Sunday, March 11, 2018

Produksi Efek

Sebelumnya kita pernah bahas tentang verifikasi di sosial media hari ini.
Bahwa yang disebut proses pemeriksaan atas sebuah fakta atau bukti yang ditembakkan ke layar-layar ponsel pintar, tablet atau laptot kita via aplikasi sosial media, kenyataannya hanyalah usaha memproduksi efek.
Ia tidak benar-benar sebagai usaha kepada penemuan kebenaran melalui pengungkapan fakta dan pembuktian bukti. Di sini relasi antara sebuah berita sebagai fakta tidak harus selalu terhubungkan dengan buktinya. Gradasi keterhubungan tadi semakin lama semakin kabur, samar dan juga sumir.
Apa yang telah diberikan internet di era digital 4.0, adalah kenyataan jika kita bukan hanya dapat beroleh informasi lebih cepat seketika namun juga kita dapat berpartisipasi di dalamnya. Dampak untuk berpartisipasi tadi bersifat resiprokal, yang artinya bila seseorang mendorong sebuah informasi maka ia otomatis tertarik atau terdorong kepada hemispherenya.
Hemisphere yang diciptakan lewat byte hanya mengenali dualisme kutub saja. Like atau Dislike, Pro atau Haters. Terbatasnya ruang pilihan tadi akhirnya menciptakan algoritma setuju atau tidak setuju dalam jalinan komunikasi di sosial media. Dengan konsekuensi pada yang setuju akan dipredikati sebagai FOLLOWER, dan Unfollower pada yang berbeda.
Akibatnya kita dapat menebak jika hemisphere di dunia digital hari ini sesungguhnya mudah bergeser menjadi ruang yang memproduksi konflik. Dimana nantinya setiap fakta dan bukti yang hakikinya dimanfaatkan sebagai filter, verifikator tidak lain hanyalah atribut bagi proses verifikasi untuk menggandakan efek dan dampak-dampaknya.
Sebagai kelanjutannya maka semua jalan untuk dialog semakin sulit saja, ini karena setiap users memanfaatkan verifikasi sebagai kesimpulan yang diantisipasi. Artinya apapun bentuk dialog untuk membuka kanal-kanal pemikiran dan akal sehat yang terlanjur terdikotomi like-dislike, follow-unfollow menjadi semakin sulit.
Di depan orang mungkin seolah-olah berwacana dari soal sukses pembangunan, sikap merakyat, infrastruktur, sampai hoax dan toleransi. Yang sebetulnya masing-masing bersikukuh dengan kesimpulan yang dipersiapkan dan tidak mau diganggu gugat. Apapun fakta dan bukti yang ada.

0 comments:

Post a Comment