Wednesday, June 12, 2019

Kudeta Gagal di Venezuela

Kudeta Gagal di Venezuela
Sehari sebelum Mayday, Juan Guaido, oposisi yang mendeklarasikan diri sebagai Presiden Venezuela pada Februari lalu menyampaikan coup de etat atas pemerintahan Maduro dengan kode nama Operasi Kebebasan dari Pangkalan Udara Carlota Caracas. Ia menyebut bahwa Menhan, Ketua Mahkamah Agung, dan Kepala Garnisun ada di belakangnya.
Menteri Penerangan Jorge Rodríguez lima belas menit setelah Guaido memviralkan video dan twitternya membantah dan mengatakan sekelompok pengkhianat bangsa sedang melakukan anekdot berbahaya di sekitar jalan Tol Altamira. Pernyataan Rodigruez membantah kicauan jika kudeta tadi dilakukan di pangkalan milik angkatan udara Venezuela.
Selang satu jam pernyataan coup di pangkalan udara Carlota Caracas. Menhan Vladimir Padrino Lopez, Panglima Jose Ornelias and dan Komandan Garnisun Jesús Suárez Chourio menolak tindakan kudeta sekaligus menyatakan sumpah setia kepada negara dan Presiden Maduro.
Maduro sepertinya memperkuat posisi tawarnya di militer dan di masyarakat sementara kudeta yang gagal dan terasa hambar ini. Kudeta prematur ini sudah pasti akan meminggirkan Guaido sebagai boneka yang gagal dan tidak dapat diandalkan Washington. Selanjutnya Rusia dan Cina kembali menunjukkan keprihatinannya dan mendukung pemerintahan Maduro dengan meminta pihak Barat (AS dan Eropa) untuk jangan mengintervensi kedaulatan negara lain.
AS tentu akan mencari jalan lain bagaimana memaksakan imprealismenya ke Venezuela yang kaya dengan sumber daya alam.

0 comments:

Post a Comment