Friday, November 17, 2017

AL-BIRR (Mengabdi atau Kebaktian)

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu al-birr, akan tetapi sesungguhnya al-birr itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (QS Al-Baqarah [2]: 177)
#################
Memberi saat kita sedang berkelebihan itu adalah kewajiban. Memberi saat kita sendiri justru sedang berada dalam kesempitan itu adalah al-birr.
(Zamzam Ahmad Jamaluddin T., Mursyid Penerus Thariqah Kadisiyah)
#################
Yang namanya pengabdian (kebaktian atau al-birr) itu ya mengabdi, hanya mengabdi tiada lain selain mengabdi. Mengabdi itu berarti berbuat bukan untuk dirinya sendiri. Seseorang yang mengabdi, melakukan pengabdian, tidak akan pernah memikirkan keuntungan apa yang bakal diraih. Dia berbuat sesuatu yang bermanfaat bukan bagi dirinya sendiri, melainkan untuk di luar dirinya. Jiwanya telah terbebas dari pamrih.
Mengabdi itu banyak cara, beragam jalan, tanpa harus diseragamkan. 
Mengabdi itu sesuatu yang sangat alami tidak dibuat-buat, tidak butuh pengakuan, tidak perlu diberitakan.
Mengabdi ya cukup mengabdi saja bukan untuk diapa-siapakan, bukan untuk sebutan gelar terpandang, menjadi semakin berjarak meninggikan ego.
Saat semuanya berbuah menjadi manfaat buat semesta, kita menjadi semakin sadar bahwa dalam sebuah pengabdian, tidak ada yang kita korbankan selain ego kita sendiri.
(Mbah Rezha Rochadi, pakar IT merangkap salik dan ustadz)

0 comments:

Post a Comment