perbuatan ini, baik membaca ataupun mendengar memang membutuhkan konsentrasi tinggi. Bisa jadi salah satu hikmah dari diciptakannya sepasang mata dan telinga tapi satu mulut saja ada di situ. Memperbanyak masukan informasi tapi mengeluarkannya dengan menyedikitkan sesuai saringan. Boleh porsinya sampai separuh sebagaimana satu adalah setengah dari dua. Sungguh miris jika sekelompok buta yang memegang bagian tubuh gajah berlainan harus sia-sia berdebat seperti apa bentuk gajah.
Maka fungsi banyak baca dan dengar tak hanya dari yang satu sisi sangat diperlukan sebagai penyeimbang. Tsun Zu menyebutkan dalam strategi perang yang ditulisnya sebelum Isa lahir itu dengan kalimat 'kenalilah musuhmu agar kau paham cara berpikirnya'. Delapan abad kemudian Kanjeng Nabi mengatakan bahwa mempelajari bahasa musuh adalah cara mencegah diri tertipu oleh muslihatnya. Bahasa bisa dimaknai sebagai pengetahuan, pengalaman, bahkan sebagai bahasa itu sendiri." imbuh Kang Syukur di lincak berkabut.

Sunday, September 24, 2017

YANG MAU ILMU TINGKAT TINGGI DAN FREE, KEMARI...!! Niar Mihr·15 Desember 2016

Yang pernah merasakan sakit berkepanjangan, stress tidak berujung, hutang kemana mana belum lunas, piutaang dimana mana belum ada yang bayar, mau nagih tapi merasa kok malah yang ditagih seperti singa, malah yang berpituang rasanya seperti burung perkutut yang mendengar auman singa langsung menciut; yang merasa stress dengan suami yang KDRT, yang merasa stress dengan istri yang tidak mau selaras dengan tujuan perkawnan, yang menantu tidak bisa komunikasikan kehendak pada orang tua dan mertua, yang jomblo , duda, janda yang sedih dengan keadaannya, yang pelajar stress dimarahin dosennya terus menerus skripsi gak selesai selesai, yang di PHK, yyang belum bekerja, yang selalu diputusin pacar, yang apalah apalah...
SEMUA YANG PERNAH MENANGIS , SEMUA YANG KEADAAN DEPRESSED, SORROW, LEMAH, LETIH, PUTUS ASA, SEMUA YANG MENGALAMI KEBURUKAN..
SINI SAYA BERITAHUKAN.
Pernahkah anda menangis karena hal hal buruk itu?stress tingkat dewa...
Kalau perempuan , mungkin cepat menangis, kalau lelaki jadi emosian, marah, kencang urat leher, kalau ada yang menangis, semua yang terjadi saat emosimu turuuuuuuunnnn ke tingkat paling bawah..rasanya dunia runtuh.
Timbul kata kata "aku malu, aku jelek, reputasiku hancur, saya dihina , saya gak bagus dimata orang lain, bagaimana pandangan keluarga terhadapku, bagaimana pendangan kawan sekerjaku, aku rapuh, aku tidak punya wajah lagi, aku tidak punya uang lagi, hartaku habis, rumahku sudah terjual, mobilku kugadai, aku sudah tidak punya apa apa lagi.. AKU HANCUR !! dan kata kata lain yang terucap dari hati dan mulutmu..
HEIII.. JIKA ANDA SUDAH PERNAH MASUK KE POSISI ITU, DAN HARI INI MASALAHMU BELUM KUNJUNG SELESAI.., SAYA MAU MEMBAWA ANDA SEMUA KE POSISI ANDA ITU LAGI.
KALAUPUN SEKARANG ANDA SEDANG ADA MASALAH, INI SAAT TERBAIKMU
MASUK SAJA DALAM KONDISI YANG JADI MASALAHMU ITU... INGAT INGAT SAJA APA MASALAHMU !! justru saya mau anda ke puncak ekstrim yang pernah anda lalui, KALAU ANDA SAMPAI TERBAWA SAMPAI ANDA EMOSIMU TERKUAK.. ITU BAGUS.
KALAU ANDA MASUK DAN JUSTRU ANDA SAMPAI MENANGIS DALAM DAN GUSAR, MARAH.. ITU JUGA BAGUS.
TAPI INGAT...!!!
BEGITU ANDA MASUK SAMPAI EMOSIMU TERDALAM, SEGERA SADAR.. BERHENTI MENGATAKAN HAL HAL BURUK ITU LAGI, INI PUNCAK YANG DITUNGGU... !!! SEGERA KATAKAN HAL HAL BAIK.
" AKU BAIK, AKU PINTAR, AKU SUKSES, AKU BERHASIL, AKU KAYA, AKU JUARA, AKU KAYA, AKU NAIK LEVEL, AKU BERUNTUNG, AKU APALAH YANG TERBAIK " BALIK KATA KATAMU SESUAI TUJUAN HIDUP YANG KAMU INGINKAN
KATAKAN DENGAN SUARA KENCANG, KALAU MAU MASUK MOBIL DAN BERTERIAK SAMBIL MENANGIS AIR MATAMU ,AIR HIDUNGMU, AIR LUDAHMU BERCAMPUR.. TIDAK APA APA.
KALAU MAU KE KAMAR, TERIAK DI BANTAL, SEKENCANG KENCANGNYA KATAKAN YANG POSITIF, KATAKAN YANG TERBAIK, SILAKAN , Tapi jangan buat keributan, nanti kamu dikira sedang bla.bla..
KALAU KAMU BISA KUASAI DIRI .. MASIH BISA MENGINGAT SEGALA YANG BURUK ITU DAN MERASAKAN KEPEDIHANNYA, NAMUN DISITUPUN KAMU BISA MENYADARKAN DIRI BAHWA KAMU MAU MENGATAKAN HAL HAL YANG POSITIF, YANG TERBAIK YANG MENJADI TUJUANMU... KATAKANLAH DENGAN KESADARAN SAJA.. AKU TERBAIK, AKU JUARA, AKU NAIK LEVEL, AKU SEORANG BERUNTUNG, AKU KAYA, AKU MANIS, AKU CAKEP, AKU BAHAGIA, AKU SEGALA YANG BAIK, DLL..
============================================
MAKA DALAM HITUNGAN MENIT, KE JAM JAM BERIKUTNYA ANDA AKAN MERASAKAN HAL HAL YANG LUAR BIASA.
ENGKAU AKAN MERASAKAN PINTU KEAJAIBAN DIBUKAKAN BAGIMU, ENGKAU AKAN MERASAKAN SEMANGATMU DOUBLE POWER. ENGKAU AKAN MERASAKAN PERUBAHAN VIBRASI DI LINGKUNGANMU, SEGALANYA BERUBAH. ============================================ TAHUKAH ANDA,.. INILAH ILMUNYA “ILMU KEMAMPUAN UNTUK TIDAK LARUT “ JANGAN KAMU BERMAIN MAIN DENGAN EMOSIMU, SAAT KAMU DI PUNCAK EMOSI, DISITU KAMU SEDANG TERBUKA, DAN KAMU SEDANG TAJAM BAGAI PEDANG.. SEHINGGA APAPUN YANG KAMU UCAPKAN BISA LANGSUNG JADI NYATA BAGIMU. MAKA BIJAKLAH MEMILIH KATA KATA DI SAAT PUNCAK EMOSIMU !! SALAM HANGAT, MASTER NIAR MIHr. www.IntentionHealing.info

