Wednesday, July 25, 2018

Bezoek Politie: Dari Lapas sampai Rumah Sakit

Andi Hakim, 23 Juli 2018
Beberapa hari ini kita dihidangkan dramaturgi penahan artis yang tengah mengunjungi famili di lapas Sukamiskin karena dicurigai membawa uang suap up-grade layanan lapas.
Selanjutnya seorang Presiden (mantan) mengalami sakit dan harus dirawat di RSPAD karena keletihan. Ia mendapat banyak kunjungan dari sanak famili sampai kolega dari pejabat pemerintah juga parpol.
Penggrebegan lapas menurut pembawa acara yang ngos-ngosan seolah-olah ia hidup bekerja keras untuk pelaporan tadi berkata; jika aksi ini untuk membongkar praktik suap-menyuap fasilitas ruang tahanan.
Sama dengan kunjungan petinggi parpol dan negara ke ke RS. Keduanya adalah aksi politik bezoek.
Lewat besoek orang bersilaturahmi, saling buka dan tutup kangen dengan tidak lupa antaran kue-buah dan tentu saja pesan-pesan.
Soal praktik suap-menyuap, atau duit rokok itu praktik lama di institusi penjara. Orang memakluminya pada beberapa kasus. Tetapi serangan dari aksi tadi bukan soal praktik korupsi melainkan pengetatan ulang sistem keamanan; kebanyakan orang penting di Sukamiskin adalah mantan politisi dan pejabat ulung. Di tahun politik seperti sekarang, orang banyak butuh konsultasi.
Dimana tempat konsultasi yang paling netral? Tentu saja di Lapas dan Rumah Sakit. Orang tidak dicurigai atau merasa nyaman untuk beralasan bahwa saiya sedang Bezoek kawan.
Politik bezoek ini sudah bisa mempetakan siapa berkoalisi lewat apa.

0 comments:

Post a Comment