Wednesday, June 12, 2019

Tiket Avenger

Seminggu ini mendengar banyak orang bicara dimana-mana tempat tentang;
1. Susahnya perjuangan mendapatkan tiket Avengers Endgame
2, Habisnya tiket Avengers dimana-mana booth baik online maupun offline
3. Kebahagiaan memenangkan kompetisi beli tiket Avengers
4. Keluhan jika film itu sama-sekali tidak bagus.
5. Keluhan bila Avenges sekuen dari The Marvel's Story sama buruknya dengan pengawalnya Captain Marvel.

Jadi setelah sebagian dari mereka mengeluh kesulitan, lalu bahagia karena mendapatkan tiket, kini mereka mengeluh pada film yang jauh dibawah harapan.
Sehingga minggu kemarin saiya mencoba mengaspal di Car Free Day Thamrin dan menemukan;
1. Semakin banyak mikro-enterpreneur yang mencari peruntungan di CFD.
2, Barang kaki lima yang dijual semakin beragam dan berkualitas.
3. Seperti biasa perusahaan gede ada juga yang ikut nge-lapak dari jual mobil, sepeda sampai produk kecantikan.
4. Semakin banyak cara orang menyampaikan gagasan, dari membagi-bagi brosur flier, sampai sekelompok anak muda berdemo dengan tuntutan agar hidup mengurangi plastik dan perbanyak jalan kaki.
5. Semakin beragam cara orang mendulang uang. Dari berjualan, ngamen karoke, ngamen live, ngamen unplug, debus, dan penggalangan dana (crowd funding) berjualan suara maupun barang bekas a la garage sale baju, buku, dan mainan bayi bekas.
Di hadapan delapan mahasiswa yang mengamen unplug dengan kardus bekas air minum yang setengah terisi uang saiya berhenti. Meminta mereka menyanyikan lagu -yang saiya tidak faham apa judulnya- dan melemparkan uang ke kardus.
Saiya bertanya apakah mereka akan menggunakan uang tadi untuk membeli tiket the Avengers?
Si gadis Tionghoa yang wajahnya berjerawat tertawa sehingga matanya semakin hilang saja. Ia berkata bahwa mereka sedang mengumpulkan uang untuk pagelaran musik kampus meskipun mereka sebetulnya ingin juga menonton si film.
Perjalanan pun dilanjutkan, dan pada bapak penjual kristal penghapus noda yang gagal menjadi orator partai atau inspektur upacara saiya berhenti. Ia pria yang mengagumkan dan penjual yang lihat. Caranya meyakinkan banyak pengunjung tentang hebatnya si kristal menghapuskan segala bentuk noda.
"Biang segala deterjen, induk segala sabun. Kalau ibu-ibu tahu kehebatan kristal ini? Bangkrut, tutup toko semua produsen Rinso, Attack, Daia, Jazz, Wings..."
Saya membeli satu bungkus kecil, untuk membantunya mewujudkan impian membalas dendam pada kapitalisme deterjen.

0 comments:

Post a Comment