Friday, November 17, 2017

Di mana letak aqidah di jenjang-jenjang Syariah, Thariqah, Haqiqah, Ma’rifah itu?

Jawab: Aqidah itu dari “itiqad”, ketauhidan. Aqidah merupakan darah dari semua aspek ini. Syariah tanpa aqidah pasti menyimpang. Aqidah itu unsur itikad, unsur niat, unsur keikhlasan, unsur tauhid. Itulah aqidah. Kalau bicara aqidah itu bukan bicara masalah furu’. Aqidah itu “Tuhanku Allah dan rasul-Nya Muhammad saw”. Karenanya, pembahasannya di luar itu. Kita sering shalat dsb, tapi sering dalam shalat kita lalai atau riya. Nah, kita perbaiki aqidah-nya. Dalam tahapan pintu thariqah, bab niat itu yang penting. Dalam Ihya Ulumuddin, bab pertama adalah niat. Ini terkait aqidah.
Tanya: Apa bedanya tauhid dengan ma‘rifah
Jawab: Tauhid dengan ma‘rifah sebetulnya mirip. Sejak jenjang syariah sebetulnya kita mengenal ma‘rifat dan tahu mengenai tauhid, karena kita sudah belajar tentang Dia Yang Ahad. Tapi di tahap awal itu baru sebatas konsepsi. Anak-anak yang dilahirkan sebagai Muslim akan diperkenalkan oleh orangtuanya konsepsi bahwa Allah itu satu. Tapi semakin anak itu dewasa, makad dia harus bisa menjawab pertanyaan: “betulkah Allah itu satu dalam Dzat-Nya?” Jadi, istilah tauhid dan ma‘rifat sudah kita kenali sejak awal, namun di tingkatan berikutnyalah maka tauhid dan ma‘rifah akan semakin shahih. Tidak ragu-ragu.
Setidaknya kita semua mengenal Allah dalam salah satu namanya, yaitu Ar-Razaq, Yang Maha Memberi rizqi. Namun, saat kita membutuhkan uang, lalu kita memohon kepada-Nya tapi tidak diberi, mulailah goyang keyakinan kita. Kita sedikit kurang uang, lalu gelisah, terlebih karena anaknya banyak. Namun, orang-orang yang mengerti Allah akan tenang saja, karena percaya Allah yang menjamin. Nah, tingkat keyakinan itu memang berjenjang, terkait dengan tauhid dan ma‘rifah.
Singkatnya, jika tauhid terkait dengan kesatuannya, maka ma‘rifat terkait dengan yang umum, yaitu “mengenal aspek mana dari Allah Ta‘ala”. 
Tapi Anda jangan percaya begitu saja dengan penjelasan saya. Silakan pelajari sendiri dan uji dengan memohon “Ya Allah tunjukkan bahwa yang haqq itu haqq”; hal tersebut penting untuk mengerti apa itu tauhid, apa itu iman dan taqwa.
(Sepenggal tanya jawab dengan Mursyid saya dalam pengajian Pengantar Mengenal Tashawwuf.) Alfathri

0 comments:

Post a Comment