Ulama

Apakah 'ulama' itu? Yang jelas, dalam pengertian hakikinya, ulama bukan sekedar jubah dan sorban, sekolah agama tinggi-tinggi, atau gemar berceramah atas nama agama.
Definisi Al-Qur'an: ulama adalah orang yang khasya' (takut) pada Allah. Digunakan kata "yakhsya' " di sana.
"Sesungguhnya yang takut (يخش) kepada Allah di antara para hamba-Nya adalah Al-Ulama.” (QS. Fathir: 28).
Ada tiga jenis kata 'takut' dalam Al-Quran, menurut Ibnu Arabi. Yaitu khauf, rahbah, dan khasya'. Ini menunjukkan jenis dan tingkatannya.
Yang dimaksud 'khasya' dalam ayat itu adalah takut pada 'dzat Allah'. Bukan lagi 'sekedar' takut pada azab-Nya (ini istilahnya 'khauf') maupun takut akan ketidakridhaan Allah (disebut 'rahbah'). Kata awalan 'Al' di kata 'ulama' di ayat tersebut menunjukkan segolongan khusus diantara sebuah golongan umum.
Khasya' ini adalah tingkatan ketakutan seseorang yang telah mengenal Allah, sebagaimana seorang jelata yang memiliki ketakutan, rasa segan (sekaligus kekaguman dan kecintaan) setelah ia mengenal rajanya. Ia takut karena mengerti apa saja yang Rajanya mampu lakukan.
Khauf: takut siksa Allah. Artinya, takut pada perbuatan Allah. Rahbah: takut pada ketidakridhaan Allah. Ini takut pada sifat Allah. Khasya': takut pada Dia. Takut pada zat.
Kalau diperhatikan, ada peningkatan kedalaman level pengenalan. Mengenal perbuatan/tindakan Allah, mengenal sifat Allah, lalu mengenal Dia. Memahami keagungan dan kedahsyatan Dia ta'ala akan membuatnya takut, tapi sekaligus kagum dan cinta.
Semua yang telah mengenal Allah dan membuatnya khasya', adalah ulama. Sebaliknya, yang belum mengenal-Nya, belum menjadi seorang ulama di mata Allah ta'ala, walaupun orang-orang di dunia menggelarinya ulama dan ia sendiri telah merasa menjadi seorang ulama.
Ulama adalah sebutan Allah pada sekelompok hamba-hamba-Nya yang khusus. Tidak semua hamba-Nya adalah ulama. Bahkan, tidak semua wali adalah ulama.
'Ulama' adalah segolongan khusus insan yang tidak mengumbar gelarnya. Mereka membiarkan dirinya diidentifikasi hanya oleh orang yang butuh saja, sebagaimana sumur yang diam, membiarkan dirinya dicari orang yang haus.
Kenapa mereka 'diam'? Karena pada dasarnya kehausan adalah sebuah kondisi yang diberikan Allah pada orang yang sudah sangat membutuhkan air. Rasa haus adalah sebuah 'tiket masuk', sebuah surat panggilan.
Jika rasa ingin minum pada seseorang belum sampai membuatnya mencari minum dari sumber air, maka pada hakikatnya, sebenarnya Allah memang belum memberinya sebuah 'tiket' untuk minum dari sumber air. Ia memang belum dipanggil. Dengan demikian, air dari sumbernya memang belum menjadi haknya saat itu. Tidak ada tanda dari Allah bahwa ia sudah waktunya diberi minum. Dan seorang ulama hakiki hanya seorang hamba: ia tidak akan berani mendahului tanda dari majikannya.
Sesederhana itu.
Jadi,
(1) tidak semua penceramah atau yang bersorban adalah ulama.
(2) Ada tiga tingkatan ketakutan seorang hamba pada Allah: takut pada azab Allah (khauf), takut jika Allah tidak ridha padanya (rahbah), dan yang tertinggi, takut pada (zat) Allah (khasya'). Allah hanya menyebut 'ulama' pada mereka yang telah khasya' pada Allah.
(3) Kehausan akan segala sesuatu tentang Allah sebenarnya adalah tiket masuk, sebuah izin untuk mulai mendekati-Nya. Kehausan adalah sebuah anugerah dari-Nya.
(4) Ada kalimat yang mirip dalam Alkitab, dalam Amsal 1 : 7, "Takut akan Tuhan adalah awal pengetahuan."

Menyatakan perbedaan keadaan orang berdosa dengan orang bertakwa.

Tak terhitung banyaknya hamba yang taat,
menjerit dalam doa,
sehingga kabut ketulusan membumbung ke langit.
Dan dari rintihan penyesalan dosa,
naik wewangian melampaui atap langit.

Sehingga para malaikat yang patuh memohon
kepada Rabb, seraya berkata,
"Wahai Engkau yang menjawab semua doa
wahai Engkau yang perlindungannya didambakan,
Seorang hamba-Mu yang taat tengah memohon
dengan berendah hati,
tak digantungkannya harapan
kecuali kepada-Mu.
Engkau Sang Penganugerah limpahan
bahkan kepada mereka yang asing pada-Mu,
setiap pendamba memperoleh dambaannya dari-Mu."
Rabb bersabda, "Bukanlah karena dia tercela,
sehingga anugerah-Ku baginya ditunda:
penundaan itu adalah sebuah bantuan.
Kebutuhannya membawa dia
dari kelalaiannya kepada-Ku,
terseok-seok merayap dia ke jalan-Ku.
Seandainya langsung Ku-penuhi keperluannya,
segera dia berbalik: tenggelam kembali
dalam permainan hidupnya.
Walaupun dia merintih,
dari kedalaman jiwanya:
'Wahai Rabb, Sang Maha Pelindung;'
biarlah dia menangis
dengan hati patah dan dada terluka.
Aku senang mendengar rintihannya:
'Wahai Rabb,'
dan doa yang dia rahasiakan.
Dan bagaimana dalam permohonan
dan beralasan kepada-Ku,
akan dia ajukan aneka bujukan,
bahkan coba memperdaya dan memaksa."
Orang memasukkan burung nuri dan bulbul
ke dalam kandang yang bagus,
untuk mendengar keindahan suara
dan nyanyian mereka.
Itu tak dilakukan orang
terhadap burung hantu atau gagak.
Atau, seperti kisah dua orang
yang pergi menemui seorang pembuat roti:
yang pertama seorang yang tua dan buruk rupa,
yang ke dua seorang pemuda tampan,
yang cemerlang wajahnya disukai sang tukang roti. [1]
Ke duanya meminta roti,
Sang tukang roti segera memberi si tua buruk rupa
sepotong roti tak beragi,
lalu langsung menyuruh dia pergi.
Tapi apakah dia akan juga segera memberi roti
pada sang pemuda; yang ketampanan
dan kecemerlangannya dia sukai?
Tidak! Dia akan menahannya.
Dia akan berkata, "duduklah sebentar,
kau takkan rugi sedikit pun,
roti segar yang baru tengah di bakar."
Lalu, ketika sudah matang,
dan roti panas segar dihidangkan kepadanya,
sang tukang roti akan berkata,
"tunggulah sebentar lagi,
halwa segera dihidangkan."
Begitulah dia suka menahan sang pemuda,
dan secara tersembunyi menjadikan sang pemuda
sasaran perhatiannya.
Seakan berkata, "Aku punya urusan penting
yang perlu kita bicarakan, karena itu
tunggulah sebentar, wahai wajah cemerlang."
Ketahuilah dengan yakin,
inilah sebab mengapa mereka yang beriman,
menjumpai berbagai kekecewaan
ketika memohonkan kebaikan
dan menghindari kejahatan.
Catatan:
[1] Menyatakan perbedaan keadaan orang berdosa dengan orang bertakwa.
Sumber:
Rumi: Matsnavi VI: 4217 - 4237
Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Nicholson.
Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh Herman Soetomo.

