Sunday, September 17, 2017

Kunci Kemenangan Militer Assad dan Rakyat Suriah

1, Ketetapan Hati (steadfastness) para pemimpin dan rakyatnya untuk tetap berdiri sebagai negara berdaulat.
Lewat doktrin resistensinya atau perlawanan Assad membawa rakyatnya untuk terus percaya bahwa negara-negara super power (Barat) ada di balik seluruh proyek musim-semi Arab yang hanya menginginkan negara-negara Arab menjadi negara lemah.
Doktrin resistensi ini pula yang memperkuat solidaritas nasionalisme dan menambah keyakininan jika tujuan dari perang adalah memecah belah Suriah dan melanggengkan penguasaan Israel atas Dataran Tinggi Golan.
2. Berubahnya doktrin militer dari Offensif (persiapan perang Golan dengan Israel) dan Defensi (Pertahanan Damaskus sebagai ibukota Arab Sekular).
Di awal perang, SAA mengalami kerugian lebih dari 25 ribu pasukan. Ini karena mereka berusaha mempertahankan kota dan wilayah sebagaimna doktrin defensif. Hal yang terjadi di lapangan adalah, perang dengan milisi dan terorist terjadi di hampir seluruh kota dan wilayah Suriah dan membuat doktrin ini tidak efektif.
Sejak 2014 SAA mengubah doktrinya menjadi perang gerilya. Tidak ada kota dan wilayah yang perlu dipertahankan atau direbut mati-matian. Mereka menyerang lawan di satu kota atau wilayah dimana di sana dianggap penting untuk dihancurkan terlebih dahulu. Meskipun sebagai konsekuensinya mereka kehilangan kota atau wilayah lainnya.
3. Pengembangan kekuatan arsenal berbasis industri rumahan.
Sebagaimana cara kerja kelompok milisi dan teroris, SAA mengadopsi pula kelompok-kelompok gerilya dalam tubuh militer untuk memahami teknik-teknik pembuatan persenjataan.
Bom tabung gas, rudal gajah, adalah senjata yang efektif dalam kemampuan destruksi dan daya gentar meskipun terbuat dari pipa, propeler, dan tabung gas rumahan. Kemampuan ini membuat mereka tidak tergantung kepada sistem persenjataan yang mutakhir.. Tokh bom seperti itu saja sudah dapat membunuh dan merusak.
4. Pemanfaatan apa yang ada
Suriah masih memanfaatkan pesawat-pesawat tua MIG 21 peninggalan Uni Sovyet. Dengan sedikit modifikasi pesawat ini dapat melakukan lebih dari 20 sortie per hari dengan bom-bom buatan lokal. Hal mustahil dilakukan dengan F16,35, Sukhoi3x, dan Mig3x
5. Rekonsiliasi tanpa batas
Assad memerintahkan tentara untuk tidak melakukan operasi bumi hangus. Mereka selalu menawarkan opsi negosiasi kepada pihak lawan dalam bentuk pengampunan, tukar menukar, ataau relokasi.
Hal ini mudah difahami. Dei mengurangi jumlah kerusakandan jatuhnya korban, maka pilihan damai dengan lawan adalah yang terbaik, meskipun tidak mudah menerimanya.
Di sini kelebihan Assad sebagai pemimpin dan presiden Suriah. Ia tidak suka menyuruh-nyuruh pendukungnya melaporkan ke polisi pihak-pihak yang menjadi oposisi seperti presiden di negara yang satu lagi. Andi H.

0 comments:

Post a Comment