Sunday, December 3, 2017

Berhentilah kamu dari kebiasaan mencela aib seseorang

Sudah sepatutnya, bagi mereka yang beroleh nikmat Allah berupa penjagaan dari kesalahan dan keselamatan dari perbuatan keji, untuk mengasihani orang-orang yang terjerumus ke dalam dosa-dosa dan pelanggaran. Lalu menjadikan syukur kepada Allah sebagai sesuatu yang lebih diutamakannya dan mencegahnya dari melontarkan celaan kepada orang-orang itu.
Betapa pula seseorang sampai hati mempergunjingkan saudaranya, lalu mengejeknya dengan bala yang menimpanya? Lupakah ia bagaimana Allah SWT telah menutupi dosa-dosanya sendiri yang jauh lebih besar daripada dosa saudaranya yang dipergunjingkannya? Bagaimana ia tega mencelanya dengan sesuatu yang ia sendiri juga pernah melakukannya! Dan seandainya ia belum pernah melakukan dosa seperti itu, ia pasti pernah melakukan pelanggaran yang mungkin lebih besar daripada itu terhadap Allah! Demi Allah, seandainya pula ia belum pernah melakukan pelanggaran yang besar maupun yang kecil sekali pun, namun keberaniannya mencela orang lain sudah merupakan dosa yang besar sekali.
Wahai hamba Allah, jangan tergesa-gesa mencela seseorang karena dosanya; siapa tahu barangkali Allah telah mengampuninya. Dan jangan sekali-kali meremehkan dosamu sendiri yang pernah kau lakukan, betapa pun kecilnya; siapa tahu barangkali kau akan mendapatkan azab Allah karenanya.
Berhentilah kamu dari kebiasaan mencela aib seseorang yang kebetulan kamu ketahui, demi menyadari aibmu sendiri. Dan sibukkanlah dirimu dengan mengucap syukur kepada Allah atas terhindarnya dirimu dari bala atau dosa yang menimpa orang lain.
(Amirul Mu'minin Ali bin Abi Thalib ra)

0 comments:

Post a Comment