HMI dan PKI

Saiya setuju pendapat kakanda Shandy JA Songge, murid langsung Prof. Nurcholish Madji, di Himpunan Mahasiswa Islam untuk segera menuliskan catatan perseteruan organisasi ini dengan PKI.
Mengingat semakin banyak saja alumni-alumninya yang wafat dan meninggalkan catatan seputar kejadian itu dalam bentuk kisah-kisah pribadi saja.
Beberapa yang sering saiya dengar adalah dari pembicaraan dengan dr. Sulastomo tentang manuver PKI lewat lembaga-lembaga sayap untuk mengintimidasi HMI.
Pernyataan DN Aidit: "Kader PKI sarungan saja kalau tidak bisa kalahkan HMI" dianggap perintah pembasmian kepada pihak-pihak yang dianggap anti revolusi.
Aidit menurut dr. Sulastomo tentu memiliki alasan kuat bahwa PKI mesti menang melawan organ mahasiswa Islam yang dianggap salah satu penghalang dari manuver politik PKI. Soekarno belum lama menempatkan Masyumi sebagai partai terlarang, dan Hmi yang selama ini dianggap onderbouw (bawah ketiak) tokoh-tokoh Masyumi pasti akan lebih mudah dikalahkan.
Kenyataannya, lanjut Prof. Dawam Rahardjo, Hmi itu dibentuk oleh orang-orang yang sebenarnya tidak terlalu kental juga warna keislamannya. Sosok seperti Lafran Pane adalah orang yang urbanis, hampir abangan. Taat beribadah tetapi terbuka terhadap budaya pesta-pesta mahasiswa. Ini dapat dilihat dari anggota Hmi dulu yang berpakaian kebaya atau pakaian perempuan biasa.
Dawam memiliki kisah langsung konflik Hmi dengan CGMI (Central/Coordinatie Gerakan Mahasiswa Indonesia) seputar pengepungan Kraton Yogya oleh PKI.
Ia bercerita bahwa satu-satunya jalan yang belum ditutup massa komunis adalah gerbang Kauman. Dimana dia menyelundupkan anak-anak Hmi untuk memecah konsentrasi aksi PKI.
Ketika saiya bertanya, apakah tujuan aksi di alun-alun Yogya itu nantinya disetting chaos untuk kemudian membunuh Sultan HB IX. Prof Damam tidak menjawab tetapi sepertinya ia setuju akan adanya skenario seperti itu. Sultan adalah salah satu orang yang paling anti dan dianggap ganjalan bagi PKI.
Sementara saiya mendengarkan dengan tertawa, kisah almarhum Imaduddin Abdurrahman, salah satu senior Hmi Bandung dan aktivis masjid Salman yang bercerita bahwa ia bersama Prof. Ahmad Sadali dan adiknya Ir. Ahmad Noeman mempersiapkan shalat Jum'at pertama di tanah di depan kampus.
Dari kisah yang sama (alm) Ir. Ahmad Noeman bercerita bahwa awalnya mereka pura-pura membuat petak-petak tanah dengan alasan di sana akan dibuat ladang jagung penelitian kampus ITB demi menghindari penyerangan massa pro PKI. Di hari jum;at tanah tersebut di beri pembatas semacam shaf shalat untuk kemudian diselenggarakan shalat jum'at pertama.
Ir. Ahmad Noeman sendiri dan kakaknya (Prof) Ahmad Sadali adalah desainer logo dan mutz (baret) Hmi. Ia bercerita dalam satu pertemuan.
"Kita iri dengan anak-anak CGMNI yang afiliasi ke PKI. Mereka pakai baret dengan hiasan yang bagus. Keren dan necis. Kayaknya Hmi perlu bikin juga."
...tentu masih banyak kisah2 kecil lainnya. Andi H.

Thursday, September 21, 2017

Tahun Baru



Simbol Isa adalah matahari, karena dalam Al-Quran, namanya dan ibunya sering disandingkan dengan Ruh Al-Quds (yang juga disimbolkan sebagai matahari). Perhitungan tahun Masehi sendiri berdasarkan pada perjalanan matahari. Umat Nasrani mengenal istilah dalam bahasa Latin, “Anno Domini” (AD) yang artinya “Tahun daripada Tuhan kita” (In the year of Our Lord). Dalam bahasa Indonesia, kita mengenalnya sebagai tahun Masehi, yang dalam bahasa Ibrani adalah “Mesiah” atau “Mesias” yang artinya “Yang diurapi” (dalam Alkitab hanya ada dua orang yang disebut Mesias, yaitu Dawud dan Yesus). Secara tradisional, penanggalan ini didasarkan pada tahun tradisional yang dihitung sejak kelahiran Yesus dari Nazaret. Dan, sebagaimana halnya matahari yang menyilaukan jika dipandang langsung dengan mata telanjang, maka seperti itu pulalah kehidupan Nabi Isa, yang sangat keras dalam kezuhudannya, dan nyaris mustahil untuk ditiru oleh semua manusia.
Sedangkan Rasulullah sering disimbolkan sebagai bulan purnama, dan perhitungan tahun umatnya dinamakan Hijriyah karena tahun pertama kalender ini adalah tahun di mana terjadi peristiwa Hijrah-nya Nabi Muhammad saw dari Makkah ke Madinah, yakni pada tahun 622 M. Penanggalannya pun menggunakan peredaran bulan sebagai acuannya. Dalam sistem Kalender Hijriah, hari dan tanggal baru dimulai ketika terbenamnya matahari di suatu tempat. Sistem penanggalan ini ditetapkan pada masa Khalifah Umar bin Khaththab, sang Khalifah Allah, dan sesuai dengan QS At-Taubah [9]: 36.
Kenapa Rasulullah Muhammad saw disimbolkan dengan bulan purnama—dan begitu pula perhitungan tahun umatnya? Karena rembulan itu indah dan bisa dipandang langsung dengan mata telanjang, menyenangkan siapa pun yang menatapnya, bahkan melahirkan banyak puisi dan lagu ihwal keindahan malam bulan purnama. Seperti itu pulalah kehidupan Rasulullah Muhammad saw, sang uswatun hasanah, yang menjadi panutan bagi semua umat Muslim, yang harus menjadi suri tauladan bagi mereka. Di tanah Jawa ini, kita mengenal lagu tradisional yang memuji keindahan bulan purnama tersebut dan bagaimana kegembiraan yang mengiringinya, gubahan sang Wali Quthb, Sunan Kalijaga.
Lir-ilir, lir-ilir
Tandure wis sumilir
Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar
Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro
Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir
Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore
Mumpung padhang rembulane, mumpung jembar kalangane
Yo surako… surak iyo…
Artinya:
Bangunlah, bangunlah
Tanaman sudah bersemi
Demikian menghijau bagaikan pengantin baru
Anak gembala, anak gembala panjatlah (pohon) belimbing itu
Biar licin dan susah tetaplah kau panjat untuk membasuh pakaianmu
Pakaianmu, pakaianmu terkoyak-koyak di bagian samping
Jahitlah, benahilah untuk menghadap nanti sore
Mumpung bulan bersinar terang, mumpung banyak waktu luang
Ayo bersoraklah dengan sorakan iya
Mereka yang menempuh jalan pertaubatan atau suluk tentu bisa paham makna dari lagu di atas...

