Saturday, April 20, 2019

Beda Jenis Motor untuk Mobil Listrik

Hampir semua mobil listrik di saat ini menggunakan motor listrik sinkron magnet permanen. Motor listrik ini kecepatannya dikendalikan dengan menggunakan inverter (pengubah listrik dc batere menjadi teganga/arus ac).
Semakin tinggi kecepatan motor, semakin tinggi tegangan yang dibangkitkan motor. Agar tegangan motor tidak terlalu tinggi, inverter akan menyuntikkan arus yang memperlemah medan magnet yang dihasilkan motor (field weakening region). Semakin tinggi kecepatan motor yang diinginkan, semakin besar arus pelemah yang disuntikkan oleh inverter.
Di sinilah masalah terjadi. Saat motor berada pada kecepatan tinggi dan inverter mengalami kerusakan sistem kendali, maka inverter akan otomatis bekerja sebagai penyearah dioda yang tak terkendali. Karena arus pelemah magnetnya hilang, maka motor akan menghasilkan tegangan yang sangat tinggi. Tegangan yang sangat tinggi ini jika disearahkan akan menghasilkan tegangan dc yang sangat tinggi yang akhirnya bisa merusak batere, inverter, dan motornya.
Ini berbeda dengan jika menggunakan motor induksi atau motor reluctance. Saat kendali inverter rusak, motor induksi dan reluctance akan kehilangan sumber magnet dan tidak menghasilkan tegangan yang tinggi.

0 comments:

Post a Comment