Sunday, March 11, 2018

Jamaludin Al Afghani

Hari ini diperingati di kalangan muslim Syiah Iran hari kelahiran Jamaludin Al Afghani.
Meski atribut namanya merujuk kepada Afghanistan dan ia dikenal luas dalam pergaulan berfahaman Ahlussunah namun orang Iran mempercayai jika ia berasal dari Asaabadi. Satu keluarga terkemuka ulama Syiah di Hamadan Iran selatan.
Gagasan terbesar yang dituliskannya adalah pembaharuan pemikiran modern Islam. Bahwa menurutnya penjajahan yang dialami umat Islam di bawah kolonislisme eropa hanya dapat dilawan dengan memajukan kesadaran perlawanan sekaligus persatuan umat Islam. Gagasannya tadi ia tuliskan dalam topik-topik perlunya mengadaptasi sains dan teknologi Barat, menegakkan rasionalitas (filsafat) dalam pengajian dan taklim, mengembangkan ekonomi rakyat dan pendidikan, serta menyerukan pan islamisme.
Sebagian ulama Muhammadiyah dan politisi Masyumi pada tahun 1940-1970 di Indonesia menjadikan dirinya sebagai salah satu sosok pembaharuan pemikiran Islam. Pemikiran murid-muridnya seperti Sayyid Ridha, dan Moh Reza (Mirza) juga diterjemahkan dan dipakai dalam diskusi-diskusi kalangan pergerakan.
Jamaludin Al Afghani dikirim Inggris ke Turki Ottoman. Ia setelah mengkritik despotisme pemerintahan Qajar Persia yang pro kolonialsme menemui Sultan Alhamid II penguasa Khilafah Ottoman.
Ada empat poin yang ia sampaikan kepada Sultan Hamid:
Pertama Inggris akan mencoba menguasai Timur Tengah setelah ratusan tahun mengekploitasi rakyat di Asia Selatan. Kesadaran perlawanan di Asia akan mengakhiri imprealisme mereka. Namub mereka akan mencari daerah baru untuk dikuasai. Yaitu Timur Tengah. Ini artinya Ottoman mesti dihancurkan terlebih dahulu dengan cara memecah belah kesatuan Islam.
Kedua, hanya modernisasi dan pembaharuan yang dapat menggerakkan perlawanan.
Ketiga, basis moral religius Islam harus diturunkan ke dunia menjadi basis moral sosial. Kepekaan sosial adalah kunci masyarakat religius.
Keempat, perhubungan antar manusia hendaknya disusun atas pengakuan dan perlindungan hak sekaligus kewajiban. Pergaulan ini harus diikat dalam mu'amalat.
Jamaludin Al Afghani wafat di Istanbul dan pikiran pembaharuannya menjadi pemicu gerakan kemerdekaan negara-negara mayoritas islam yang terjajah.

0 comments:

Post a Comment