eSisk: SISKAMLING ONLINE PEMBERANTAS PORNOGRAFI DAN PERJUDIAN

Selepas melihat data dari Drone Emprit semalem tentang pornografi di media sosial, saya jadi mikir, gimana cara paling mudah, cepat, dan murah untuk memblokir situs-situs terkait pornografi juga judi. 
Persyaratan sistemnya sederhana sekali:
- ronda siskamling dilakukan secara online
- harus cukup dengan 1 server untuk mendapat daftar alamat hitam
- daftar alamat hitam kemudian diserahkan ke Internet Positif (Kominfo) untuk diblokir
- harus efektif dalam memblokir sebagian besar akses oleh publik ke situs hitam
CARA MAHAL DAN SUSAH
Bagaimana cara paling MAHAL dan SUSAH untuk mengetahui situs yang paling sering dikunjungi oleh warganet Indonesia? 
Di Indonesia ada 10 lebih IIX dan Internet Gateway yang tersebar. Untuk tahu apa yang sering diakses oleh publik, kita harus pasang alat di tiap-tiap titik untuk menangkap header setiap paket data yang lewat. Di dalam header ini kita bisa tahu alamat URL (HTTP). Kalau pakai HTTPs, ya wassalam. 
Entah berapa tera byte data setiap hari yang lewat. Sebanyak itu juga kapasitas alat yang dibutuhkan. Alat semacam itu mahal sekali harganya. Mungkin sampai order trilyun rupiah jika dipasang di semua titik.
Itu baru untuk menangkap paket dari data. Belum kemudian sistem big data untuk memproses paket, dan mengambil hanya URL yang relevan dengan target siskamling, seperti pornografi, perjudian, dll. Dibutuhkan sistem big data dengan cluster server yang tidak kecil. Tentu, mahal sekali harganya, mungkin ordenya ratusan M rupiah.
CARA MUDAH DAN MURAH 
Adakah cara yang lebih mudah dan murah dari cara di atas? Dan mungkinkah hanya dengan 1 server saja, ndak perlu trilyunan alat untuk tapping paket dan big data cluster, kita bisa mencapai goal yang sama, atau mendekati sama?
Nothing is impossible, kata Audrey Hepburn. Jadi harus bisa. Gimana caranya?
Inilah yang akan coba saya jawab dengan riset dan analisis singkat berikut.
PERTANYAAN RISET
Untuk menjawab pertanyaan di atas, langkah pertama yang saya pikirkan adalah tanya ke Google. Google tahu, topik apa saja yang paling banyak dicari oleh semua pengguna di seluruh dunia. 
Ini yang saya tanyakan:
- Apa kata kunci (topik) yang paling banyak dicari oleh pengguna dari Indonesia?
- Dibandingkan dengan kata kunci pertama dan kedua paling populer, seberapa banyak kata kunci terkait pornografi dan perjudian dicari oleh pengguna dari Indonesia?
- Dari sebuah kata kunci terkait pornografi (dan juga perjudian) yang paling banyak ditemukan oleh Drone Emprit dari media sosial sebelumnya, apa kata kunci lain yang relevan? Berikan 25 kata kunci tambahan.
- Dari setiap kata kunci yang paling banyak dicari oleh pengguna Indonesia, situs dan halaman web mana saja muncul dalam halaman 1 sd 100 hasil pencarian Google Custom Search?
- Apakah daftar domain dari situs yang diberikan oleh Google Custom Search itu full berisi konten hitam yang harus kita blokir?
TOP TREN KEYWORD DARI INDONESIA
Untuk menjawab sub-pertanyaan di atas, saya gunakan situs Google Trends (https://trends.google.com/trends/) yang dapat kita akses dengan gratis. 
Untuk mengetahui kata kunci yang paling populer di Indonesia, saya masukkan keyword '*' (asterisk), untuk periode 1 bulan terakhir. Hasilnya, ada 25 top keyword, dimana top 5 keyword adalah:
- download
- fb
- download lagu
- facebook
- google
Good starting point. Dan tampaknya publik Indonesia cukup sopan bukan? Anda bisa coba sendiri di sini: https://trends.google.com/trends/explore…
TOP KEYWORDS VS PORNOGRAFI
Nah, dari analisis Drone Emprit sebelumnya, kita dapatkan banyak kata kunci terkait pornografi dan perjudian. Misal untuk pornografi, ada satu yang cukup sering digunakan sebagai nama domain, yaitu bokep. Bagaimana posisi kata kunci ini dibanding dua kata kunci paling populer di atas?
Untuk itu, kita masukkan bandingkan tiga keyword: download, fb, dan bokep. Anda bisa coba di sini: https://trends.google.com/trends/explore…
Hasilnya? Hmm... ternyata secara konsisten, urutan popularitasnya adalah sebagai berikut:
- download
- bokep
- fb 
Rata-rata selama sebulan kata kunci download 89%, bokep 59%, dan fb 49%. Tinggi sekali. Bahkan bokep lebih tinggi dari fb, dan tentu lebih tinggi dari kata kunci facebook dan google. 
Di antara download dan bokep, itu ada gap yang lumayan besar. Mustinya ada keyword2 menarik di sana. Saya belum sempat eksplor saat ini. Monggo kalau ada yang tertarik melanjutkan eksplorasi ini.
Saya ndak tahu kenapa Google Trend tidak menampilkan bokep ini dalam top trend Indonesia. Kayaknya kata kunci seperti ini difilter dari hasil trend, karena bisa bikin malu bangsa 
Jadi sodara-sodara, maaf ya, ternyata 'bokep' adalah salah satu 'top of mind' warganet dari Indonesia. Bangga?
Di samping kata kunci ini, kita juga dapat kata kunci lain yang terkait, seperti bokep video, download bokep, bokep jepang, dll. Kita juga tahu daerah mana saja yang paling suka dengan kata kunci ini. Yang pasti bukan DKI atau pun Jabar. 
TOP KEYWORDS VS PORNOGRAFI VS PERJUDIAN 
Ok, sekarang kita ingin tahu bagaimana dengan perjudian? Seberapa besar topik ini dicari dibandingkan dengan saudaranya (pornografi) di atas?
Dari data Drone Emprit, saya dapat beberapa keyword yang paling sering muncul terkait perjudian, dan salah satunya adalah 'togel'. Kata kunci ini sering dipakai dalam nama domain terkait judi.
Kita bandingkan tiga kata kunci: google, bokep, dan togel. Anda bisa coba di sini: https://trends.google.com/trends/explore…
Dan hasilnya, ketiga keyword ini memiliki urutan popularitas berikut:
- bokep
- google
- togel
Dalam sebulan terakhir dari ketiga kata kunci ini, rata-rata bokep mendapat interest 89%, google 47%, dan togel 20%. Not bad buat togel dibandingkan google. Hampir separuhnya.
Kita juga dapat keyword lain yang terkait togel, seperti togel hk, hongkong togel, sgp togel, togel singapore, dll. Juga kita bisa lihat daerah mana yang paling terobsesi dengan togel. Nomor satu ternyata papua.
GOOGLE SEARCH 
Nah, kita udah tahu, kata kunci apa saja yang menjadi top of mind warganet Indonesia, ketika mengakses konten pornografi dan perjudian di internet. Selanjutnya, kita ingin meronda, mendapatkan alamat-alamat web (URL) yang paling populer dan selalu muncul dalam seratus halaman pertama pencarian di Google.
Caranya gampang. Tinggal masukkan kata kunci bokep, atau togel di google. Langsung keluar hasilnya. Untuk pencarian otomatis oleh mesin, kita bisa gunakan API dari Google Custom Search. 
Sebagai contoh, dari halaman pertama pencarian untuk keyword bokep, kita dapatkan hampir semua situs itu positif berisi konten hitam pornografi. Kecuali dua domain yang berupa domain platform media sosial, yaitu twitter dan instagram. Sisanya, bisa langsung dibungkus, dimasukkan ke dalam daftar alamat hitam.
Untuk keyword bokep ini, paling banyak Google menampilkan hingga 7 halaman hasil pencarian. Jadi ndak banyak sebenarnya. Tapi kebanyakan situs di hasil pencarian ini belum masuk ke dalam daftar blokir Internet Positif.
METODE SISKAMLING ONLINE eSISK 
Nah, kembali ke pertanyaan awal. Bagaimana sistem pencarian situs dengan konten negatif bisa dilakukan menggunakan solusi yang super MURAH dan MUDAH? 
Saya buatkan sebuah metode, yang sangat sederhana, dan hanya terdiri dari 4 langkah berikut:
1. Cari top keyword terkait pornografi dari Google Trend
2. Cari domain dan web site yang terkait keyword pornografi dari Google Custom Search
3. Evaluasi daftar website, domain, dan IP address (manual, atau otomatis menggunakan Machine Learning)
4. Kirim daftar domain dan IP berkonten negatif ke Internet Positif
Untuk implementasi metode tersebut, cukup dibutuhkan sebuah commodity server dengan OS Linux, dan beberapa script dan program. 
CLOSING 
Ini hanya sedikit sumbangan pemikiran tentang bagaimana kita bisa melakukan sesuatu untuk mengurangi akses ke situs-situs berkonten negatif, dengan cara yang mudah dan murah.
Metode ini bisa digunakan untuk target konten pornografi dan perjudian. Bisa juga digunakan untuk konten lain seperti fake news, hoax, dll. Ismail F.

