Monday, February 4, 2019

Doa Ba'dal

Doa Ba'dal
Sebagai keluarga yang lahir dalam tradisi kauman di Sumatera yang diwarnai dengan tarekat ada kami mengenal konsep doa ba'dal.
Doa ini adalah doa bersyarat yang disampaikan untuk menangguhkan doa-doa yang pernah disampaikan seseorang. Sebab ia hanya boleh disebutkan sekali saja, maka tidak banyak dari orang-orang yang mengenali maksud dan tangguhan-tangguhan dari doa seperti ini. Hanya orang-orang yang diberi satu pandangan luas pada konsekeunsi doa tadi lah yang dapat memahami mengapa sebuah doa ba'dal dimintakan ke hadirat ilahi. Apa dan mengapa ia mengharapkan sebuah tangguhan-tangguhan itu tentu ada hal yang dia fahami sebagai seseorang yang diberi ketinggian ilmu.
Ada banyak doa yang dimintakan manusia kepada Tuhan meski ia sendiri tidak memahami mengapa ia meminta satu atau beberapa kehendak agar dikabulkan untuk terjadi. Hal ini tentu manusiawi, kita diajari berdoa, karena ini adalah satu-satunya kekuatan dan alat bagi manusia untuk mengubah peruntungan-peruntungan. Hanya saja kita tidak mengerti peruntungan apa yang sebenarnya kita butuhkan.
Inilah mengapa pada kebanyakan para orang tua dulu yang mengikuti disiplin, mereka tidak banyak melayangkan doa dalam bentuk-bentuk yang beragam. Paling doa mereka sebatas semoga jangan sampai saiya menyusahkan manusia. Atau agar dalam kematian dihindari satu kematian yang mendadak.
Saiya ingat kembali tentang doa ini, ketika saiya menyaksikan video Kyai Maimoen Zubair berdoa di acara menyambut kehadiran Presiden Jokowi di acara Sarang Berzikir di Pesantren Anwar Sarang Rembang. Ia mendoakan Prabowo menjadi pemimpin nagari.
Besoknya di media online ada ditulis; Di Acara Jokowi, KH Maimun Zubair salah menyebut nama Prabowo. Maimun Zubair keliru doakan Prabowo pemimpin, Kyai Maimun ralat doa Prabowo jadi Presiden., dll. dll..
Jika Ulama besar KH Zubair saja mereka bisa sebut keliru, salah, dan perlu meralat doanya maka apalah ilmu kita di banding koran online itu.

0 comments:

Post a Comment