Sunday, September 17, 2017

YANG SEHARUSNYA DIPERHATIKAN PRESIDEN

Sejak 2015, proyek cetak sawah Kementerian Pertanian, yang memiliki anggaran besar itu, menjalin kerjasama dengan TNI. MoU antara Kementan dengan TNI AD waktu itu diteken oleh Menteri Amran dan KASAD, yang waktu itu dijabat Jenderal Gatot. Pekan ini, Majalah Tempo menurunkan laporan soal kisruh proyek tersebut.
Sejak awal, kerjasama ini memang dinilai bermasalah. Secara teknis TNI tidak punya kapasitas untuk mengerjakan proyek tersebut, dan secara ketatanegaraan jelas menyalahi tugas dan kewenangan TNI. Apalagi, menurut Ombudsman, dasar kerjasama dua instansi tersebut hanyalah MoU tadi, bukan berdasar inatruksi presiden.
Soal begini inilah yang membuat proyek cetak sawah bermasalah di lapangan. Meski Kementan selalu mengklaim jika target pembukaan lahan mencapai target, namun kenyataannya tidak begitu. Sebagaimana ditulis dalam laporan Tempo, banyak lahan yang dibuka sebenarnya tidak layak, sehingga pada akhirnya tidak bisa ditanami.
Yang lucu, tulis Tempo, pernah ada kejadian lahan baru itu ditanam serentak dengan mengundang banyak pejabat, tapi kemudian tak pernah panen. Itu sungguh-sungguh terjadi. Kebanyakan lahan itu memang hanya dibuka alakadarnya.
Jadi, persoalan semacam inilah mestinya yang diperhatikan Presiden, sebelum mengeluhkan kecilnya minat alumni perguruan tinggi menjadi petani.

0 comments:

Post a Comment