Tuesday, September 19, 2017

Sekali lagi tentang Preferensi Membaca Penyegelan YLBHI dan Tragedi 65

Hari ini kita membaca barisan polisi memblokade acara diskusi mengungkap tragedi (19)65 di depan kantor YLBHI Menteng.
Sekelompok penggiat yayasan memprotes aksi polisi yang mereka sebut sebagai kemunduran demokrasi. Penggiat bahkan menyesalkan tindakan polisi yang melarang pemberian makanan pada peserta yang sudah ada di dalam dan pelarangan bagi tamu undangan untuk menggunakan toilet di kantor Yayasan. 
Saiya tidak terlalu bersimpati dengan kegiatan ini, karena beberapa dari mereka yang muncul memprotes tindakan polisi itu adalah mereka yang dulu selama kampanye pilpres 2014 paling giat meyakinkan publik bahwa pemerintahan Jokowi-JK adalah pemerintahan yang humanis yang menghargai demokrasi dan akan memperjuangkan hak-hak si tertindas. Dari adegan Kendeng, reklamasi, janji kampung deret warga gusuran pinggir kali Bukitduri, penyelesaian kasus Munir, orang hilang, sampai performing art serah terima lumpur Lapindo, Jokowi dianggap orang yang akan membuka jalan kepada keadilan. 
Singkatnya, seperti kawan yang bekerja di PMI yang mengatakan bahwa Jokowi adalah satu-satunya anti-tesa dari sosok Prabowo. Nama yang terakhir disebut, menurutnya adalah tokoh anti demokrasi, fasis, dan mempunyai sejarah kelam berdarah-darah tragedi kemanusiaan menjelang reformasi 1998. Saiya faham dia berbicara begitu karena preferensinya terhadap si tokoh idola adalah jalan ternyaman bagi dirinya. Bukan karena preferensi itu rasional sesuai dengan konsep ideal tetapi karena karena kebetulan JK adalah pembina di tempatnya mencari nafkah. 
Beberapa penggiat kemanusiaan dan hak asasi dari yayasan muncul di layar video. Mereka yang menolak penyegelan acara menguak kebenaran 65 itu adalah mereka juga yang dulu mengunduh fotonya di sebelah tulisan "I Stand on The Right Side" pada pilpres kemarin. Seperti yakin bahwa itu adalah sebuah pilihan tepat tanpa kecuali.
Setelah maraknya aksi pelaporan, aksi polisional terhadap sikap kritis publik oleh aparat atas nama penghinaan, kemudian diundangkannya PERPPU Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Ormas yang justru mengancam kebebasan berserikat dan berkumpul, lalu hari ini penyegelan kantor YLBHI untuk menggagalkan acara diskusi tragedi 1965 (Gestok) maka kita melihat mereka yang dulu berdiri di sisi yang benar adalah yang paling giat melayangkan protesnya.
Bila kita membaca Julia Kristeva, alasan utama mudahnya haluan dari para penggiat kemanusiaan dan pejuang hak-hak asasi ini berpindah dari pemuji kepada penyesal, maka ini tidak lepas dari gagalnya mereka merekonstruksi sistem linguistik yang dianggap dominan. 
Sejak awal para penggiat ini menempatkan dirinya dalam medan linguistik saling berlawanan dengan konsep yang dibayangkannya sendiri (Baudrilard)nya. Bahwa si A atau si B diimbuhi predikat sebagai lawan dari ide besar perjuangan tadi kenyataannya hanyalah konstruksi palsu dari cara kita untuk tidak menyukai orang . Padahal apa yang disebut sebagai anti-tesa, lawan, yang mau dihadapi itu sendiri adalah bagian dari frame-work yang sengaja diciptakan oleh sistem linguistik yang dominan. Di sini cara menyederhanakan posisioning diri saya (kami) terhadap anda (kamu) adalah praktik yang disebut inokulasi (McGuire). 
Dimana sejak awal pandangan kepada si A dan si B sama sekali tidak ditentukan oleh kenyataan logis jika A orang baik atau si B adalah orang jahat. Namun pada dasarnya si pengamat sedang berusaha menjaga agar preferensinya atau kecenderungannya terhadap apa yang terbayangkan dalam ide-ide mereka sendiri tetap terjaga. 
Kecenderungan ini secara psikologis menciptakan dalam diri mereka sejenis pertahanan yang ditanamkan melalui proses inokulasi tadi. Tujuannya untuk digunakan sebagai serum, anti-dot, atau vaksin yang bekerja untuk menangkal pendapat-pendapat lain yang tidak sesuai dengan preferensi awal mereka. Akibatnya mereka menihilkan kemungkinan alamiah jika si A dalam praktiknya dapat saja menjadi si jahat dalam ide perjuangan mereka. 
Pada saat mereka melihat di masa sekarang, justru rejim ini menjadi rejim yang tiba-tiba baper terhadap kritik, risau terhadap persekutuan dan perserikatan dan galau pada keluhan dianggap sebagai gejala subversif maka mereka tidak terlalu siap menahan dilema pikiran. Pada saat rejim ini mempraktikkan apa yang justru ditakuti akan dilakukan Prabowo maka mereka tidak mudah menyusunnya sebagai kenyataan. Di bawah rejim hari ini pula mereka seperti kebingunan melihat praktik polisional menjadi-jadi. Praktik; melaporkan, menahan, mempidanakan, dan memenjarakan para ulama, kritikus, dan oposisi. 
Mereka, para penggiat kemanusiaan dan hak asasi tadi gagal membaca kenyataan bahwa sebuah rejim dengan kekuasaan yang tidak ada sebelumnya dapat dengan cepat menciptakan apa yang dikaji Nyonya Kristeva sebagai sistem linguistik-nya sendiri. Mereka menghadapi sistem yang dengan cepat menerjemahkan kritik sebagai anti-kebhinekaan, penolakan sebagai anti-Pancasila, dan ketidaksetujuan sebagai wujud dari kebencian. Sistem linguistik ini tidak ada yang dapat memahaminya kecuali kekuasaan itu sendiri. Sehingga protes para penggiat kemanusiaan dan hak asasi dari yayasan di Menteng tadi hanya tinggal menjadi satu dari banyak kekecewaan yang tidak lagi penting disesali. Ini karena sejak awal mereka gagal memahami jika ide besar meski memiliki preferensi empiris, bukan sekedar asumsi agar ia tidak menjadi lawan dari ide-ide mereka sendiri. Andi H

