Monday, October 2, 2017

KEBANGKITAN VOLDEMORT INDONESIA

Foto presiden nobar film Pengkhianatan G30S/PKI itu menarik perhatian. Foto yang diposting akun Kodam III/Siliwangi itu mengingatkan saya pada masa sekolah dulu. Setiap tanggal 30 September rame-rame nonton penggambaran bagaimana PKI berkhianat kepada Pancasila.
Selain ingat masa lalu, Film Pengkhianatan G30S/PKI itu mengingatkan saya pada film Harry Potter. Walau beda genre, tapi punya kesamaan pola tentang bagaimana sifat khianat timbul dan tenggelam. Saat timbul, memunculkan kekacauan dan keributan. Saat tenggelam, bersiasat dan menggeliat secara laten.
Hubungan Harry Potter dengan Voldemort mewakili kisah klasik tentang pertempuran antara nilai-nilai baik dan nilai-nilai buruk. Kalau dalam konteks keindonesiaan, menggambarkan pertentangan antara Pancasila dengan ideologi anti Pancasila.
Sebagaimana kita ketahui, setiap sila dalam Pancasila, sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an. Sebaliknya, sila-sila itu bertentangan dengan ajaran atheisme. Sila pertama misalnya, sangat sejalan dengan surah Al-Ikhlas. Makanya bagi umat Islam, Pancasila itu; Gue Banget!
Di Hogwart, orang tidak menyebut nama Voldemort. Mereka menyebutnya 'you know who!'. Walaupun pola pikir dan perilakunya bertolak belakang dengan Pancasila, mereka enggan disebut anti Pancasila. Bahkan tak sungkan menuduh orang lain yang anti Pancasila. Siapa mereka? Mungkin lebih cocok disebut 'you know who' saja.
Seperti Harry Potter dengan si dengki Voldemort, yang tidak bisa disatukan dalam perdamaian. Maka Pancasila dengan anti Pancasila tidak pernah bisa benar-benar akur. Selalu ada kekambuhan persetruan dari zaman ke zaman.
Seperti halnya dalam setiap episode Harry Potter yang selalu memunculkan Voldemort. Sang anti Pancasila pun tidak akan pernah berhenti muncul, untuk merongrong dan menggerus tegaknya tonggak Pancasila di bumi pertiwi Indonesia.
Tapi, bukankah Voldemort masih belum punya wujud? Betul. Voldemort itu masih laten. Namun para pengikut setianya terus berjuang demi memuluskan jalan kembalinya sang pangeran kegelapan. Maka walau pun laten, pengaruh voldemort tetap terasa. Seperti halnya pengaruh laten anti Pancasila di negara kita yang tetap terasa. Walau banyak yang menyangkalnya.
Lalu, bagaimana cara Voldemort kembali ke Hogwart? Tentu melalui pengikut setia yang terang-terangan seperti Bellatrix dan teman-temannya. Mereka bertugas untuk membuat teror di luar. Bikin keributan dan kekacauan secara membabi buta.
Tapi Voldemort sadar jika tidak bisa kembali hanya dengan cara kasar seperti itu. Maka selain cara vulgar, mereka gunakan cara halusnya juga. Tentu saja melalui kaki tangan bermuka dua yang disusupkan pada posisi-posisi kunci di Hogwart. Bahkan kementerian sihir, sudah dikuasai sepenuhnya.
Lucius Malfoy misalnya. Yang bertugas untuk memveto, jika pejabat yang baik di Hogwart hendak mengambil tindakan. Sehingga mereka yang berperan mengacau diluar, bisa berbuat sebebas-bebasnya. Karena dilindungi oleh kekuatan politik dari dalam.
Mereka semua bekerja bahu membahu. Menebarkan teror. Memutar balikkan fakta. Memfitnah Albus Dumbledore hingga harus masuk penjara. Semua dilakukan demi persiapan kembalinya sang you know who. Dan segala sesuatunya dipersiapkan secara rapi dan terstruktur.
Lalu timbul pertanyaan; apakah paham anti Pancasila menggunakan cara-cara yang sama untuk memuluskan jalan kembalinya 'you know who' di Indonesia? Wallahu a'lam. Allah yang maha tahulah, yang tahu tipu daya mereka.
Penduduk Hogwart tidak menyadari rencana busuk antek-antek demi kembalinya Voldemort. Bangsa Indonesia pun mungkin tidak menyadari, apabila ada usaha dan muslihat yang dilakukan demi kembalinya 'you know who'.
Maka waspada, adalah tindakan yang tepat dilakukan oleh segenap lapisan masyarakat Indonesia. Untuk mencegah kembalinya ideologi yang merongrong Pancasila seperti pernah terjadi di tahun 1965. Yang mungkin saja tengah dipersiapakan oleh loyalis dan simpatisan 'you know who' di Indonesia.
Selamat Menyambut Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2017. Dadang K

0 comments:

Post a Comment