Thursday, December 13, 2018

Demonstrasi di depan lapangan Des Droits de l' Homme Paris meluas ke seluruh negeri.

Demonstrasi di depan lapangan Des Droits de l' Homme Paris meluas ke seluruh negeri.
Demo supir truk dan pelaku umkm di lapangan Champs du Mars Hak asasi Manusia tugu Eiffel untuk memprotes kenaikan pajak BBM berakhir chaos. Polisi dan garnisun (gendarmerie) membubarkan paksa demonstran dengan pentungan, pukulan, gas airmata dan peluru karet.
Sampai hari ini di seluruh Prancis diberlakukan siaga satu dan kewenangan bagi gendarmerie menggunakan kekerasan.
Demo berlanjut ke kota-kota dengan topik yang berbeda. Begitu Whatsapp dari Uni Inay dari Bordeaux. Mulai dari isu pendidikan, lapangan kerja, umr, tarif listrik, dan imigran asing.
Para demonstran mengunakan vest berwarna hijau kuning sebagai simbol aksi damai. namun setelah tindakan represif pemerintah demonstran mulai menggunakan simbol Macron Diktator.
Pada saat yang bersamaan di kawasan jantung Ibukota Jakarta, massa aksi reunited 212 yang jumlahnya ratusan kali lebih besar dari massa aksi di Paris melangsungkan aksinya dengan santai-santai saja. Jika di paris mereka diserang polisi dan garnisun, maka di Jakarta para peserta aksi melakukan foto-foto selfie dengan unit-unit kepolisian dan TNI. Semua senang karena banyak sekali makanan dan minuman dibagikan gratis dan kawan-kawan lama bersilaturahmi. tuntutan keadilan kepada ulama pun sudah disampaikan dengan damai. Tentu saja ini sebuah parade unjuk rasa massa actie alias people power yang luar biasa elegan.
Anehnya yang melakukan tindakan represif justru yang gak ikutan aksi. mereka entah mengapa, merasa terpukul dan sakit hati. Padahal kalau ikutan datang minimal mereka dapat pembagian makanan dan minuman dari ribuan peserta yang ingin bersedekah dan berbagi.
Di depan menhir monument detroit des l'homme et du citoyen (monumen hak asasi manusia dan warga kota raya) tepatnya di depan patung pria bertoga saiya sampaikan keluhan.
Si bapak tadi tentu anggota patriak, warga kehormatan, kelas menengah terpelajar, dan mungkin orang kaya (karena ada simbol freemanson di atasnya), bahwa ia menulis kurang lengkap. mestinya selain hak asasi manusia dan warga kota raya itu dilindungi untuk berdemo di ruang publik, maka mereka juga harus terlindungi dari orang-orang yang senewen.
Yah tapi mau bilang apa lagi, namanya juga patriarki Prancis, cuma bisa omong doang. Penduduknya demo aja digebukin.
#monumen detroit des 'l homme et du citoyen Paris pose diperagakan oleh Model.

0 comments:

Post a Comment