Friday, March 16, 2018

Adab Pertemanan


الأَرْوَاحُ جُنُوْدٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَا مِنْهَا اخْتَلَفَ
“Ruh-ruh itu seperti tentara yang berhimpun yang saling berhadapan. Apabila mereka saling mengenal maka akan saling bersatu, dan apabila saling berbeda maka akan tercerai-berai.” (Hadist Muslim)
Al-Imam An-Nawawi mensyarah hadist ini dalam Syarah Muslim (16/pada hadits no. 2638) dan menyampaikan bahwa ia bermakna ruh-ruh itu saling mengenal karena suatu perkara yang Allah Subhânahu wa Ta’âlâ menciptakan ruh-ruh itu di atasnya.
Hadist ini saya pegang betul dan membuat saya selalu 'curiga' terhadap teman-teman yang Allah swt dekatkan, satukan, baik secara fisik dan hati, ke dalam ruang dan waktu kehidupan saya. Karena demikianlah janji-Nya. Tidaklah Dia himpunkan kecuali ada urusan yang Dia tetapkan atas kita. Urusan-urusan yang harus kita kerjakan bersama, hingga terpenuhi kadar-kadar yang Dia kehendaki. Hingga persahabatan kita mencapai fungsi tertingginya.
Hadist ini membuat saya tidak pernah pilih-pilih sahabat kecuali merespon dengan serius terhadap siapa saja yang Dia dekatkan, hadirkan atau jauhkan. Bahagia sekali pegang hadist ini karena dunia pertemanan menjadi sederhana dan tidak rumit. Ada yang mengatur dan menata. Tinggal do'a dan iqra' ya Milea, iqra' ....
Sentari T

0 comments:

Post a Comment