Sunday, November 11, 2018

DEMOKRASI & KEMAMPUAN ABSTRAKSI

DEMOKRASI & KEMAMPUAN ABSTRAKSI
Jika Anda sudah berkeluarga dan punya anak, doronglah sejak dini agar anak-anak di rumah gemar membaca apa saja, mulai dari novel, biografi, sejarah, sains, komik, atau apapun. Agar kosa kata mereka kaya dan kemampuan abstraksinya berkembang baik.
Kemampuan abstraksi ini penting. Jangan sampai anak Anda, misalnya, kelak berkenalan dengan kisah sebuah novel, atau semua materi yang seharusnya mereka baca, hanya melalui film. Masih untung jika mereka berhasil mengabstraksikan teks yang sudah diaudio-visualkan, lha kalau tidak, bukankah merepotkan?!
Selain itu, jangan lupa, demokrasi juga butuh kemampuan abstraksi. Abstraksi dibutuhkan agar para pemimpin memiliki pemahaman heuristik atas sebuah persoalan. Para pejabat publik yang miskin kemampuan abstraksinya pastilah akan menjadi beban bagi demokrasi. Pemahaman konseptualnya rendah, kosakatanya miskin, kemampuan metaforiknya picisan, dan pastilah mustahil menginspirasi publik dengan pencerahan.
Ingat pula, meskipun demokrasi punya mekanisme untuk mengontrol abuse of power, ataupun otoritarianisme, misalnya, namun demokrasi tak punya mekanisme untuk menolong kita dari para pemimpin yang tidak kompeten dan rendah kemampuan abstraksinya. Satu-satunya mekanisme yang bisa menolong kita hanyalah Pemilu.
Itupun jika para pemilih berhasil menyadari kekeliruan mereka pada Pemilu sebelumnya. Jika tidak, maka peradaban politik kita tak akan pernah beranjak dari peradaban genderuwo.

0 comments:

Post a Comment