Tuesday, March 5, 2019

Tutup Mata Atas Kesalahan Pasangan

"Sampeyan belajarlah menutup mata dari kesalahan-kesalahan pasangan. Gak usah sok bisa mengubah. Mustahil. Itu urusan Gusti Allah. Sampeyan cuma dituntut sabar dan terus berbuat baik. Toh kekeliruan itu gak fatal soal syariat, cuma sikap." saran Kang Sabar pada Kang Kuat.
"Lho katanya disuruh buka mata lebar-lebar sebelum nikah? Kok sekarang disarankan merem. Wah, ra konsisten ik!" sahut Kang Kuat yang baru menikah sekian bulan belakangan.
"Yo kan beda tujuan. Buka mata biar gak kaget banget pas sudah lewat malam pertama. Tutup mata biar tetap bisa bersyukur." balas Kang Sabar.
"Lha mosok dibiarin gitu aja kekurangan istri. Rumus saling melengkapi kan artinya kutambal." kilah Kang Kuat.
"Boleh, tapi tetap ingat Gusti Allah penentu hadirnya perubahan. Bukan Sampeyan. Ingat, Sayyidina Umar saja diam seribu bahasa saat dimarahi istri kok. Bahkan Kanjeng Nabi biarkan Sayyidatina Aisyah pecahkan piring di depan tamu suaminya. Kedua sosok sangar itu ya menutup mulut rapat. Sabar." tutur bapak berjenggot beranak dua.
"Korelasinya ke kasusku?" kejar mantan jomblo itu.
"Jadikan sikap istri yang Sampeyan anggap buruk itu jadi tungku dan palu. Gunanya untuk menempa spiritual Sampeyan. Berat, kan? Itu kenapa nikah senilai separuh agama." tandas Kang Sabar.

0 comments:

Post a Comment