Referendum Kurdi di Utara Irak

Ada dua tulisan kita terdahulu tentang kemungkinan wilayah otonomi Kurdi di utara Irak mengambil opsi referendum memisahkan diri dari Republik Arab Irak (2 Juli dan 2 September) setelah mereka mengambil kesempatan dari melemahnya pemerintahan di Baghdad akibat perang dengan kelompok teroris. 
Dugaan tadi sepertinya akan menjadi kenyataan setelah Wilayah Otonom Kurdi yang beribukota di Erbil Irak Utara kemarin mengumumkan bahwa mereka akan mengadakan referendum pemisahan diri pada 25 September mendatang. 
Hanya saja hal ini tidak akan mudah begitu saja diterima. Seperti kita ketahui wilayah perbatasan utara Suriah Turki, Irak-Turki dan Iran-Irak adalah wilayah yang banyak dihuni penduduk etnis kurdis. Sebaimana kita ketahui pula bahwa diaspora Kurdi baik di wilayah timur tengah maupun eropa selalu mendambakan terwujudnya negara kurdi merdeka. 
Wakil Presiden Irak, Nouri Al Maliki mengatakan jika referendum pada 25 September nanti adalah tidak konstitusional dan dengan tegas Baghdad menolak rencana pemisahan tadi sebagai plot yang dibuat oleh kepentingan zionis dan kolonialisme Barat. 
Meskipun menggunakan kata bersayap Juru Bicara Sekretaris Jendral PBB Stephan Dujarric mengeluarkan pernyataan pada hari sabtu lalu (16 September) bahwa persoalan ini harus dilihat dalam kacamata kedaulatan, integritas dan kesatuan Irak. Ia menambahkan jika tindakan referendum dapat menyebabkan perang melawan terorisme menjadi terhambat. 
Referendum Kurdi ini memang tidak akan mudah lolos. Pemerintahan Damaskus meski hari ini pasukan mereka masih belum menyeberang sungai Eupharat yang dikontrol milisi kurdi itu karena menghindari kemungkinan konflik dengan milisi kurdi YPG di Deir Azzoir. Mereka tentu saja tetap tidak akan menerima opsi pemisahan Kurdi di utara sungai Euphrate. 
Iran tidak akan membuka kemungkinan wilayah provinsi Kurdistan di utara akan berpikiran menyatukan diri dengan negara hasil referendum Kurdi Irak. Sementara intervensi Turki dari perbatasan ke wilayah Idlib di Suriah sejak awal adalah upaya Erdogan menciptakan enklave yang memisahkan kelompok Kurdis di Turki dan Suriah bersatu mendirikan negara sepanjang selatan Turki.. 
Ide referendum ini juga akan melawan arus besar di Irak, dimana setelah mobilisasi umum menjawab fatwa Grand Ayatullah Ali Sistani, rakyat Irak ada dalam satu kepercayaan yang tinggi nasionalisme dan persatuan Irak. Fatwa untuk mengangkat senjata bagi seluruh rakyat irak melawan milisi jihad ISIS melahirkan milisi PMU yang terdiri dari warga Irak dari beragam agama (islam, kristen, yahudi) dari berbagai etnis. Milisi inilah yang memainkan peran penting mencegah Irak terpecah-pecah menjadi negara lemah dengan kelompok-kelompok berbasis etnis dan sekte. 
Bila kita melihat lebih luas ke level internasional, maka ide referendum ini akan dengan mudah dijatuhkan di sidang konsil keamanan PBB. Rusia dan Cina sudah tentu akan menolak hasil referendum Kurdi mengingat mereka sudah memiliki aliansi proven dengan pemerintahan di Baghdad. 
Drama konflik di timteng masih akan bergerak dengan dinamis. Andi H

jika seseorang punya cahaya di dalam hati, ia bisa menemukan jalan pulang ke rumahnya

