Monday, May 6, 2019

I'tikaf di Bandung

Sepuluh malam terakhir ramadhan memang menjadi incaran muslim untuk mendapatkan malam lailatul qadar. Salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkannya adalah dengan melaksanakan i'tikaf di masjid.
Beberapa masjid menyelenggarakan i'tikaf secara resmi, bahkan memakai pendaftaran karena banyaknya jama'ah yang ingin melaksanakan i'tikaf. Akibatnya kapasitas masjid tidak lagi cukup untuk menampung jumlah jamaah yang i'tikaf. Misalnya di Masjid Habiburrahman, IPTN. Jamaah i'tikaf sampai meluber bikin tenda di luar masjid (jadi i'tikaf ngga ya?).
Masjid lain yang cukup penuh yaitu Masjid Salman ITB dan Masjid Pusdai. Setiap jamaah harus daftar untuk mendapatkan spot tempat tidur dan jatah sahur/buka yang pasti. Kalau tidak daftar, ya akan kerepotan untuk mencari tempat rehat di sela-sela ibadah.
Dulu sekali, pernah jalan kaki bersama anak dari rumah mertua di titiran dalam ke pusdai. Sampai sana, cari-cari spot untuk anak istirahat ngga nemu akhirnya jalan balik ke Masjid Al Manar, Jl. Puter. Saking penuhnya.
Lalu Masjid Al Ukhuwah sempat jadi favorit tempat i'tikaf karena kalau malam-malam ganjil selalu ada bimbingan i'tikaf. Baca do'a dipimpin oleh seorang ustadz. Lalu shalat malam berjama'ah. Kantin pun biasanya buka. Tapi kalau malam genap, kantin ngga buka dan agak susah juga cari makanan sahur di sekitarnya. Hanya ada satu rumah makan padang yang buka di dekat masjid.
Sempat cari-cari lagi masjid yang agak dekat rumah. Masjid Al Aniah di Bumi Sariwangi biasanya ada yang i'tikaf kalau malam ganjil. Tapi kosong, bisa sendirian saja kalau malam genap. Jadi meskipun kadang dapat sahur, akhirnya ngga jadi pilihan karena malam genap mah ngga ada orang sama sekali.
Masjid dekat rumah apalagi. Kalau yasinan malam Jum'at selalu jadi kegiatan rutin, tapi urusan i'tikaf ngga pernah ada. Pernah coba satu malam di masjid dekat rumah karena ada sekelompok remaja yang ngumpul di masjid sampai malam. Ternyata jam 12 malam mereka pergi. Akhirnya sendirian lagi sampai sekitar jam 3 malam, setelah berdatangan jamaah untuk shalat malam.
Masjid yang jadi pilihan saat ini adalah Masjid Al Murabbi, Setra Sari. Pengunjungnya cukup banyak baik di malam genap maupun ganjil. Selain itu disediakan makan sahur dan berbuka gratis asalkan daftar sebelum jam 11 malam.
Imam-imamnya pun masih muda. Bacaan bagus, doa-doanya juga bagus, menyentuh hati meskipun ngga ngerti.

0 comments:

Post a Comment