Wednesday, June 12, 2019

Iyaah

Iyaah
Sudah dua hari ini saiya mendapatkan beberapa tawaran makan sambil bincang-bincang apa saja. Obrolan kombur kata orang medan, atau wishy washy menurut orang bule.
Kemarin dalam satu hari empat saja. Sejak makan pagi, siang, sore dan malam.
Tidak satu pun dari obrolan itu yang memperbincangkan politik pilpres dan pileg. Kebanyakan topinya tentang kebijakan publik dan urban management. Satu disiplin yang saiya sedikit banyak pernah mengambil kuliahnya. Mereka adalah;
1. Permasalaahan banjir di Jakarta dan Bandung
2. Jual beli-jabatan di daerah
3. Kerjasama triangular di sektor development cooperation
4. Pembangunan infrastruktur kota
Saiya menarik nafas panjang, mendengarkan satu persatu kolega berbicara mengenai bagaimana sosial media memperbincangkan persoalan ini dan memperguncingkan tokoh-tokoh yang seharusnya berfungsi mengatasinya.
Satu buku yang dibawa nona Regie pagi ini tentang penyiaran dan komunikasi. Ia senang mengisi waktunya dengan aneka bacaan, setelah minggu lalu dia membawa buku sejarah teori dalam psikologi. Buku tadi bergambar dan penuh diagram yang memudahkan pembacaan.
Ada saiya melihat foto Newton Minow di salah satu halaman. Salah seorang yang dianggap pakar di bidang komunikasi publik dan pencitraan di AS era perang dingin. Minow jika tidak keliru menerima medali kebebasan utama dari Presiden Obama pada 2016.
Ia adalah konsultan komunikasi JF.Kennedy. Memperkenalkan pendekatan-pendekatan baru dalam kebijakan publik dengan perspektif personal ke wilayah publik. Minow yang membawa isu-isu umum sebagai isu personal, dan isu personal kepada persoalan publik. Waktu itu, ia berani berkata bahwa hanya JFK lah yang mampu membawa kembali kejayaan Amerika. JFK adalah seorang sosok yang paling faham keinginan terdalam rakyat Amerika.
Gagasan tentang mempersonalisasi satu kebijakan publik kepada sosok inilah yang nantinya membranding seseorang -dalam hal ini kandidat presiden- sebagai the only man on board yang sehat. Minow pula nantinya yang memperkenalkan program populis dari para kandidat ke media televisi melalui acara debat publik, pandangan mata, dan reality show.
Hanya di era Reagan gagasannya baru mulai difahami dan kemudian dipraktikkan dalam bentuk debat publik resmi (yang sebenarnya hanya debat personal), manajemen publik (yang juga sebetulnya hanya personalisasi) sebagai serial pilpres di AS.
Sejak JFK juga Minow memperkuat istilah "Administration" sebaga ganti manajemen. Semenjak itu istilah pemerintahan (government) diganti menjadi administration. Istilah yang diimbuhkan kepada kata presiden. Semisal, Reagan's administration, Bush, Clinton, Obama dan Trump's administration.
Di sini sejarah persoalan kebijakan publik direduksi menjadi persoalan administrasi saja. Kegagalan pemerintah sebelumnya akan diangkat dan dipersalahkan. Sebagai semacam salah urus.
Apabila kita menariknya kepada kondisi sekarang maka hal tadi mirip pula dengan keadaan kita. Misal ada kebijakan bernama Nawacita, Revolusi mental (yang merip dengan Reagan's Revolution, Al Gore's Revolution, dll.). Semenjak revolusi klasik yang membutuhkan pengawalan ketat sejak ideologi dan kerja-keras tokohnya untuk mewujudkannya tidak ada lagi di zaman ini maka kata "revolusi" pun dipersonalisasi sebagai sebuah tindakan administrasional.
Entah si tokoh faham atau tidak dengan istilah-istilah yang dibuatkan untuknya itu lain persoalan. Yang penting ia dianggap membawa sebuah istilah keren yang revolutif.
Nah, pada pertanyaan rekan-rekan yang telah mengajak makan untuk memperbincangkan 4 topik di atas maka saiya hanya mengatakan iyaah.
Iya hari ini kebijakan itu banyak dipersonalisasi. Mengatasi banjir tunggu nanti kalau jadi presiden akan direvolusi kementerian-kementerian terkait banjir. Untuk infrastruktur kota tunggu kita pindahan, untuk jual beli jabatan kita akan pangkas peraturan yang tumpang tindih.
Hanya itu saja. Tidak dapat diimplementasikan sebagai sebuah kerja karena ini memang persoalan personalisasi dari kebijakan. Dia dianggap milik personal bukan soal hak publik dan publik yang kecewa pun dipersilahkan untuk mempersoalkannya sebagai hal personal.

0 comments:

Post a Comment