Sunday, March 11, 2018

Jilbab itu Perlindungan bukan Pengekangan

Secara naluriah jilbab yang adalah bagian dari pakaian mesti memiliki fungsi perlindungan.
Seseorang membutuhkan pakaian untuk melindungi tubuhnya dari cuaca, kotoran, penyakit, gangguan hewan dan juga manusia. 
Dasar dari melindungi ini kita semua bersepakat tanpa perlu kompromi.
Ketika dipaparkan lebih jauh bagaimana maksud dan spesifikasi dari apa yang dilindungi tadi maka terjadilah partikulasi dari perlindungan. Pakaian thermal, jubah, gamis, untuk melindungi dari panas. Jaket, sweater long john untuk dingin. Begitu juga pakaian-pakaian lain seperti pabrik, rumah sakit, lab, atau pakaian perang.
Selanjutnya partikulasi tadi juga terjadi pada pola budaya, kepercayaan, teknologi, seni dan desain dari pakaian. Meski demikian unsur umumnya yaitu perlindungan tidak akan berobah.
Jilbab juga mengandung sifat perlindungan, sebagaimana maksud dari kata jilbab sendiri. Ia tidak hanya merujuk kepada satu atau dua kepercayaan saja. Ketika ia dikenakan oleh seorang perempuan maka bagi pria ditetapkan batasan atau hadnya atas perempuan tadi. Si perempuan harus terlindungi dari ucapan dan perbuatan buruk.
Pada saat had tadi diterapkan maka secara bersamaan muncul hak pada si perempuan. Ia mesti dilindungi dan diamankan dari kemungkinan gangguan oleh siapa pun. Bila ini tidak mengikat pada satu kepercayaan maka minimal bagi orang islam hal tadi telah digariskan. Di sinilah lahir adab dan akhlak dalam pergaulan antar manusia, antar perempuan dan laki-laki.
".... wa khiyarukum, khiyarukum li nissa ihim khuluqan"
Yang terbaik di antara kamu adalah yang berbuat baik kepada kaum perempuan.

0 comments:

Post a Comment