Monday, April 16, 2018

Serangan Ke Damaskus

Serangan Ke Damaskus
0.1
Aliansi AS, Prancis, Inggris, Saudi, Qatar, dan Jordan meluncurkan rudal dan roket ke kota Homs dan Damaskus. Mereka berdalih serangan untuk menghukum Damaskus namun arah pembacaan konflik bukan ke sana
0.2
Menham Rusia melaporkan ada 131 rudal dilepaskan dari kapal perusak dan pesawat sekutu. Sistem Arhanud Suriah yang berbasis SA2/S200 meskipun tergolong kuno tetapi effektif menembak jatuh 70 di antaranya.
Suriah tidak memiliki komplek arhanud baru seperti S300 atau S400 yang canggih. Mereka sejak 2003 telah memesan dan membayar sistem ini namun Rusia belum memberikannya.
0.3
Rusia tidak menggunakan S400 untuk menembak rudal. Artileri sistem ini didesain untuk menembak objek mahal seperti pesawat tempur.
0.4
Bulan lalu kita pernah bahas jika serangan seperti ini perlu dilakukan sekutu untuk menyelamatkan muka di Suriah. Hampir tujuh tahun berlalu, dan arah kemenangan ada di pihak Bashir Assad dan sekutunya. Namun yang lebih penting difahami dari perang dinamis sepert yang terjadi di Suriah adalah bagaimana ia berobah dari konflik 'arab spring', lalu pemberontakan, kemudian muncul ISIS dan Alqaeda, proxy internasional dan terakhir perang aksis. Yaitu pihak sekutu-arab teluk-turky-Jordan versus Suriah-Iran-Iraq-Rusia-Hizbullah Lebanon.
0.5
Serangan ke Damaskus adalah serangan untuk menjaga moral kelompok Sekutu, setelah Ghouta Timur dibebaskan tentara Suriah. Assad memindahkan 120 ribu milisi dan keluarganya ke provinsi Idlib di utara. Jumlah yang luar biasa besar dan ini cukup menunjukkan betapa luasnya pengaruh faham wahabi salafis di Suriah.
0.6
Sejatinya Ghouta adalah batu loncatan terakhir bagi Barat untuk mensahkan kehadiran mereka di Suriah, atas nama mendukung kelompok 'moderat'.
Sebenarnya Barat menunggu Assad menghabiskan energinya di Idlib, provinsi dimana para jihadis kalah perang dikirim Damaskus. Mereka berharap satu serangan darat mendadak lewat Jordan dan Tarif Irak akan mendorong para milisi di Ghouta yang hanya 30-40 Km mendapatkan kesempatan masuk ke Damaskus yang renggang.
Jika mereka menguasai Damaskus cukup dalam hitungan jam saja (Seperti Serangan Umum Yogya) maka ini akan menjadi pukulan besar bagi aksis perlawanan (Suriah-Iran-Hezbollah) dan terutama Rusia.
0.7
Di pertengahan Februari lalu, Assad mengubah teater perangnya, dari Idlib ke Ghouta.
Maka kita melihat besarnya Animo media asing Barat menyuarakan keprihatinan. Hal sama ketika Bashir Assad melakukan operasi pembebasan Allepo. Berbagai hestek #SaveGhouta direproduksi seperti dulu ada #SaveAllepo. Assad dituliskan sedang menyerang rakyatnya sendiri.
Di Indonesia sampai ada satu LSM yang memasang poster besar pengumpulan dana. Lengkap dengan gambar korban dan nomor rekening.
0.8
Tentara Suriah dengan cepat memisahkan Ghouta berdasarkan kelompok milisi, membaginya dalam tiga enklave dan sekali lagi menawarkan rekonsiliasi. Sehingga Tidak sampai satu bulan 83% persen Ghouta dibebaskan.
Hancurnya kekuatan milisi di Ghouta secara langsung menggagalkan kemungkinan "Serangan darat" via Attarif Irak dan Jordan untuk mengganggu Damaskus.
0.9
Serangan roket Israel ke lapangan udara T4 sebelumnya, sebenarnya bertujuan melemahkan pusat kontrol Iran untuk mengawasi masuknya milisi asing via perbatasan Suriah Jordan-Irak dalam keranga Serangan Umum tadi.
10.
Damascus mengatasi rencana Serangan Umum Barat dengan baik. Hal yang membuat Jerman urung untuk melanjutkan skenario darat dan menarik diri dari kemungkinan meledaknya konflik tak terduga dari aksi koboy sekutu.
11.
Yang kemudian terjadi pascaserangan Sekutu ke Damaskus adala. Resminya lapangan udara Hymem Iran sebagai airbase pembom nuklir Rusia, dan instalasi komplek militer S300 yang lebih baik.
12
Aliansi sekutu mungkin akan menggunakan langkah serangan serupa saat Bashir Assad dan tentara Suriah mulai membebaskan kota-kota lain.

