Sunday, March 11, 2018

Multi Track Diplomasi

Semenjak Jerman dan eropa pada umumnya mulai realistis dengan diplomasi 4.0 maka hari ini kita mendengar istilah multitrack diplomasi dan turunan-turunannya seperti multitrack mediasi, resolusi, aksi, dst.
Yang awalnya adalah perumusan bagi konsep aksi dalam diplomasi dan mediasi internasional. Mengingat persoalan kompleksitas hari ini yang tidak lagi dapat diselesaikan melalui satu pendekatan saja. Semakin beragamnya isu, pemain dan kepentingan di satu atau beberapa konflik, telah menempatkan kita di titik untuk mendengar, menganalisa , menjejaki seluruh saluran (multi tracking).
Sebagai negara utama dalam hal kepemimpinan politik, ekonomi di eropa, Jerman berusaha keras menjadi mediator yang baik. Ini dapat dilihat dari perubahan mendasar sikap mereka dalam menanggapi isu-isu dari Ukraina-Rusia, Inggris Brexit-Uni Eropa, JPOA 5+1di Isu nuklir Iran dan Israel-Palestina di klaim Jerusalem.
Sejatinya mereka melihat, pendekatan unilateralism tidak lagi cocok dengan dunia hari ini. Cina yang berdekade dicitrakan buruk di Barat, hari ini adalah penolong bagi investasi di eropa. Setiap apa yang dikerjakan Cina, puluhan negara ingin bergabung di dalamnya. Sebut saja, Marine Silk Road Project, Trans Sino-Euro, ASEAN plus China, BRICKS, Cindia (Sino-India) dan Sino-Africa.
Apa dan bagaimana aksi multi track mediasi/diplomasi ini akan kita terangkan di lain kesempatan.
Metode ini tentu juga dapat diterapkan pada banyak kasus. Misalnya hari ini kita melihat banyaknya kasus serangan kepada pemuka agama dan rumah ibadah. Sebagian menyebutkan faktor income gap, inequality, spatial disparity hingga intoleransi sebagai pemicu. Melalui perpektif ini semua lajur dapat dianalisa.
Mengambil kesimpulan pada intoleransi sebagai pemicu dari aksi-aksi serangan pada simbol-simbol agama hari ini akan membuat pengamatan menjadi dangkal. Sebab akan ada persoalan kultur, latar primordial, streotyping, keyakinan dan kepercayaan yang nantinya dibentur-benturkan. Yang bukannya menapakkan kita pada resolusi malah membuatnya semrawut. (Andi H)

0 comments:

Post a Comment