"Maulana Jalaluddin Rumi berujar jika seseorang punya cahaya di dalam hati, ia bisa menemukan jalan pulang ke rumahnya. Tentu cahaya yang dimaksud bukanlah senter dengan sekian takaran Lumens. Melainkan cahaya dalam artian ketenangan batin, termasuk keluasannya dalam menyikapi masalah keseharian. Bisa didapat dari percikan ibadah fisik yang rutin dilakukan atau juga latihan menggugah kesadaran via nalar. Keduanya bisa berujung pada hati yang terang.
Bahkan sosok yang gugur di gerbang kota Konya saat menghadang Pasukan Mongol ini menganjurkan untuk menutup mata dan merasakan cinta dari Gusti Allah. Menutup mata bisa dimaknai banyak hal, termasuk berhenti menerima, mengolah, dan mencerna informasi. Memasrahkan semuanya kembali pada hati nurani, mencari sebersit Kehendak Tuhan. Dalam istilah Sayyidina Ali bin Abi Thalib adalah menggunakan ilmu yang beliau perkirakan akan jadi barang langka di zaman akhir yaitu menghikmahi peristiwa. 
Teorinya memang begitu sulit dipahami jika tanpa menyertakan contoh. Tapi begitu melihat polanya di keseharian, hal tersebut bukanlah mitos belaka. Misalkan saat membeli rumah rupanya dicurangi pengembang dengan berbagai masalah fatal. Begitu akad dilakukan tentu ada rasa syukur yang membuncah. Tapi begitu menempati rumah yang diidamkan dan melihat retak di sana-sini, perlahan akan muncul keresahan. Termasuk bisikan setan yang seringkali menggunakan pengandaian bahkan simulasi masa depan yang belum tentu terjadi.
Perlahan rasa syukur yang sebesar lautan itu menyurut hingga sebatas laguna saja. Ditambah ketika masalah serupa ditemui para tetangga, akhirnya kegundahan tadi pun membesar. Bak bola salju, syukur pun akhirnya sebatas sungai. Berganti sabar menghadapinya. Namanya pembiaran tentu akan berakibat mengerikan. Maka terjadilah kesepakatan antar warga untuk menuntut pengembang membenahi fasilitas umum, belum fasilitas tiap rumah. Menggunakan skala prioritas terlebih dahulu. 
Sabar seharusnya tanpa batas pun akhirnya terbatasi oleh kemampuan hati mengelola permasalahan yang seringkali datang bertubi-tubi. Di sinilah titik puncak yang harus diwaspadai. Untunglah Kanjeng Nabi selama 13 tahun periode dakwahnya di Mekah memberi banyak teladan. Bahkan bisa dikatakan lebih banyak beliau ditindas daripada merdeka saat di Madinah yang hanya 10 tahun. Salahsatu prinsip yang beliau pakai adalah balas keburukan dengan kebaikan. Tak terhitung jumlahnya peristiwa yang menyangkut ini.
Dalam masalah perumahan tadi misal, mengirimi makanan termasuk menyapa dalam keramahan pihak pengembang adalah contoh penerapannya. Adapun langkah kedua Kanjeng Nabi adalah membalas dengan perbuatan yang setimpal. Seringkali putra Abdullah itu menggunakan jalan ini saat di medan perang. Dalam Perang Badar beliau meminta campur tangan Gusti Allah untuk memenangkan perang yang sudah pasti kalah secara hitungan logika. Bahkan terkesan sembrono dengan mengatakan jika pasukan Islam kalah berarti tak akan ada yang menyembah Gusti Allah lagi.
Sayyidina Abu Bakar yang tergolong Assabiqunal Awwalun atau yang masuk Islam pertama hingga terjamin surga itupun terpaksa menegur sahabat sedari masa kecilnya. Secara adab memang betul, hanya saja khalifah pertama usai Kanjeng Nabi wafat itu lupa jika Gusti Allah pun punya wewenang untuk membatalkan janji-Nya. Pun dalam perkara membalas setimpal ini beliau lakukan saat membakar benteng Yahudi yang berkhianat pada perjanjian. Lumrahnya di banyak peperangan lintas masa dan benua, pengkhianatan mendapat jatah hukuman tertinggi yaitu mati dengan tidak hormat.
Untuk pengaplikasiannya di perkara perumahan tadi adalah menuntut melalui musyawarah demi mufakat. Jika dalam tenggat waktu yang disepakati bersama di atas materai tak juga dipenuhi pengembang, malah terkesan tidak ada komunikasi dengan warga, jalan kedua ini layak ditempuh. Termasuk dengan memberi ultimatum apa yang akan terjadi pada pengembang jika sampai warga pada tahap amuk. Sebagaimana tengah menjadi tren saat ini di mana menghakimi massa bahkan hingga tewas marak di mana-mana. Penekanan pada simulasi-simulasi yang akan terjadi jika pengembang sengaja menghindari tanggungjawab juga bentuk membalas keburukan dengan keburukan yang setimpal.
Jalan ketiga yang dengan keras dilarang pria berjuluk Al Amin atau Yang Dapat Dipercaya itu adalah membalas keburukan dengan keburukan yang lebih berat. Beliau mencegah Sayyidina Umar bin Khattab yang sudah menghunus pedang untuk menebas seorang badui yang buang air kecil di tempat sujud. Bahkan saat Malaikat Jibril menawarkan gunung-gunung di sekitar Thaif untuk menimbun penduduknya ditepis dengan doa bagi hidayah keturunannya yang kelak terbukti. Padahal membalas keburukan dengan yang lebih berat itu dimaklumi dilakukan para nabi sebelumnya yang berdoa menimpakan bencana bagi umat yang durhaka. Adapun sosok yang yatim-piatu sedari batita itu justru memilih jalan sabar.
Sang Pembelah Bulan itu gunakan cahaya dalam hatinya untuk menerangi kegelaoan yang dunia selimutkan. Beliau menutup semua argumentasi yang menuju pada terprovokasinya hati. Dengan tegas menepis semua peluang membalas kedzaliman meski jika terlaksana pun akan dianggap wajar dan manusiawi. Apalagi di era media sosial di mana seringkali viralnya suatu peristiwa bisa mengaburkan objektifitas pada pokok permasalahan dan mengedepankan simpati jua empati. Tetap saja sebuah jalan cahaya harus dibersihkan dari kegelapan. Seperti halnya sebuah senthir yang harus rutin dibersihkan dari jelas yang menutupi kaca pemendarnya.
Ingat atau dzikir pada tiga prinsip tadi akan membuat seorang manusa ultra-moderen sekalipun tetap menjadi pelita di kelamnya malam. Ia akan dapat berjalan menyusuri remang meski kadang disertai rabaan. Begitu hatinya terasa gelap dengan sirnanya syukur dan sabar sebagai minyak dan sumbunya, ia memilih berhenti. Berdiam diri membersihkan jelaga-jelaga dari hati. Berbaik sangka pada bentuk kedzaliman paling nyata sekalipun, termasuk pada Kehendak Gusti Allah baik bagi perkembangan spiritual pribadi maupun pihak-pihak yang berkaitan.
Lenyapnya waspada pada kemungkinan matinya cahaya hati bisa berbuntut amarah yang meluap tak tepat sasaran. Akhirnya alih-alih menyelesaikan masalah, yang muncul justru tsunami masalah yang lebih rumit. Pemberitaan dunia kriminal berdekade belakangan membuktikan hal tersebut di mana seringkali hanya karena kesalahpahaman yang tidak diklarifikasi atau ditabayyuni berbuntut mendekam di balik jeruji untuk berdasawarsa lamanya. Maka petuah Sunan Kalijaga untuk eling dan waspada amatlah penting di kekinian. Sebuah istilah yang oleh Emha Ainun Nadjib disebut sebagai takwa. Berhati-hati menjauhi larangan dan mematuhi perintah-Nya." papar Kang Sabar di hadapan pria-pria kekar bermuka sangar yang akan dikirim ke Myanmar.