Tuesday, April 3, 2018

Paslon Capres 2019

Saiya mendengar banyak pembicaraan tentang capres 2019. Yang kalau dibuat gotak gatuknya mungkin begini;
0'1
Ada tiga atau empat King Maker dalam pilpres 2019, mereka adalah: Megawati, Luhut, Jusuf Kalla dan Prabowo. SBY? SBY tidak terlalu penting, kecuali ada hal lain di luar kendali.
Dari keempatnya Jusuf Kalla dan Prabowo adalah yang terkuat hari ini. Apa yang akan mereka lakukan -seperti pada kasus pilkada Jakarta- akan mempengaruhi reaksi dari lawan tanding. Kemenangan Anies-Sandi di Jakarta sebenarnya miniatur dari garis politik aliran yang akan dimainkan pada pilpres 2019.
Bila pada pilkada, terbukti arus politik islam sukses menyalip dengan isu besar dam menjungkalkan popularitas Ahok dan juga Jokowi yang mendukungnya maka sekali lagi arus politik Islam akan menjadi poros tengah yang menentukan.
0'2
Bila berkata pada pilkada Jakarta, kebanyakan orang mulai menimbang kembali kehebatan "pamor" Jokowi. Kalah telaknya Ahok mulai membuka peluang jika ia (Jokow) bukan tidak terkalahkan.
Sebagian menilai jika PDIP tidak terlalu bahagia dengan Jokowi sekarang. Kebahagian tadi diukur dari jumlah akumulasi kapital yang diperoleh selama Jokowi selaku petugas partai. Luhut dianggap terlalu menguasai istana sentris, dimana orang-orang PDIP tidak terlalu mendapatkan banyak peluang.
Luhut juga yang mesti dituding sebagai dia yang memisahkan Jokowi dengan kelompok Islam. Pada aksi-aksi besar umat Islam yang terbukti menjungkalkan Ahok, Jokowi ditutup kesempatannya untuk membuka pintu dialog. Yang lalu memunculkan opini umum jika Jokowi adalah back-up Ahok, dan dengan sendirinya ia diasumsikan "musuh" umat Islam.
0'3
Jokowi sendiri akan mendekatkan dirinya kembali kepada PDIP pasca kekalahan Ahok. Ia melihat jika mesin PDIP pada pilkada kemarin benar-benar tidak bekerja sesuai standar. Djarot hanya dihitung sebagai kartu kosong yang bila Ahok menang ia mungkin akan naik menggantikannya karena perkara penistaan agama akan terus dilanjutkan.
Hanya saja ia tentu juga ingin menjadi diri sendiri dengan melepas baju "petugas partai.
Munculnya nama Puan sebagai cawapres Jokowi 2019 adalah satu dari beberapa hal untuk memancing hubungan baik ini.
0'4
Setya Novanto, mengungap nama-nama penerima manfaat (beneficaries) dari mega korupsi e-KTP.
Beberapa nama adalah orang penting di PDIP, Golkar, dan PKS.
Puan dan Pramono Anung adalah beberapa nama yang diungkapkan.
Dalam ilmu politik, nama-nama ini mesti dihubungkan dengan komunikasi antar elit. Sama sekali tidak ada yang diuntungkan bagi SN (inisial Setya) dengan menyebut nama-nama tadi. Namun memustahilkan tidak ada pihak yang mendulang keuntungan dari munculnya nama ini juga tidak mungkin.
