Tuesday, January 1, 2019

KRITERIA PEMIMPIN

KRITERIA PEMIMPIN
Sejak lama saya berpandangan bahwa syarat utama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah kompetensi. Kita memiliki banyak instrumen, mulai dari hukum hingga moral, dari yang abstrak hingga yang material, dan juga banyak lembaga, mulai dari lembaga negara hingga masyarakat sipil, untuk mengontrol dan mengatasi berbagai penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) yang mungkin bisa dilakukan oleh seorang pemimpin. Tapi, kita tak punya instrumen apapun untuk mengatasi seorang pemimpin yang tidak kompeten!
Banyak orang berpandangan keliru bahwa risiko dipimpin oleh orang yang tidak kompeten lebih kecil daripada kategori-negatif pemimpin lainnya. Sayangnya kenyataannya tidaklah demikian. Pemimpin yang tidak kompeten cenderung membutuhkan banyak mitos untuk menjaga kekuasaannya. Di situlah hoax dan mitos akan merajalela. Akal sehatpun menjadi barang langka.
Syarat berikutnya, di tengah bangsa yang bhinneka kita membutuhkan seorang pemimpin yang bisa berperan sebagai perajut. Seseorang bisa saja berangkat dari identitas tertentu, berasal dari kelas tertentu, dan atribut-atribut parokial lainnya. Namun, saat ia menjadi pemimpin, ia harus memposisikan dirinya sebagai perajut yang bisa menenun kain kebangsaan. Seorang pemimpin harus bisa melampaui batas identitasnya sendiri. Tak semua orang bisa memiliki kebesaran hati semacam ini.
Itu sebabnya menjadi pemimpin bukanlah perkara mudah. "Een leidersweg is een lijdnsweg. Leiden is lijden," demikian kata Mr. Kasman Singodimedjo. Artinya, jalan pemimpin itu bukanlah jalan yang mudah, karena memimpin itu berimpit artinya dengan menderita.
Jadi, bagi mereka yang tidak tahan banting, gentar berpisah dari banyak orang, tak pernah tegar dengan keyakinannya sendiri, tak tekun membangun kompetensi, tak pernah sungguh-sungguh menjadi perajut, sebaiknya jangan pernah bermimpi menjadi pemimpin. Jadi badut saja.
Selamat tahun baru 2019!

0 comments:

Post a Comment