Bagaimana mungkin seorang Kanjeng Nabi bersikap jor-joran pada apapun yang terjadi di sekitarnya

"Bagaimana mungkin seorang Kanjeng Nabi bersikap jor-joran pada apapun yang terjadi di sekitarnya? Bukankah beliau seharusnya lebih galak dari Habib Rizik, gerombolan HTI, bahkan Seh Abu Bakar Ba'asyir? Bagaimanapun, toh beliau pemegang mandat atas keberlanjutan Islam hingga ke akhir zaman. Jika malah bersikap woles dan menggampang permasalahan, mana bisa Islam berkembang hingga ke seluruh pelosok negeri? Termasuk tak mungkin Suku Aborigin, Indian, sampai Tar-tar memeluk agama yang konon menjadi revisi dua agama langit sebelumnya itu andai bersikap pasif.
Tapi kalau melihat sejarah kenabian memang demikian adanya. Pria yang menikahi janda berumur 40 tahun sedangkan ia sendiri baru menginjak angka 25 tahun itu melakukan banyak hal di luar nalar. Dalam periode Mekah tersebutlah sebuah kejadian di mana ia terpaksa mengirim rombongan pengungsi Muslim ke kerajaan yang dipimpin raja beragama Nasrani. Berhasil, termasuk mematahkan diplomasi seorang diplomat kenamaan Quraisy yaitu Amru bin Ash. Akan mustahil langkah ini ditempuh jika sosok yatim-piatu itu berpikiran kaku dan keras. 
Bahkan saat Perjanjian Hudaibiyah beliau ditentang oleh para pengikutnya yang memang sebagiannya adalah kaum berpendidikan. Dalam periode blokade ekonomi sekian tahun itu justru memperbesar jumlah massa yang mengikuti sang nabi. Hingga para pembesar Mekah merasa kecolongan dan melakukan berbagai macam kecurangan. Salahsatunya adalah menginginkan lembar kesepakatan yang dipasang di dalam Kakbah itu lenyap. A-ndil-Allah, rayap-rayap menggerogoti tiap aksara kecuali nama-Nya saja.
Jika kini ada geng-geng mengatasnamakan sebagai perwakilan Islam dalam namanya, harap dimaklumi. Karena dalam tarikh Islam sendiri semua pertentangan itu lahir setelah Al-Amin meninggalkan dunia untuk selama-lamanya. Terutama semenjak bid'ah akbar pertama kali tergelar yaitu pencatatan ayat Quran yang berserakan di berbagai tempat dalam berbagai bentuk. Kenapa bid'ah? Tak lain dan tak bukan dikarenakan menantu Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, dan Ustman bin Affan tersebut melarang pencatatan ayat Quran apalagi perkataan beliau yang kelak disebut hadist. 
Untung saja beliau memperbolehkan ruang ijtihad atau inovasi dalam Islam dalam berbagai peristiwa yang kelak disebut sebagai metode qiyas atau pencarian kesamaan. Khilafah pertama yang diputuskan melalui musyawarah mufakat saat tubuh sang nabi belum dikebumikan membuat langkah berani usai ratusan penghafal Quran gugur dalam peperangan. Demi menghindari keterputusan ajaran maka dibentuklah sebuah panitia kerja yang terdiri dari berbagai ahli terutama sastra. Disusul kemudian pemilahan juga pemilihan antara ayat Quran dengan hadist yang mencapai ratusan ribu kalimat. Hingga proyek tiga kekhalifahan itu rampung di tangan Sayyidina Ustman bin Affan, berkat Kanjeng Nabi yang serba membolehkan semasa beliau hidup.
Bayangkan jika semasa hidup orang kaya tapi sering puasa berhari lamanya sebab tak punya makanan itu kaku. Saat Sayyidina Abu Bakar yang melantunkan Quran dengan lembut karena menghormati kesuciannya dihadapkan Sayyidina Umar yang melantangkan agar menebar kebaikan, Kanjeng Nabi tak memihak siapapun. Padahal permasalah pro-kontra semacam itu seringkali hadir di sekitar beliau. Termasuk saat persiapan Perang Hunain yang demikian serius, beliau justru berlomba lari dengan isterinya yang masih belia, Siti Aisyah. Sebagai pimpinan tertinggi pasukan tak takut mati itu tidak jaga image atau gengsi berlarian dengan remaja. Bandingkan dengan banyak sosok kekinian yang mengklaim diri sebagai habib, kiai, seh, juga ustat, di mana tak sulit ditemui perilaku dan penampilan yang dibuat-buat demi menimbulkan kesan berwibawa. 
Dalam buku sejarah kenabian yang ditulis banyak penulis kenamaan dunia pun mengabadikan hal serupa. Sisi-sisi kemanusian yang sederhana tapi sering terlupakan bahkan sengaja ditinggalkan demi kepentingan masing-masing individu. Lebih mempedulikan anggapan orang-orang kepadanya daripada menuruti yang jelas-jelas sunnah nabi seperti dalam hal keramahan, kelembutan, terbuka pada kemungkinan, dan memberikan ruang berkreasi untuk memecahkan suatu permasalahan. Tidak memberikan satu solusi sebagai kata kunci hingga menyepelekan bahkan meniadakan gagasan lain. Padahal selaku nabi ia berhak menyatakan bahwa idenya adalah wahyu Ilahiah.
Lebih mementingkan isi daripada mempeributkan bungkus adalah benang merah dari sikap nabi yang serba membolehkan. Bahkan dalam satu riwayat disebutkan jika Sayyidina Umar yang juara gulat itu menawarkan jasa sweeping orang mabuk di sekitar Madinah. Pada waktu itu meski Islam sudah menjadi nafas kota Madinah tetap saja kebiasaan lama masyarakat pendatang maupun pemukim berupa mabuk sulit dihapuskan. Hingga era khulafaur rasyidin pun fenomena ini makin menyeruak, termasuk di dalam dinding istana bekas jajahan Romawi di Suriah. Namun, apa Kanjeng Nabi memberi izin? Tidak. Alasannya adalah tugas beliau membenahi akhlak dimulai dari kesadaran individu bukannya pemaksaan melalui mekanisme hukuman-hadiah.
Jangan tanya kaitannya dengan perintah nahi mungkar yang menjadi dalil utama gerombolan tertentu di dalam Islam saat ini. Kanjeng Nabi sendiri yang pernah babak belur di Thaif sampai Perang Badar itu dengan tegas melarang penggunaan paksaan dalam mengatur masyarakat. Hukum digunakan hanya jika perilaku yang tergolong dosa itu menganggu ketenteraman masyarakat. Misalkan saja pencurian yang dipotong tangan. Itupun ruwet dalam pelaksanaannya, sampai-sampai sewaktu Sayyidina Umar menjabat khilafah merevisi Undang-Undang Quran itu. 
Ia memaafkan pencuri yang melakukan perbuatannya dikarenakan desakan ekonomi lantaran paceklik melanda. Bahkan penguasa bekas jajahan Persia-Romawi itu meminta maaf pada khalayak ramai sebab merasa tak becus mencukupi kebutuhan warga akan air. Cara di luar nalar pun ia lakoni seperti menyurati Sungai Nil yang berbuntut melimpahnya hasil panen. Padahal menyurati Sungai Nil itu merupakan tradisi era Firaun yang dulu kala disertai pemberian tumbal.
Maka jika disimpulkan Kanjeng Nabi adalah sosok yang sangat luwes dan dinamis, sangatlah wajar. Terkesan membingungkan karena dua kutub yang berseberangan pernah dilakukan, tapi ada hikmah di balik itu. Termasuk memberikan peluang bagi generasi mendatang menafsir sesuai kebutuhan lingkungan tempat tinggalnya yang kini disebut fikih. Sebuah wujud adaptasi yang tidak memberikan rumus jitu menghadapi masalah dengan ramuan penyembuh berbagai penyakit. Mengembalikan kepada bekal manusia berupa pengetahuan juga pengalaman dalam meng-iqra atau membaca kejadian yang dialaminya di keseharian.
Toh sungguh lucu jika kita mengkalim diri paling sunnah tapi rupanya tak paham sejarah, kan?" tutur Kang Sabar.
- Hasil diskusi sampai Subuh dengan Pak Eko Tunas, Pak Guspar Wong , dan Pak Budi Maryono di #NgajiSastra Surau Kami, KOpium Cafe dua malam lalu.