Sunday, May 10, 2020

New World Leading Currency: China on the way

New World Leading Currency: China on the way
Tadi malam pemerintah Cina mengeluarkan pernyataan resmi akan menggunakan sistem tukar mata uang digital yang dijamin Yuan dan Emas. Singkatnya Cina tidak akan memprioritaskan mata uang dollar dalam sistem pembayaran global mereka. Ini mengkhawatirkan banyak orang.
Bagi sebagian orang di dunia ini sangat mengejutkan, tetapi tidak bagi saiyah. Ini karena kita melihat bagaimana Cina show-off penangangan korona dengan luar biasa sebagaimana pernah kita tuliskan.
Pertama mereka membangun rumah sakit pasien korona dalam waktu singkat menunjukkan betapa super powernya Cina dalam dunia infrastruktur. Ini tentu tidak mengherankan, mereka sudah membangun Tembok Besar dan IstanaTerlarang seluas kota sejak ribuan tahun lalu. Bila sekedar rumah sakit untuk 1000 orang tentu mudah saja.
Kedua, mereka menetapkan batas bawah dari krisis untuk segera rebound dan mengambil kepemimpinan bangkit pasca korona. Cina yang baru saja dilanda wabah berbalik menjadi negara penghasil alat-alat kesehatan dan pengirim duta kesehatan ke seluruh pelosok dunia. Mereka sedang menunjukkan superioritas di sektor kesehatan dan bagaimana pulih untuk mengambil kesempatan pasca krisis.
Pada saat mereka bangkit, eropa dan AS baru menghadapi serangan dan sepertinya mereka gagal membendung korban dan menyentuh angka satu juta kasus di AS saja.
Ketiga, Cina memamerkan bagaimana sistem 5G dalam kontroversi masalah kerahasian publik, transparansi, dan keamanan lainnya membentuktikan sebagai satu sistem ICT yang revolusioner.
Melalui pemindaian integral seluruh kota Wuhan, mereka dapat mengindentifikasi mana warga yang memerlukan pemeriksaan dan bagaimana melacak hubungan-hubungan sosial fisikal mereka sebelum terinfeksi virus covid19. Tetapi itu hal kecilnya, sistem ini mendapatkan panggungnya dalam masa lockdwon dengan menjadi platform sistem pemesanan dan penjualan online, pengiriman online pembayaran non tunai (cashless payment), serta konten-konten lain seperti hiburan dan pendidikan bagi lebih satu milyar warga mereka. Cina berhasil menciptakan ekosistem local dan global bagi 5G sementara eropa dan AS masih berkutat di persoalan hak paten dalam platform 4G.
Saiya hanya mengulang saja pengamatan ini, tetapi krisis ini telah memberikan kedaulatan dan rasa percaya diri yang kuat bagi Cina dan masyarakatnya.
Mereka telah memperingati AS tentang resiko korona dan meminta Trumps untuk mengendurkan perang tarif atas nama prioritas kemanusiaan. AS menggerakkan Eropa dan negara-negara lain untuk "blame it on China" untuk membayar kerugian akibat corona. AS bermaksud menjegal Cina dengan isu anti-sino.
Langkah Cina mengeluarkan digital currency berbasis Yuan dan Emas sebenarnya adalah tit for tat dari kebijakan AS. Pada dasarnya orang Cina adalah trader, mereka sebisa mungkin menghindari konflik bila setiap pihak bisa memperoleh keuntungan. langkah mereka kali ini akan menarik AS ke arah defisit karena hilangnya kepercayaan pada ekonomi AS. Cina faham bahwa administrasi di Washington akan menghindari negosiasi dan selalu akan membuat penyangkalan.
Tinggal kita yang sibuk mencari tas sembako akan menjadi pelanduk.

0 comments:

Post a Comment