Wednesday, December 13, 2017

Ikhwan

Majelis pertemuan itu diliputi keheningan. Semua yang hadir diam membisu. Mereka tampak sedang memikirkan sesuatu. Terlebih Abu Bakar. Itulah pertama kalinya dia mendengar orang yang sangat dikasihinya mengucapkan hal tersebut. Seulas senyuman terukir di bibirnya. Wajahnya yang tenang berubah roman: “Apakah maksudmu berkata demikian wahai Rasulullah? Bukankah kami ini saudara-saudaramu?” Abu Bakar melepaskan kecamuk berbagai pertanyaan di kepalanya.
“Tidak, wahai Abu Bakar. Kalian semua adalah sahabat-sahabatku, tetapi bukan saudara-saudaraku (ikhwan)," jawab Rasulullah.
“Kami juga ikhwanmu, wahai Rasulullah,” timpal sahabat yang lain pula. Rasulullah menggeleng-gelangkan kepalanya perlahan-lahan sambil tersenyum. Kemudian Rasulullah berkata:
"Saudaraku ialah mereka yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman kepadaku sebagai Rasul Allah dan mereka sangat mencintaiku. Malahan kecintaan mereka kepadaku melebihi cinta mereka kepada anak-anak dan orangtua mereka."
Pada kesempatan lain, Rasulullah menceritakan tentang keimanan ikhwan beliau: “Siapakah yang paling ajaib imannya?” tanya Rasulullah saw.
“Malaikat,” jawab sahabat.
“Bagaimana para malaikat tidak akan beriman kepada Allah, sedangkan mereka senantiasa bersama Allah," jelas Rasulullah. Para sahabat terdiam seketika. Kemudian mereka berkata lagi, “Para nabi.”
“Bagaimana para nabi tidak akan beriman, sedangkan wahyu diturunkan kepada mereka.”
“Mungkin kami,” timpal seorang sahabat.
“Bagaimana kamu tidak beriman, sedangkan aku berada di tengah-tengahmu,” tandas Rasulullah menjawab perkataan sahabatnya itu.
“Kalau begitu, hanya Allah dan Rasul-Nya saja yang lebih mengetahui,” jawab seorang sahabat lainnya.
“Inginkah kalian tahu siapa gerangan mereka? Mereka ialah umatku yang hidup jauh sesudah masaku. Mereka membaca Al-Quran dan beriman dengan semua isinya. Berbahagialah orang yang dapat berjumpa dan beriman kepadaku. Dan tujuh kali lebih berbahagia orang yang beriman kepadaku tetapi tidak pernah berjumpa denganku," jelas Rasulullah.
"Aku sungguh sangat rindu ingin bertemu dengan mereka," ucap Rasulullah lagi setelah sesaat membisu. Alfathri

0 comments:

Post a Comment