Thursday, July 26, 2018

Amal Baik dan Amal Shalih

Alfathri 20 Juli 2018
Orang boleh berbuat kebajikan sebanyak-banyaknya, akan tetapi jika perbuatan itu tidak terhubung kepada Allah di dalam hati, maka amal itu hanya terbatas menjadi amal baik saja. Bukan amal shalih yang akan menjadi pemberat timbangan di Yawmil Akhir nanti.
Kuncinya adalah mengerjakan apa-apa yang Allah mudahkan ke dalam diri masing-masing. Ada yang dimudahkan dalam mengerjakan proyek, ada yang terampil dalam menjahit, ada yang encer otaknya dalam membuat tulisan, dan lain sebagainya. Setiap potensi diri yang ada patut untuk diberi perhatian agar ia tumbuh berkembang dengan baik.
Akan tetapi berhati-hatilah, karena dalam suluk, kita akan diuji dengan tembok yang merintangi. Apabila suatu urusan dirasakan banyak rintangannya serta belum pas, sebaiknya jangan diterjang.
Demikian pula jika yang merintangi bukanlah tembok, akan tetapi pintu yang masih tertutup. Sebaiknya jangan memaksa membuka peluang untuk mengerjakan sesuatu sebelum pintunya Allah bukakan.
Di tahapan yang lebih halus lagi, kadang penghalang itu bagaikan sehelai sutra tipis. Seolah-olah bukan penghalang bagi kita untuk mengerjakannya, akan tetapi, secara etika, penghalang yang tipis itu jangan disibakkan sampai Allah Ta'ala berkenan memberikan ketetapan ihwal saatnya yang haqq.
Jadi, apa pun proses penantian kita itu, entah itu menanti datangnya jodoh, menanti pekerjaan yang lebih menyenangkan, menanti momongan, keinginan untuk memulai bisnis baru, menanti saat yang tepat untuk melanjutkan sekolah, rencana menambah anak, keinginan pindah rumah, dan lain sebagainya, hendaknya kita berhati-hati dalam membaca tanda-tanda kehidupan, hati-hati dalam membaca kapan saat yang tepat untuk mengambil keputusan, karena bisa jadi kita diuji dengan "binatang buruan yang mudah didapat."
Maka, sujudkan kepala dalam-dalam dengan menyerahkan hati sepenuh keberserahdirian kepada-Nya. Sungguh, tidak akan kecewa mereka yang memohon kepada-Nya
(Cuplikan nasihat dari Kajian Hikmah Al Qur'an yang diampu oleh mursyidku.)

0 comments:

Post a Comment