SN mesti sudah mempertimbangkan jika ia menyebut nama tadi ia akan memperoleh keuntungan. Bisa saja itu pengurangan hukuman atau penjaminan dari pihak-pihak lain.
Nama-nama tadi juga bukan tidak mungkin akan diungkap lebih luas sesuai waktu dan kepentingan. Sehingga di sini, SN seperti seolah-olah sedang menjadikan dirinya alat tembak.
0'5
Munculnya nama Puan dalam laporan penerima e-KTP tentu akan menimbulkan kegusaran di lingkungan PDIP. Ia yang tengah digadang maju sebagai Cawapres bagi Jokowi akan membuat hubungan PDIP dengan istana akan sedikit mengeras.
PDIP sampai hari ini belum mengeluarkan pernyataan tertulis mendukung Jokowi sebagai capres 2019. Megawati tentu perlu mengukur sejauh mana faedah dapat diperolehnya jika ia mendukung kembali Jokowi. Selama ini, PDIP tidak terlalu banyak memperoleh faedah.
Sekali lagi posisi Luhut yang berperan besar menjadi pembatas. Sejauh ini Luhut sukses mengisolir Jokowi dalam radar pengamatannya.
Bukan mustahil, PDIP menarik dukungannya dari Jokowi, jika ia tidak memperoleh tawaran yang lebih baik.
0'6
Hal ini tidak mudah tetapi bukan tidak mungkin bagi PDIP.
Jika PDIP kita asumsikan menarik dukungan dari Jokowi, maka dipastikan Susilo Bambang akan membawa gerbong Demokrat kepada Jokowi.
Saiya iseng saja memikirkan jika Puan gagal dimajukan sebagai cawapres Jokowi, maka mengajukan nama Pramono Anung jauh lebih masuk akal. Ini lebih baik bagi Megawati daripada SBY kembali memanfaatkan peluang.
0'7
Jika Prabowo mengalah dan setuju Jusuf Kalla memajukan Anies Baswedan maka pasangan yang paling menarik adalah Gatot Nurmantyo.
Aneis masih terkendala dengan etika profesi sebagai Gubernur di DKI, ia masih punya 3 tahun lagi untuk memimpin Ibukota. Melompat sebagai capres atau cawapres akan membuat moral hazard , tetapi dalam kasus Jokowi melompat menjadi presiden hal itu tidak terlalu penting bagi publik. Tokh publik juga sudah biasa dikadalin dan menerimanya dengan suka hati.
0'8
Jika Anies dimajukan, maka Jokowi mesti menarik dari kelompok Islam calon lainnya. yaitu Tuan Guru Bajang.
Hanya tidak akan mudah bagi TGB perihal pencalonnya ini. ia adalah satu dari beberapa motor aksi umat Islam, meski relatif lebih terbuka dalam politik. Ia tentu memahami jika dirinya ditarik sebagai bagian dari memecah kekuatan politik islam.
0'9
Hanya saja, yang dibutuhkan dalam pilpres sebenarnya cuma dua saja: kekuatan massa dan kekuatan uang.
Sebagai petahana Jokowi dapat mengakumulasi kapital lebih besar daripada Jokowi. Ini artinya ia dapat saja memilih cawapres yang bukan dari arus besar tetapi berpotensi menghadirkan anggaran bagi keperluan kampanye.
Sosok Pramono Anung, Menteri Keuangan (agak mustahil sih), Gubernur BI (mirip SBY dulu bawa Boediono), dst akan terbuka.
10
Kira-kira begitu